Nikah Siri

Beberapa hari terakhir ini sedang ramai pembahasan tentang nikah siri. Muncul di berbagai media cetak dan media elektronik. Karena penasaran, saya mencoba mencari referensi terkait tentang hal ini.

Pengertian Nikah Siri.

Pengertian nikah siri yang beredar di masyarakat itu ada dua macam yaitu :

  1. Pernikahan yang dilakukan tanpa wali
  2. Pernikahan yang dilakukan dengan adanya wali dan terpenuhi syarat syarat lainnya tetapi tidak dicatat di KUA setempat.

Pernikahan yang dilakukan tanpa adanya wali dari pihak wanita, maka pernikahan ini adalah batil dan tidak sah. Dijelaskan oleh beberapa ulama dengan mengacu pada QS 2: 232, HR. Bukhari 5130, Abu Dawud 2087, Tirmidzi 2981, Fathul bari 9 / 187, dan HR. Ahmad 6/156.

Persyaratan Nikah maupun Nikah Siri.

Pernikahan dipandang sah bila dipenuhi syarat dan rukunnya, meskipun tidak dicatatkan ke KUA, asalkan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Adanya calon suami dan calon istri
  2. Adanya wali
  3. Adanya dua saksi yang adil
  4. Adanya mahar
  5. Ijab dan qobul

Hal-hal yang mengundang perdebatan.

Dari persyaratan tentang nikah siri ini kemudian muncul perdebatan tentang siapa yang berhak menjadi wali. Merujuk pada QS dan HR, wali adalah seseorang pria yang memiliki hubungan darah terdekat dengan calon mempelai dan/atau orang tua mempelai. Bisa ayah, kakak pria, adik pria, paman, kakek dan seterusnya. Anak pria tidak diijinkan karena merupakan keturunan dari mempelai.

Beberapa ulama, kemudian memelintir pengertian wali itu dengan seseorang yang mewakili mempelai. Tidak harus memiliki hubungan darah. Mungkin maksudnya semacam pemberian kuasa dari mempelai untuk mewakili sebagai wali. Seperti surat kuasa untuk mengurus SIM atau STNK gitu lah.

Sehingga akhirnya terjadilah nikah siri yang tidak diketahui oleh kedua orang tua maupun saudara-saudaranya, karena nikah dilakukan dengan menggunakan wali yang tidak ada hubungan darah.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah nikah semacam ini sah dan halal?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita harus mencoba menyelidiki apa yang menjadi dasar pernikahan tersebut.

Salah satu alasan pernikahan adalah karena adanya rasa cinta, rasa ingin berbagi, ingin memiliki dan ingin membentuk rencana indah di kemudian hari. Jangan lupa bahwa dalam pernikahan juga ada dorongan nafsu seksual dan hasrat yang meluap. Kalau ada yang tidak setuju dengan adanya nafsu ini, silahkan buktikan apakah sering ditemui pasangan yang menikah tetapi tidak pernah berhubungan badan selama hidupnya. Rasanya sedikit sekali atau bahkan tidak ada yang seperti itu.

Oleh karena itu terkesan agak sembarangan jika menuduh orang yang menikah siri adalah orang yang mengutamakan nafsunya. Ukuran nafsu ini relatif. Ada orang yang menikah siri memang karena nafsunya yang kelewat besar. Yang model gini ini, kambing dibedakin juga mau. Ada yang berprinsip hukum dagang, saling menguntungkan kedua belah pihak. Pihak pria memberikan nafkah lahir, dan pihak wanita memberikan nafkah batin, yang mungkin tidak diperoleh dengan baik dari istrinya yang resmi (yang ada bukti suratnya).

Ada yang karena perbedaan agama dan orang tuanya tidak setuju dengan perbedaan itu. Ada juga yang karena perbedaan umur yang cukup mencolok. Misalnya sang pria sudah berumur diatas 45 tahun, dan sang wanita masih berumur 20-25 tahun. AKan menjadi bahan tertawaan orang seandainya umur mertua lebih muda dari umur menantunya.

Nah, pada waktu MUI masih menggodok RUU tentang nikah siri ini, apakah sudah terpikirkan akan hal-hal sebagai berikut :

  • Jumlah kaum wanita lebih banyak dari kaum pria
  • Tidak semua isteri menyetujui suaminya menikah lagi
  • Tidak semua isteri mengerti bagaimana melayani suaminya dengan baik
  • Tidak semua suami hasrat seksualnya terpenuhi oleh sang isteri, meskipun demikian, sang suami tetap tidak berniat menceraikan isterinya
  • Tidak semua wanita sanggup mencari pekerjaan dengan baik. Jika ada yang mau menikahinya secara siri, mengapa tidak, daripada harus terjerumus menjadi penjaja cinta jalanan?
  • Pernikahan siri dapat menghasilkan pemerataan pendapatan, walaupun persentase-nya mungkin kecil sekali.
  • Pelarangan pernikahan siri akan menimbulkan dampak sosial meningkatnya pelacuran, karena adanya masalah ekonomi dari sang pelaku, termasuk juga adanya ketakutan para pria untuk masuk penjara selama 3 bulan (sangsi dari nikah siri ini).

Saya ada usulan ke MUI, daripada ribut-ribut soal nikah siri halal atau haram, kenapa tidak mengeluarkan fatwa yang sifatnya memaksa pemerintah untuk memberantas pornografi dan prostitusi berkeliaran dimana-mana. UU Pornografi sudah disahkan, tetapi law-enforcement nya sama sekali tidak ada. Contohnya sudah banyak: panti pelacuran, panti pijat, cafe remang-remang, film porno, majalah/koran porno (seperti Lampu Merah yang sekarang jadi Hijau itu). Mau cari dari suku bangsa apa saja bisa diperoleh dengan mudah di daerah Kelapa Gading. Mau yang tinggi putih cantik dari Czech? Atau kecil putih imut dari Hongkong? Atau yang lokal item dekil dari ……. (ngga’ ah, nanti ada yang marah).

Kalau ingin mencari alamat jasa nikah siri bisa lihat komen-komen di bawah.
Hukum nikah siri, cara nikah siri, syarat nikah siri dan biaya nikah siri bisa ditanyakan langsung ke alamat atau nomor telepon tersebut.

Catatan:
Untuk yang ingin menanyakan alamat jasa nikah siri, silahkan hubungi alamat2 berikut ini:

  1. Jasa penghulu nikah siri sesuai dengan syariat Islam. Hub. Ust H Reza Pahlevi S.Ag tlp 085718881600 YM : reza_levi41@yahoo.com bisa datang ketempat hotel, apartemen. di jamin sesuai dengan syariat Islam. (posted date : 09 Oct 2012)
  2. PERNIKAHAN SIRI JASA PENGHULU.. NIKAH SIRI ( Hindari Zinah ) Urus: Adopsi, Cerai, dan Gono Gini. Hub: M. Ali 081806381379 (Lokasi : Jakarta/ Kami bisa datang kedaerah)  (posted date : 02 Februari 2012)
  3. Budi Setyawan, telp 087833577009 / 087833577009 (posted date : 24 Februari 2011)
  4. Langsung klik ini : http://www.jasanikahsiri.net atau http://www.alamatnikahsiri.com

Dikemas oleh : Lambang (http://LambangMH.wordpress.com)

About these ads

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Pencerahan, Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

125 Responses to Nikah Siri

  1. zal says:

    ::Alqur’an itu terdiri dari ayat-ayat muhkamat itulah pokok-pokok isi Alqur’an, lainnya Mutasyaabihat..yang hanya pada Allahlah taqwilnya…, dan yang terhampar itu amat jauh lebih banyak.
    sebagai contoh jalan yang sulit, menikah dengan ada wali dan saksi jauh lebih mudah dibanding dengan tanpa saksi, namun syaratnya jangan mempermainkan perkawinan itu, sebab pada perkawinan ada maksud dzahir ada pula maksud batin..dan Allah Maha Mengetahui apa yang disimpan dibalik dada itu…

    Lambang: Lho, bukannya lebih mudah tanpa wali dan saksi? Tinggal panggil penghulu, bayar mas kawin, terus …… ehm.. ehm.. mendadak leher jadi kering nih…

  2. Menurut saya, nikah siri itu merugikan negara karena ndak bayar pajak. Bandingkan kalo nikah sah di KUA, kan KUA dapet pemasukan..
    Yang juga dirugikan nikah siri secara finansial adalah wedding organizer. Kalo orang terbiasa nikah siri, siapa yang mau pake jasa wedding organizer?! Bisa-bisa para pengusaha organizer itu jadi bangkrut..

  3. Kang Lambang,

    aku bisa pesen gak yang GUEDHE BONGSOR….BLONGOH-BLONGOH gitcu…keks..keks…

    Trus nanti yg jadi WALINYA sampeyan..hak..hak….

    Ngeloyor….sambil jogetan

  4. Lambang says:

    Sing kimplah-kimplah gelem po ….. :)

  5. Lambang says:

    @Vicky Laurentina,
    Sekarang sudah ada nikah siri organizer koq mbak… :)
    400 ribu dijamin selamet…. sampai ranjang.

    • anum says:

      mas. . aq minta no tlp dan alamat jasa organizer buat nikah sirih wilayah jakarta y?? biaya dan persyaratan’a apa aza.??
      mohon jawaban’a di sent ke email saya y mas, ,
      thanks u. .

      Rgds,
      Anum

      • dianov says:

        tolong donk di forward kan ke saya alamat dan no tlp utk bisa nikah siri
        thank

    • somad says:

      minta info jg donk buat daerah sby gan…..
      087702637623

  6. kangBoed says:

    wuiih mbah gundul aku sing nanggap dangdutan nya yoo endangdut… endangduuuuuuuut widiiiiiiiiiw kawinannya simBah rame nih wooow Sungguh mati aku jadi penasaran.. jreng jreeeng sampai matipun aku perjuangkan hehehe memang siMbah nyang paling cakep hingga jadi rebutan weleh weleh…. bagi bagi dooong rahasianya entu tuuuuuh biar kinclong hihihi…

  7. Lambang says:

    Kang Boed,
    Ngebantuin jawab mbah gundul: Rahasianya gampang koq kang. Baca wiridan: “Dal idul idalinah. Pat kipit kipat kipit silite kejepit.” terus ambil air 1/2 gelas, diminum sedikit, terakhir air tadi disemburkan ke muka sang wanita yang dituju.
    Dijamin pasti akan ada respons yang menggugah. Kalau ngga ditaboki yo dipisuhi….. :)

  8. kangBoed says:

    Waaaaaaaaaaaah ketahuan tuh jurusnya sampeyan yaaaa waah ada nyang lebih bagus jangan di sembur di siram aja lalu sekalian di mandiin hehehehe larrriiii

  9. Mas… sebagai wanita aku mah curiga ngapain Mas repot2 cari bahasan tentang nikah siri ini..jangan-jangan ??????!!
    ditambah Mas Lambang concern betul nampaknya..Apakah artinya ?????
    Hicksss..!!
    run away!!! :))

  10. Lambang says:

    Sayang, dugaannya meleset. Sebetulnya saya hanya berusaha membantu para pria yang tidak terpuaskan di rumah dengan informasi ini. Daripada jajan di luar yang ngga terjamin kebersihannya, dan buruk dari sisi agama, kenapa tidak nikah siri saja. Toh di jalur Bogor – Cianjur – Sukabumi dan jalur Krawang – Subang – Indramayu – Kuningan – Cirebon banyak penyedia jasa nikah siri komplit (termasuk mencarikan calonnya).

    Salam.
    (* suwer, belum ngga punya pengalaman pribadi seperti ini *)

  11. Hiyaaaaaaaaa…hiyaaaaaaaaaaaa….
    Ketahuan ndoboisine….gak duwe pengalaman kok weruh Jalure….hayoooooohhh….NGAKU-NGAKU….

    Nek gak NGAKU tak SUNAT meneh ben tambah Pendhek loh…

    Yg pernah aku lihat sih Mbang, Jalur Bogor – Cianjur…waktu Malam hari banyak lampu SENTER kedap-kedip….tak kirain orang lagi nyari Jangkrik…
    sekalinya…CALO JANGKRIK….huaaaaaaks..kaks…

  12. Lambang says:

    Oh.. kalau itu orang jualan jajan pasar… :)

  13. Mau tanya ke Mas Lambang dan santri gundhul, saya pernah dapat pertanyaan seperti ini :
    1. Kalo menikah tanpa diketahui/ijin isteri yang pertama, pernikahan kedua sah gak ?
    2. Kenapa kalo laki2 boleh menikah lagi (poligami)kalo perempuan tidak ?
    3. Kenapa yang berhak menceraikan adalah laki-laki, kenapa perempuan tidak bisa?
    4. Kenapa laki2 boleh punya isteri sampai 4, perempuan mah harus pasrah?

    terima kasih untuk bantuannya.. :)

  14. Lambang says:

    Jawaban sementara (bisa berubah sesuai keadaan):
    1. Sah dari sisi agama (ini juga masih debatable). Sah dari sisi menjaga perasaan isteri. Tidak sah dari sisi peraturan pemerintah.
    2. Karena yang hamil adalah wanita. Kalau yang hamil pria, boleh wanita ber-poliandri. Supaya jelas ayah dan ibunya.
    3. Karena menjadi perempuan itu lebih mudah masuk surga. Dengan menjadi seorang isteri yang benar, dijamin masuk surga. Ada ayatnya. Beban laki2 lebih berat. Kalau isteri dan anak2-nya ngga beres, laki2 harus mempertanggung-jawabkannya nanti. Kalau suami ga beres, isteri kan ngga perlu tanggung jawab apa2.
    4. Mengacu ke nomor 2. Selain itu karena wanita harus selalu dalam posisi menerima. Itu sesuai dengan bentuk anatomi organ sexualnya. Sebagai wadah. Kan belum pernah ada cerita wanita memperkosa laki2, apalagi kalau organ laki2nya sedang ogah2an. Ngga mungkin bisa. Klepek-klepek.

    Sementara itu dulu yang bisa saya jawab. Kita tunggu pendapat Kang Gundul…. biasanya jawaban dia lebih gendeng…. :)

    Di paging dulu dia, biar buruan dateng ke sini….

  15. Wadhooooowwwww…..
    Bukan PORSI saya tuk ikutan ngejawab. Tanya Kenapa?? Pertama saya bukan Lembaga Penasehat Perkawinan. Kedua saya bukan pak Moden. Ketiga saya bukan petugas KUA.

    Wong saya pribadi GAK OMES sama pelaku POLIGAMI jeh…??? Asli…gak ngecap rek…
    Alih-alih ngikutin Sunnah Nabi dengan pake pembenaran Ayat2 Kitab Garing. Bilang saja…AKU KAWIN LAGI karena NGILER gak TAHAN.. LIHAT TEBAL & HIJAUNYA RUMPUT Isteri Tetangga.
    Mo NGUMBAR SYAHWAT, Getu saja kok…bawa-bawa Asma Tuhan…terus mengorbankan PERASAAN Isterinya sendiri…kaks..kaks…

    Ini seh bilang saja dasarnya Laki2 mo MENANG SENDIRI…Dan hal ini memang TRADISI, Kultur Budaya NGARAB pada jaman itu yg memposisikan WANITA lebih RENDAH DERAJADNYA. Lihat saja dalam teks book Kitab Garing kan gak ada BIDADARA…di SURGA…heks..heks..

    Coba saja sekarang PERANNYA di balik….pasti MISUH-MISUH…Diampuuuuuttt Isteriku Selingkuh…!!!.

    Eh…lah aku ini, Laki or Perempuan yah..??? kok nadanya belain Perempuan???.

  16. Lambang says:

    Bener kan, jawabannya lebih gendheng, malah bawa-bawa kitab garing segala. Kang Gundul ini udah ngaji ke kitab basah. Kena bocoran atap. :-D

  17. Diarani Kitab GARING,
    Soalne MUNCRATE soko PADHANG PASIR.

    Coba nek MUNCRATNE soko KUTUB,
    Yo mesthine diarani KITAB TELES KEBES…alias KLOMOH..

    Hueeeeeeeekkkkkkk………
    Kabuuuuuuuuuurrrrrrrrr……….keburu disiram bumbu SATE Sandhal

    Tambahi maneh kitab gembrobyos…. sinau nganti gembrobyos kuabeh…. :-D

  18. ha ha ha… tapi saya setuju sama jawaban Mas Santri Gundhul, poligami itu pada dasarnya karena lihat periuk tetangga. Periuknyna bagus, bersih, nasinya enak, harum, soalnya pake beras pandan wangi..jadi ngiler dan lapar kan ? Pas lihat isi periuk sendiri, periuknya jelek, gosong, nasinya apek keras pula soalnya dikasih beras jatah raskin.. jadi gak nafsu untuk makannya kan ?

  19. Ibnu says:

    Boleh juga nich………., gw mau donk kalo ada yang bersedia dinikahi sirri………

  20. kangBoed says:

    mBaaah gimana… dah jadi nikah sirinya… oooo…. nikah siri diutan…. yayaya…. nggak pake suraat… yayaya… asal mau sama mau…. hmmm… *BENGONG mode ON* aya aya wae…. siMbah maklumlah baru jadi orang UTAN… dapetin orang utan juga hehehe……. waaah jadi TEORI DARWIN…………
    Salam Sayang…

  21. Lambang says:

    Dah dapet KangBoed, kawin kontrak, kaya judul pilem itu.
    Begitu proyek pengeboran gas selesai, proyek pengeboran ranjang juga selesai… hihihi…

    Sekarang calon mempelainya masih dikasih bumbu dulu. Nanti kalau udah 24 jam baru dipanggang pakai api batubara. Satu jam kemudian sate buaya siap disantap… :-)

  22. Guntur says:

    Wooi tolong serius nih,minta alamat nyang bisa nikahin siri,serius us us

  23. Lambang says:

    Serius amat oom Guntur. Sono gih, buruan masuk kamar mandi. :)

  24. pronojiwo says:

    edan….edan…..kabeh….
    do ngerti opo pancen ra ngerti opo macak ra ngerti….
    ANEHE SI MUI KUWI KOK MALAH MIKIR HALAL HARAME KAWIN SIRI LHA KOK ORA MIKIR PIYE AMRIH DEFINISI KAWIN SIRI MINTURT AGAMA IKU DI SEBARAKE NENG MASYARAKAT… WELEH ….WELEHHH…..

  25. Lambang says:

    Ya begitulah Kang Prono,
    Kasus yang debatable. Mau condong ke arah agama atau mau condong ke arah kesejahteraan umat. Mestinya agama kan dapat digunakan umat untuk kesejahteraannya….

  26. Fitri says:

    He..he..he..
    Yang bulan kemarin ke tenggarong kalimantan.
    Gimana perjalanannya?
    Sempat ke museum, planetorium dan pulau kumala ga?
    Jangan kira di kalimantan cuma ada suku dayak, tapi ada juga suku kutai dan banjar.
    Kalau mas lambang sempat ke museum, sebenarnya museum itu dulunya adalah bangunan kerajaan kutai mulawarman.
    Kok saya tau?
    Ya, iyalah, saya kan tinggal di samarinda. Keluarga bapak saya kan tinggal di tenggarong. Saya juga sering ke tenggarong.

    • Lambang says:

      Memang tujuannya ke musium, tapi udah tutup…. terlalu sore nyampenya….
      Pula Kumala cuman kelihatan dari seberang aja… ngga sempet mampir…
      Target awal pingin berkunjung ke petilasan kerajaan kutai… ternyata sudah ambruk dan diganti dengan musium itu……
      Di musium cuma dapet peralatan untuk Time Travel™………

      *STMJ™ mode ON™, niru Kang Jenang™*

  27. Fitri says:

    kalau planetorium dah mampir ??

    sayang, mas lambang ga sempat ke museum. padahal kan isinya menarik. isinya sih tentang kebudayaan kerajaan kutai zaman dulu. ada kursi singgasana raja, mata uang zaman dulu, tapak kaki dewa siwa, dan banyak deh.

  28. Randy says:

    @Mas Randy,
    Maaf komennya saya tarik dan saya ganti dengan yang ini. Isinya belum untuk konsumsi publik dan nanti kalau ada kelanjutannya akan saya kabari secepatnya lewat email.

    Salam.
    Lambang.

  29. Randy says:

    WAH KOG BISA…JADI ERA KETERBUKAAN SAAT INI MASIH DI KEBIRI YA..BLOGNYA DI TUTUP AJA BOZ

    • Lambang says:

      Weleh, udah repot dicarikan informasi yang diinginkan dan akan dikirimkan lewat email malah nulis yang ngga-ngga.

      Komen itu saya ganti untuk melindungi persepsi buruk orang terhadap Anda, bukan untuk kepentingan saya. Mosok gitu aja ngga paham.

      Yo wis, informasi batal saya kirimkan.

  30. kangBoed says:

    *ngelirik atas.. dan atasnya lagee*
    hehehehe… lagi berebut apaan yaaa..
    bingung…
    pulang dulu aaah..

  31. Lambang says:

    Hehehe… rahasia dunk. Terbatas hanya pada calon murid yang bandel, ngeyelan dan susah diatur. ;)

    Haiyah, jadi inget YM kemarin itu… wuzz… meditasi… hilangkan prasangka buruk… tenang… sabar… tarik nafas dalam-dalam…

    Tuinggggg…… berubah jadi Kura-Kura Ninja ;)

  32. Qt says:

    Mas maaf saya mau tanya tempat nikah siri di daerah jabodetabek..saya memilih nikah siri karena orangtua saya tidak setuju dgn pria plhn sya hanya karna dy bukan ningrat,,ayah saya tdk mw menjadi wali jika sy menikah dgn dy..Pa blh memakai wali hakim?Trims

    • Lambang says:

      Saya reply ke email ternyata nyasar. Kalau ada email yang bener, tolong komen lagi dan masukkan email di kolom yang tersedia.

      Salam.

      • rizki says:

        Mas maaf saya mau tanya tempat nikah siri di daerah jabodetabek..saya memilih nikah siri karena orangtua saya tidak setuju dgn pria plhn sya hanya karna dy bukan ningrat,,ayah saya tdk mw menjadi wali jika sy menikah dgn dy..Pa blh memakai wali hakim?Trims

        serupa tapi tak sama dengan Qt (diatas), itu yg dialami sy mas,,
        salam kenal

    • shanti says:

      minta alamat nikah siri donk.. mao nikah tgl 090911

  33. Yudi says:

    Ya kalo ditinjau dari proses pengesahannya memang tidak salah macam nikah siri yang digolongkan mas Lambang itu. Bagaimana kalo penggolongan itu juga dari sisi menuju ke proses pengesahannya. Jadi teringat masa lalu…, ndak enak ah ntar ke reject lagi. Padahal maksud saya baik lho mas.

  34. Lambang says:

    Masa lalu? Pernah nikah siri?
    Silahkan cerita saja, tapi kalau nyebut nama orang lain sebaiknya pakai initial, kalau perlu disamarkan… takut kena pasal 27 UU ITE…

    UU ITE bisa di download dari menu Download di baris paling atas…

  35. Yudi says:

    Bukan masa lalu saya mas Lambang. Tapi keprihatinan saya terhadap proses menuju pengesahan pernikahan siri yang terjadi kemarin-kemarin. Maaf lho ya, saya tidak menyoal pernikahan para selebriti kita di Tanah Suci, karena itu memang telah diniatkan oleh masing-masing mempelai. Tengku Fahri menikahi Manohara di depan Ka’bah. Demikian pula Paramita Rosadi menikah dengan Gunawan di depan Ka’bah. Semuanya berakhir berantakan. Pada akhirnya berpulang pada keihlasan kedua mempelai. Lalu mana yang berkaitan dengan nikah siri? Begini mas Lambang. Saya salut pada para selebriti muslim tanah air. Walaupun kelakuan mereka ya seperti yang kerap mereka pertontonkan di layar kaca, namun mereka tetap ingat akan kewajibannya untuk menunaikan ibadah haji, karena mereka sedang mampu. Mereka sadar bahwa untuk keperluan menjalani ritual yang sejatinya berlawanan 180 derajat dengan kehidupan jet set nya mereka butuh bimbingan manasik haji. NAH proses bimbingan manasik haji inilah bencana nikah siri kontroversial itu terjadi. Kepingin tahu kelanjutannya mas Lambang?

    • Lambang says:

      Wuih, menarik tuh. Silahkan dilanjut, kelihatannya jagoan yang ditunggu-tunggu bakal keluar sebentar lagi nih.

      *Gaya komen mas Yudi ini mirip Mario Teguh atau Tung Desem, membuat orang lupa ganti channel. Apa ya hubungan manasik haji sama nikah siri…*

  36. Yudi says:

    Jadi pengin nanya seriusan dikit. Apa yang bisa diharap dari hadirnya Dua Saksi Adil dalam pernikahan itu. Karena faktanya pas nikahan itu khan tidak cuman dua orang tapi bisa se musolla yang diundang Shohibul Baith, padahal mereka menghadiri undangan itu dengan membawa berbagai persoalan masing-masing, ya khan mas Lambang?

    ==========================
    Lambang:
    Mungkin sekedar saksi saja, jadi ada bukti dan saksi mata bahwa memang pernah dinikahkan. Minimal untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikahnya? Koq tahu-tahu udah serumah saja? Jangan-jangan kumpul kebo.” Kalau refer ke agama tanya pak penghulu aja karena saya ngga tahu detailnya.
    Salam.

    ==========================

  37. adin says:

    minta alamat yg bisa nikahin siri donk (daerah jabotabek).. makasih

    ======================
    Lambang:
    Kliping dari koran yang dulu saya simpan ternyata sudah hilang.
    Maaf ya mas… :sad:

    ======================

  38. cinta says:

    he..he..kayaknya aku setuju sama pendapatnya eh maaf bener namanya santri gundul? yaa.. sih cuma mau biar tahu hinjaunya rumput tetangga aja pakai bawa-bawa agama, yang alasan daripada zinalah , yang alasan jatuh cintalah yang lebih parah sok-sok mulia dan pahlawan mau membimbing seorang muallaf…ha..ha… bayangin, semua yang namanya laki-laki dengan alasan-alasan konyol seperti itu , terus kawin siri , berpoligami tanpa peduli telah menyakiti hati istri dan anak-anaknya dan parahnya tanpa bersalah karena merasa menjalankan sunah nabi …saatnya untuk direnungkan kaum lelaki…ini tak cuma lantaran dibolehkan oleh agama tapi masalah hati…bisa terima kalau dengan alasan yang sama istri tercinta anda melakukan hal yang sama?……

    ======================
    :: Maaf mbak, keknya salah. Kang Oleng itu memang mirip dengan nickname Oklek punya Kang Santri Gundul, tapi menurut pengakuannya mereka orang yang berbeda. Emang ada kemiripan sih, sama-sama ngga bisa tegak, oleng mulu dan oklek-oklek.

    Tapi ulasan mbak itu bener 100%, memang kaum lelaki yang poligami itu manusia yang egois, tidak empati, tidak bisa menghargai perasaan istrinya. Coba kalau istrinya yang poliandri, apa dia juga mau mengijinkan.
    Tapi…. kalau ada permasalahan pada kelakuan, sifat dan sikap istrinya… mmmm… mmmm… entar saya pikir dulu salah atau benar ya… :roll:

    ======================

  39. v-ry says:

    mas au pngen nkh siri…tp wali dri pihk cwe q gak mau nikahin gmn toh iki?

    ======================
    :: Sepertinya sih memang perlu nikah siri. Tapi lebih baik lagi kalau mendapat restu dari para wali. ;)
    ======================

  40. sy says:

    sy mengalami hal ini, bisa tahu no hp wali hakim!

    ======================
    :: Dulu sempat saya simpan, tapi ternyata udah ngga ketemu lagi. Sorry ya. :sad:
    ======================

  41. wijie says:

    gimana kalo seorang laki 2 ingin menikah dengan wanita yang bersetatus janda nikah siri. ada hukum nya gak tentang itu ? thaks buat jawaban nya>

    • Lambang says:

      Jawabannya ada dua versi mas, karena masalah nikah siri ini masih kontroversi.

      Versi pertama, jika nikah siri itu tidak dibenarkan oleh agama, maka nikah siri yang pernah dilakukan oleh wanita itu dianggap tidak sah sehingga status dia bukan janda, tetapi non-janda. Ini bisa dinikah (bukan nikah siri) dan aturannya berlaku seperti biasa.

      Versi kedua, jika nikah siri itu diperbolehkan oleh agama, maka statusnya dianggap sama dengan nikah non-siri, sehingga aturan cerainya seseorang juga mengikuti aturan biasa, misalnya karena ditinggal lebih dari tiga bulan tanpa nafkah lahir dan bathin, atau mengalami KDRT, atau sudah ditalak tiga dan lain-lain.

      Sebetulnya terserah pada para pelaku perkawinan ini, menganggap nikah siri itu halal atau haram.

      Bedanya nikah siri atau tidak, hanya pada masalah wali. Apakah wali itu orang yang selama ini bertanggung-jawab terhadap kehidupan si wanita atau tidak. Kalau sang wali itu hanya si penghulu, atau orang lain yang kenal dengan si wanita, atau keluarga jauh dari si wanita, secara logika jelas aneh, apa perlunya dia menjadi wali? Apakah hanya sekedar ngakali Tuhan dengan menghadirkan wali ngasal? Kalau hanya untuk ngakali, lebih baik tanpa wali sama sekali.

      Adanya wali itu sebetulnya untuk memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa sang wali sekarang sudah melepaskan tanggung jawabnya mengurus si wanita tersebut, dan menyerahkan tanggung jawabnya kepada sang suami.

      Mudah-mudahan bisa menjawab dan lebih bagus kalau ditanyakan kepada KUA setempat.

  42. brama says:

    mas saya mau nikah siri soalnya saya masih kerja kontrak jd dilarang menikah,saya mau tobat ga mau bwt dosa trus,biar ga nutp rjki,bs ga minta no telp penghulu beneran yang mau nikahin saya,biayanya brp?makasih banyak y mas!info dr mas sangat berguna

  43. Lambang says:

    Nomor yang dulu saya simpan sudah hilang. Tadi saya coba Gugel, dapet data lama tahun 2007:

    August 20th, 2007 | Author: edy
    ——————————-
    Menikahkan Pasangan Muslim secara Siri / KUA. Rahasia Terjamin. Juga membantu pengurusan Buku Nikah dan Akte Kelahiran.
    Info Hub: EDY, Telp: 021-99491275 / 021-71585639 (24 Jam / Untuk Luar Jakarta Bisa SMS).
    Email: info_nikah@yahoo.com, ID YM: info_nikah

    Atau bisa juga menggunakan nomor yang ada di gambar samping ini, diambil dari Politikana.

    Silahkan cek kembali nomor tersebut, apakah sudah alih profesi atau belum.
    Dan mohon dikonsultasikan dulu ke ustadz (kalau bisa yang alumnus IAIN atau Paramadina) apakah nikah siri itu sesuai dengan hukum agama atau tidak.

  44. aji says:

    mas lambang, yg 400 rb dijamin aman lengkap itu dimana ya?

    • Lambang says:

      Lha kuwi, ada nomor telpnya di gambar komen atas itu. 400 ribu itu waktu Maret 2009 dan bukan di nomor itu, tapi sekarang nomornya sudah hilang. Ngga tahu sekarang berapa biayanya. Mungkin sudah naik jadi 600-an. :)

  45. m4stono says:

    hihihi mas lambang itu ternyata propesinya jadi pengulu nikah siri to…hihihihi….mbulaaayuuu

  46. Lambang says:

    Tadi saya tuh penasaran. Tak cek kata kunci “jasa nikah siri”, eh jebule blog ini ada di posisi ketiga. Pantesan pada nyasar ke sini… :mrgreen:

    Sekalian aja tak tambahin kata kunci dan internal link biar masuk di posisi puncak. :)

  47. sikapsamin says:

    Kalau yang dinikahkan Public-Figure, Konglomerat, apa taripnya beda dengan saya yg cuma kelas PKL mas Lambang. Disamping kelas PKL juga grup blogger paling setia juga, pasti dpt diskon juga.
    Pokoknya nti tak bantu woro-woro deh…sssiiippp wis

  48. Lambang says:

    Sepertinya ini memang peluang bisnis yang bagus mumpung hasil search engine masih di atas.

    Lagi mikir-mikir gimana kalau menjadi marketing manager dari para penyedia jasa nikah siri itu.

    Jadi kalau ada public figure atau konglomerat yang berniat untuk menggunakan jasa nikah siri atau tanya-tanya cara nikah siri dan syarat nikah siri, cukup menghubungi nomor HP dan email saya. Paket yang disediakan sangat lengkap. Mulai dari mencarikan calon sesuai dengan spesifikasi, modifikasi sesuai permintaan, pelatihan kepribadian sang calon (via John Robert Powers), pelatihan berbagai aksi dan gaya mutakhir, penyediaan sarana dan prasarana, termasuk on-call replacement service kalau ternyata ada cacat produk atau tidak sesuai dengan spesifikasi.

    Hehe… on-call replacement service itu yang sangat menarik. :D

    Ah, bener-bener pikiran yang nggladrah… ;)

    • lovepassword says:

      Wah lha ini, malah jadi konsultan nikah siri untuk konglomerat…

      ======================
      :: Hehe… lagi nyari peluang bisnis dalam kondisi pikiran nggladrah. Sekalian mendukung program pemerintah untuk pemerataan pendapatan karena jumlah kaum pria lebih sedikit dari kaum wanita. :D
      ======================

  49. zha says:

    mas klo mo nikah sirih tp wali dr mempelai wanita gak ada,,bs digantikan dgn teman atau kerabat dekat gak..???
    pa nikah sirih harus pake penghulu mas..???

    ======================
    :: Masak iya mas ngga ada wali sama sekali dari calon mempelai wanita? Bapak, Ibu, saudara, saudaranya Bapak dan Ibu, saudara satu Kakek dan Nenek. Mestinya masih ada, kecuali sang calon bener-bener sudah yatim piatu dan sama sekali tidak mempunyai saudara satupun.

    Nikah siri itu pakai penghulu, hanya saja saksi dari pihak wanita yang biasanya digantikan dengan teman atau kerabat. Kalau menikah dengan janda, tidak perlu wali karena sang janda sudah berhak untuk mewakili dirinya sendiri. Silahkan cross-check lagi dengan hukum agama yang berlaku, barangkali saya salah memberikan pendapat.
    ======================

  50. Otan says:

    waaaaah, menarik n, sebenarnya saya pingen banget nikah siri, ada beberapa hal yang tak dapat saya uraikan disini, saya tidak mau mencari alasan yang akan membuat pasangan saya “berontak” dengan alasan saya, tapi karena satu dan lain hal maka saya harus menikah lagi, tapi saya tak ingin meninggalkan “pasangan lama” saya tersebut, hal ini karena saya tak ingin membuat “petaka” moral dan imajenier terhadap putra-putri saya, tapi calon pasangan saya menolak mnenikah siri, tapi dia sangat mencintai saya sepenuh jiwanya, ya sepenuh jiwanya,,,,,,,,,,,,,,,

    ======================
    :: Yah begitulah… problem manusia selalu ada saja dan tidak pernah habis. Yang penting bisa mencari solusi terbaik dan tidak ada pihak manapun yang merasa dirugikan baik secara langsung maupun tidak langsung, secara moril maupun materiil. :)
    ======================

  51. Otan says:

    saya mau nanya nih, apakah sah kalau nikah siri tidak dihadirkan saksi (dalam hal ini hanya disetujui oleh adik kandung laki2 pihak perempuan/wali sahnya), saksi sangat setuju tapi tak bisa hadir karena kejauhan, saksi ini 100% merupakan adik kandung pihak wanita, saksi bersedia memberikan kesaksian lewat telpon saat menikah, dan apakah pernikahan ini sah menurut agama?

    ======================
    :: Saksi dari pihak perempuan ini seharusnya merangkap sebagai wali. Urutan wali adalah ayah, atau pria kakak kandung, atau pria adik kandung, atau pria saudara ayah.

    Kalau yang ada hanya pria adik kandung, ya sah-sah saja, asalkan ayah sudah tidak ada dan kakak kandung pria juga tidak ada. Masalahnya soal lewat telepon itu. Jaman agama turun dulu, belum ada telepon, CCTV atau teleconference. Jadi kehadiran wajah atau suara secara maya itu apakah bisa dianggap sah atau tidak, perlu diputuskan oleh orang-orang yang biasa membuat penafsiran ayat atau fatwa. Saya tidak berkompeten untuk menjawab boleh atau tidak.

    Menurut pendapat pribadi saya, yang diperlukan adalah persetujuan dari wali calon mempelai wanita. Mau setuju lewat telepon, CCTV atau teleconference, yang penting setuju. Kehadirannya ngga penting. Gimana kalau adik kandung itu sedang dirawat di rumah sakit dan penuh selang infus + oksigen? Apa harus dihadirkan juga? Nah ini yang menjadi dasar pertimbangan saya. Yang penting persetujan lisan itu adalah nyata pada saat ini, bukan rekaman 5 tahun yang lalu misalnya. Saran saya, gunakan alat perekam untuk merekam persetujuan via telepon itu. Jangan sampai menjadi masalah di kemudian hari. Sekali lagi perlu saya sampaikan, ini hanyalah pendapat pribadi, jangan dianggap sebagai kebenaran. Ajaran agama diturunkan bukan untuk menyulitkan umatnya. Selama tidak ada pihak manapun yang dirugikan, saya yakin apapun cara yang kita tempuh pasti diridhoi Allah.

    Semoga Anda berdua selalu mendapat rahmat dan hidayahNya.
    ======================

  52. Otan says:

    amiin,
    terima kasih atas pendapat anda, semoga langkah saya diridhoiNya

    ======================
    :: Semoga pernikahan Anda menjadi langgeng sampai kaken-ninen.
    Salam. :)

    ======================

  53. guswan says:

    Bagaimana pernikahan Rosululloh dengan siti aisyah, apakah syah hukumnya jika pernikahan hanya dengan mengatakan aku restui hubungan kalian dan yang sabar…dari orang tua laki kepada saya dan yang melamar temen saya……

    Mohon petunjuk ; apakah itu sudah dianggap ijab kobul dan saksi bisa tidak diberi tahu ? atau saksi bisa dari ibu kandungnya

  54. fajar says:

    assalamualaikum..
    mas, kalau boleh saya minta alamat dan nomor kontak untuk nikah siri di wilayah jabodetabek.
    saya milih nikah siri karena antara saya dengan calon berbeda daerah, sedang walinya belum menganggap saya cukup bai
    , pak.
    tolong dikirim ke email.

    makasih.

  55. arfian says:

    mas mau tanya minta alamat ato nomer telpon jasa nikah sirih dong…….
    aku ma cewe aku pengen nikah sirih karna udah sling cinta bgeet….dan takut klo terjadi dosa yg lebih besar lg…..

  56. iwan says:

    Ikutan dunk, minta alamat/HP nikah siri daerah Tangerang. Kirim via email ya mas.

    Alasan saya nikah siri dahulu, sebelum nikah via KUA. Calon saya belum siap terus terang ke orang tuanya, krn status saya sudah beristri. Saya mau nikah lagi, karena disamping sudah saling cinta, saya juga ingin membantu kehidupan dia menjadi lebih baik. Saat ini saya bantu dia utk bisa kuliah dan biaya hidupnya semampu saya.

  57. herman says:

    mas aq mo kirimin alamat ma no telponnya donk,
    kirim ke email aq ya

  58. argonz says:

    mas saya mau dong alamat dan nomer telpon untuk jasa nikah siri di sby :)
    serius banget nih

  59. Lambang says:

    Waduh, keknya banyak yang berminat nih. Dulu saya pernah survey acak beberapa alamat jasa nikah siri ini, tapi sekarang datanya sudah tak buang.

    Coba baca komen saya yang ini, disitu ada beberapa alamat lama yang bisa dihubungi.

    Semoga bisa membantu.

  60. dewa says:

    kirimi dong… alamat atw telp jasa nikah siri di surabaya

  61. omega says:

    mas, mau minta alamat ato tlp jasa nikah siri daerah jakarta timur ato bekasi ya.
    enail’in ya mas, tq.

  62. echa says:

    Aq juga mau dong alamat jasa nikah siri didaerah jaksel atau jabodetabek,,, kirim via email yua, thx

  63. lebuy says:

    mas saya mau dong alamat dan nomer telpon untuk jasa nikah siri di jakrta dan bogor :)

    serius banget nih

    kalo bisa secepetnya

  64. dedo says:

    Ass..Mas tolong dong minta alamat jasa nikah siri organizer seperti yg di sebutkan diatas, di kirim ke alamat email saya y..makasih y mas…

  65. anjes says:

    ass..
    mas saya mw donk alamat ma no hp jasa nikah sirih di wilayah cirebon dan sekitarnya.kirim lewt e-mail ya mas.
    makasih ….

    • ade says:

      Mas,
      boleh saya minta alamat organizer nikah sirih dong untuk sejabotabek dan sukabumi. urgent mas…
      tolong kirim ke email saya yaaa
      tks

      ======================
      :: Itu di komen sebelah atas sudah saya cantumkan link-nya… Coba tanya ke ybs itu barangkali punya cabang di Sukabumi.
      ======================

  66. fitratul ismah says:

    kalo harga 400 ribu masih berlaku ngga ? money saya seret sekali

    ======================
    :: Wah… jaman sekarang ada uang ada barang tuh…
    ======================

  67. fitratul ismah says:

    saya juga perlu secepatnya , kasih murah lah untuk saya , takut tambah zina ini ,, tolong reply yaa

  68. anna- says:

    mas…
    cuma mau minta info, mungkin ada info penghulu yg di daerah semarang? thanks-

    ======================
    :: Walah… malah sampai Semarang segala. Hubungi saja nomor yang ada di komen atas-atas itu. Siapa tahu dia mau dipanggil ke Semarang… :)
    ======================

  69. wind says:

    makasih bgt infonya mas…sangat membantu :)

  70. ninna says:

    mas, kalo wali nya ngga ada hubungan darah ga sah ya? kalo ga disetujuin sama sekali sama keluarga kedua belah pihak, kan otomatis ga ada keluarga yg hadir tu.. ga bs ya kalo kayak gt?

    • Lambang MH says:

      Ngga bisa mbak. Tujuan nikah dihadiri oleh keluarga dan kerabat itu kan agar tidak terjadi pergunjingan di kemudian hari karena ada bukti perayaan pernikahannya. Kalau nikah diem-diem ngga ada yang tahu, wajar dong kalau jadi omongan orang. Tapi kalau sudah sanggup hidup mandiri bersama pasangannya, kenapa ngga keluar dari rumah orang tua, lalu menikah di kota lain? Memang ini pilihan yang buruk, tapi itu lebih baik daripada zina.

      • ninna says:

        nah, kalo keluar dari rumah trus nikah siri diluar kota, tapi kan ga ada wali nya.. dengan wali hakim tetap bisa dianggap sah?

  71. mbah khum says:

    mohon info jasa nikah siri n biaya tks,ada seorang istri menikah dgn penjudi hingga terlatarkn,minta cerai tidak di acc laki2nya…..kami berkeinginan menikahiny dgn harapany bisa bahagiain dia n mengobati luka2 hatinya,…mohon tanggap[an rekan2……thanks

  72. bhono says:

    ass,,mas saya mau infonya donk didaerh bogor ada ga?
    coz sya mau nikah sirih sm pasangan sya tp ga dizinin sm ortu saya dngan alasan sy tuh msh kuliah,,pdhl sy sdh pacaran 2th tp ngumpet” tolong infonya ya mas thanks before…krm k email sy ya

  73. ojan says:

    mas minta alamat penghulu nikah siri yang daerah bekasi atau jaktim dong ?? kirim ke email saya ya mas.
    terusnya saya mau tanya mas kalo wali dari perempuan cuma kerabat keluarga tapi saksinya ada adik perempuan yang merupakan sepupu itu boleh ga ? jadi ga ada saksi laki-laki dari pihak perempuan, kira”boleh ga?

  74. ajeng says:

    mas boleh minta email nikah sirih n nomor tlv terbarunya gag?krm k email saya ajh manis_tyyuz@ymail.com

  75. akbar says:

    Ass Wr Wb
    mas saya minta alamat,dan contact nikah siri disurabaya ya,tolong kirim ke email saya
    syarat2nya,dan biayanya juga
    makasi
    Ass Wr Wb

  76. lucky says:

    Mas, tolong klo bisa up todate sekarang mengenai alamat atau no tlp jasa penghulu di jakarta ya mas… Send ke emailku yah. Txs 4 att.

  77. tary says:

    mas sy mau tanya jk sy nikah siri tanpa wali gmn,,soal nya ayah sy sdh tua dn renta,,trus ayah sy ank tunggal,,dn sy pnya saudara perempuan smua,,gmn itu mas,,pa hrs wali hakim gtu yea,,sy mnta nmr hp nya mas,,dn biaya tuk nikah siri jg,,dtunggu ya mas,,,

  78. ustad robbany says:

    nikah siri yg bertujuan karena takut sama ALLOH hub kami,,insyaalloh kami bantu,,ustad roobany 02260017199

    • Haryanto says:

      Assalamuallaikum P’Ustad Robbany, mohon bantuan sy mau menikah siri sesuai dgn ajaran agama islam.. tolong berikan informasi persyaratan , biaya dan alamat pelaksanaannya,
      Email: ray_haryanto@ymail.com
      atau sms ke 0818132286
      terima kasih..

  79. diambangkoma says:

    mas,tlong di jelasin lebih detil..
    dan brpa biaya nya dan bagaimana prosedur nya?
    terima kasih..

  80. Nana says:

    Assalamualaikum,
    Mohon dibantu info alamat dan no. telpon untuk bantu nikah siri di Jakarta.Tong kirim ke email saya, beserta syarat2 dan biaya, jika ada. Karena setelah memperoleh info pengalaman dari teman2, akan lebih cepat dapat visa ke negara calon suami jika apply fianceevisa, tapi kami tetap mau semuanya halal di mata Allah.

  81. riski says:

    mas saya mohon petunjuk, ada temen saya masih pacaran tp hubungannya blm dapet restu dr ortu mereka,
    mereka takut akan dosa, apakah mereka bisa menikah tanpa wali asli dr ortu, (tanpa ortu mengetahui) mohon petunjuk?
    untuk daerah bandung!

  82. riski says:

    mas saya serius!
    kl mas ga kasih petunjuk berarti mas membiarkan dosa terjadi!
    untk yg masalah peribadi kirim via email saja!
    terima kasih!

  83. bayu says:

    maz, tlg minta alamat yang bisa menikahkan siri di daerah jabodetabek dan bandung.
    tlg reply maz

  84. david says:

    mas saya dari bandung minta alamt ato no tlp jasa nikah siri daerah bandung ya ……
    buget saya Rp. 600.000 an cukup ga ???
    Ini e-mail dan no tlp saya :
    davidbayu26@yahoo.com
    087 821 522 489

    mohon bantuannya …
    nuhun

  85. gw mau nikah siri nieh BOSS :)

  86. nikah says:

    ada no kontak utk nikah siri di bandung. kalao bisa skalian dengan harganya. trims

  87. Hakim says:

    alhamdulillah komentarnya bagus2 banget, tapi saya lebih baik nikah siri dr pd zina apapun alasannya. dan waktu itu saya nikah siri lewat jasa Ust H Reza Pahlevi S.Ag tlp nya 085718881600 dan menurut saya sdh pas dan sesuai banget dengan syariat Islam

  88. dian says:

    betul mending nikah siri aja dr pada pacaran pegang2an sampai zina akhirnya hamil duluan bikin malu islam aja. jangan jadi munafik lah kita kalo di ajak makan babi atau anjing kita ogah tapi kalo zina kita doyan hehehehe sama aja tau haram haram juga

  89. syarif hidayat says:

    berbicara soal wali saya pernah bertanya kepada Ust H Reza Pahlevi beliau panjang lebar menjelaskannya, nah dari situ saya yakin akhirnya saya nikah siri via Ust H Reza bulan lalu di surabaya dan saya yakin itu sesuai dengan syariat Islam

  90. Ust H Reza Pahlevi S.Ag says:

    Jasa Penghulu Nikah Siri, Untuk menghindari zina, sesuai dengan syariat Islam, rahasia di jamin, bisa datang ketempat, hub Ust H Reza Pahlevi S.Ag tlp 085718881600 atau via whats up. “Jangan Dekati Zina sesungguhnya itu ( zina ) adalah perbuatan yg hina dan seburuk buruknya jalan”

  91. syahroni says:

    Assalamualaikum Ust Reza saya mau nikah siri, untuk menghindari zina posisi saya di kalimantan timur, apa saja syaratnya dan brp biayanya

  92. bali tour says:

    Terima kasih atas informasinya

  93. agung says:

    Alhamdulillah saya sdh menikah siri lewat jasa Ust H Reza Pahlevi

  94. widi says:

    Syukron Katsiron Ust H Reza Pahlevi

  95. lina says:

    Untuk jelasnya silakan buka : rpvlevi@gmail.com

  96. Ust H Reza Pahlevi S.Ag says:

    Nikah Yuk
    Kenapa Masih Menunda Menikah: Beberapa kali saya bertanya kepada anak-anak muda perkotaan, yang di mata saya tampak sudah dewasa dan mandiri. Mereka telah lulus kuliah dan bekerja di suatu perusahaan. “Mengapa anda tidak segera menikah, sementara usia anda telah dewasa dan anda juga sudah memiliki penghasilan?”
    “Saya belum memiliki pekerjaan tetap”.

    “Saya belum memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga”.

    “Saya belum memiliki investasi yang memadai”.

    “Saya belum mampu membiayai hidup saya sendiri. Saya khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan nafkah keluarga nantinya”.

    “Saya belum siap secara ekonomi….”
    Itulah sejumlah alasan yang dikemukakan sehingga merasa diri absah untuk tidak segera melaksanakan pernikahan. Ada perhitungan yang sangat matematis mengenai hidup, bahwa biaya-biaya hidup itu linear, kalau satu orang hidup memerlukan uang satu juta rupiah sebulan, maka dua orang berarti dua juta, kalau empat orang berarti empat juta rupiah. Ia merasa belum mampu membiayai hidupnya sendiri, maka dipikirnya akan sangat memberatkan apabila ia harus menikah dan menghidupi keluarga.
    Gaya Hidup Sinetron
    Gambaran hidup seperti apa yang mereka bayangkan? Sinetron sering mengajarkan hidup yang glamour, mewah dan tiba-tiba kaya. Seorang anak muda yang tidak diceritakan bagaimana sejarah dan usahanya, tiba-tiba tampak digambarkan mengendarai mobil mewah, tinggal di rumah tingkat yang luas dan megah, berganti-ganti pasangan, dan lain sebagainya. Apakah kita sekarang tengah hidup di dunia sinetron? Membayangkan menjadi pelaku dalam sebuah sinetron dengan segala kemewahan material yang tidak masuk akal itu?
    Tiba-tiba anak-anak muda itu dicekam oleh rasa takut yang amat sangat, bagaimana hidup nantinya jika tidak memiliki cukup materi. Mereka merasa gagal hidup bahagia sejak dari awalnya, hanya karena belum memiliki investasi yang mencukupi untuk menghadirkan kemewahan-kemewahan yang diinginkan. Untuk itulah pernikahan dianggap belum layak dilaksanakan saat ini. Nantilah kalau telah punya rumah sendiri. Nanti sajalah kalau sudah punya mobil Ferrari sendiri. Nantilah kalau tabungan sudah lebih dari mencukupi.
    Masyarakat kita terlanjur meletakkan ukuran-ukuran serba-materi dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan dan kegagalan tolok ukur utamanya adalah materi. Perbincangan publik berkisar pada aspek-aspek material, dan masih terpaku hanya pada sisi itu saja. Wajar kalau kemudian berpengaruh secara amat kuat pada mentalitas anak-anak muda, ketika akan memutuskan menikah pikiran pertama kali adalah ketersediaan dana dalam jumlah yang cukup bahkan berlebih.
    Orang tua dan masyarakat turut memberikan pengaruh tatkala mereka menuntut “pekerjaaan tetap” dan “gaji tetap” kepada calon menantu laki-laki yang datang melamar anak perempuannya. Mereka menanyakan, apa pekerjaan tetapnya, berapa gaji per bulannya, bagaimana nanti memberikan makan isteri dan anaknya? Pertanyaan yang mengarahkan kepada orientasi dan jawaban-jawaban serba-materi.
    Tentu saja pertanyaan di atas tidaklah salah, sebab materi memang diperlukan untuk menjalankan kehidupan. Pertanyaan tersebut sah dan benar semata. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah apabila dampak dari pertanyaan dan orientasi materi itu menyebabkan terhambatnya proses pernikahan. Anak muda merasa takut untuk melangkah menuju pernikahan karena belum cukup memiliki jawaban untuk menghadapi pertanyaan calon mertua yang “seperti itu”.
    Akhirnya mereka memilih menunda-nunda pernikahan dengan memperpanjang masa pacaran. Dampaknya akan sangat buruk terhadap mereka, karena tidak mampu lagi menjaga gejolak syahwat.
    Materi telah berubah menjadi berhala. Seakan-akan materilah yang membuat orang menjadi berbahagia atau celaka. Seakan-akan materi yang menjadi jaminan kebaikan hidup. Berhala materialisme itu disebarkan sebagai sebuah keniscayaan, membuat orang tunduk di hadapannya, takluk tanpa bisa melawan. Membuat masyarakat mengikuti keinginan dan tuntutannya.
    Mengapa mau menyerah dan tunduk kepada gaya hidup sinetron?
    Miliki Visi
    Pernikahan akan berhasil apabila anda memiliki visi yang jelas dan terang benderang dalam kehidupan. Menikah bukan persoalan usia, atau ketersediaan materi, atau sarana kehidupan pada umumnya. Yang sangat penting adalah visi yang kuat dalam diri anda, untuk apa anda berumah tangga, untuk apa anda berkeluarga, untuk apa anda melaksanakan pernikahan?
    Jika anda memiliki visi ibadah, maka akan memberikan kekuatan pondasi yang menjadi modal utama dalam kehidupan rumah tangga anda nantinya. Niatkan dengan sangat kuat, bahwa pernikahan adalah ibadah, sebagai sarana melaksanakan ketaatan kepada Tuhan dalam kehidupan. Berbagai persoalan dan permasalahan dalam hidup berumah tangga yang nantinya pasti akan dijumpai, dengan sangat mudah anda lewati bersama pasangan, kika anda meletakkan ibadah sebagai pondasi pernikahan.
    Menikah bukan semata-mata melampiaskan syahwat kepada pasangan hidup. Menikah tidak semata-mata menyalurkan hasrat biologis, atau sekedar mengikuti instink kemanusiaan. Lebih dari itu, menikah adalah langkah pasti meretas sebuah peradaban kemanusiaan yang luhur dan mulia. Menikah adalah gerbang memasuki jati diri kemanusiaan yang utuh dan bermartabat. Menikah adalah sarana untuk menguatkan peran-peran sosial dalam kehidupan, bahwa hidup kita tidak sekedar untuk urusan diri sendiri.
    Kalahkan orientasi materi dengan kejelasan visi. Enyahkan berbagai ketakutan dan kegalauan hati akibat merasa kekurangan materi, perkaya diri dengan kekuatan visi. Menikahlah dengan visi yang jelas dan benar tentang hidup berumah tangga, bermasyarakat, dan berperadaban. Insyaallah hidup anda akan bahagia

    JASA PENGHULU NIKAH SIRI
    Jasa Penghulu Nikah Siri untuk menghindari zina hub Ust H Reza Pahlevi S.Ag 085718881600 atau chat via whats up

  97. Ust H Reza Pahlevi S.Ag says:

    Jasa Penghulu Nikah Siri, Untuk menghindari zina, sesuai dengan syariat Islam, rahasia di jamin, bisa datang ketempat, hub Ust H Reza Pahlevi S.Ag tlp 085718881600 atau via whats up. “Jangan Dekati Zina sesungguhnya itu ( zina ) adalah perbuatan yg hina dan seburuk buruknya jalan”

  98. sulis says:

    Ngga salah deh kalo buat nikah siri Ust H Reza Pahlevi tempat yg benar

  99. gorgon says:

    Jasa Penghulu Nikah Siri untuk menghindari zina, sesuai dengan syari’at Islam Ahlussunnah wal jama’ah. hub Ust H Reza Pahlevi SAg tlp 085718881600 atau chat via what’s up. Syarat mudah dan Rahasia terjamin dan dapat di panggil ke tempat. seperti hotel atau apartemen.
    Ingat :
    ” Jauhi Ma’siat Nikah lebih baik dr pd Zina ”
    sudah banyak yang datang ke sini mulai dari artis dan pejabat, bahkan dari negara2 tetangga seperti malaysia, Singapore, dll. pokoknya di jamin sah dan benar benar sesuai dengan syariat islam

  100. Ust H Reza Pahlevi S.Ag says:

    Jasa Penghulu Nikah Siri untuk menghindari zina, sesuai dengan syari’at Islam Ahlussunnah wal jama’ah. hub Ust H Reza Pahlevi SAg tlp 085718881600 atau chat via what’s up. Syarat mudah dan Rahasia terjamin dan dapat di panggil ke tempat. seperti hotel atau apartemen.
    Ingat :
    ” Jauhi Ma’siat Nikah lebih baik dr pd Zina ”
    sudah banyak yang datang ke sini mulai dari artis dan pejabat, bahkan dari negara2 tetangga seperti malaysia, Singapore, dll. pokoknya di jamin sah dan benar benar sesuai dengan syariat islam

  101. Ust H Reza Pahlevi S.Ag says:
  102. Ust H Reza Pahlevi S.Ag says:

    WALI PERNIKAHAN
    MENURUT IMAM MAZHAB

    A. Pengertian Wali dalam Pernikahan
    Secara bahasa, wali bisa berarti rasa cinta (mahabbah) dan pertolongan (nushrah), bisa juga berarti kekuasaan (sulthah) dan kekuatan (qudrah). Ini berarti, seorang wali adalah orang yang menolong atau orang yang memiliki kekuasaan. Sedangkan menurut istilah, kata “wali” mengandung pengertian orang yang menurut hukum (agama, adat) diserahi untuk mengurus kewajiban anak yatim, sebelum anak itu dewasa,… pihak yang mewakilkan pengantin perempuan pada waktu menikah (yaitu yang melakukan janji nikah dengan pengantin pria).[1]
    Sedangkan Abdurrahman Al Jaziry mengatakan tentang wali dalam Al Fiqh ‘ala Mazaahib Al Arba’ah :
    “Wali dalam nikah adalah yang padanya terletak sahnya akad nikah, maka tidak sah nikahnya tanpa adanya (wali)”.
    Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil suatu pengertian bahwa wali dalam pernikahan adalah orang yang melakukan akad nikah mewakili pihak mempelai wanita, karena wali merupakan syarat sah nikah, dan akad nikah yang dilakukan tanpa wali dinyatakan tidak sah.

    B. Macam-macam Wali Pernikahan
    1. Wali Nasab
    Wali nasab adalah wali nikah karena adanya hubungan nasab dengan wanita yang akan melangsungkan pernikahan. Tentang urutan wali nasab, terdapat perbedaan pendapat.[2]
    Imam Syafi`i memegangi keashabahan. Beliau berpendapat bahwa anak laki-laki tidak termasuk ashabah seorang wanita.[3] Menurut Imam Syafi`i, suatu pernikahan baru dianggap sah, bila dinikahkan oleh wali yang dekat lebih dulu. Bila tidak ada yang dekat, baru dilihat urutannya secara tertib. Maka selanjutnya bila wali jauh pun tidak ada, maka hakimlah yang bertindak sebagai wali.
    Imam Abu Hanifah mengemukakan, semua kerabat si wanita itu, baik dekat maupun jauh dibenarkan menjadi wali nikah.[4]
    Imam malik berpendapat keluarga dekat lebih berhak untuk menjadi wali. Selanjutnya beliau mengatakan anak laki-laki sampai ke bawah lebih utama, kemudian ayah sampai ke atas, kemudian saudara laki-laki seayah seibu, kemudian saudara laki-laki seayah saja, kemudian anak laki-laki dari saudara-saudara laki-laki seayah seibu, kemudian anak laki-laki dari saudara-saudara lelaki seayah saja, lalu kakek dari pihak ayah, sampai ke atas.
    Al-Mughni berpendapat bahwa kakek lebih utama daripada saudara laki-laki dan anaknya saudara laki-laki, karena kakek adalah asal, kemudian paman-paman dari pihak ayah berdasarkan urutan saudara-saudara lelaki sampai ke bawah, kemudian bekas tuan (Almaula), kemudian penguasa.

    2. Wali Hakim
    Wali Hakim adalah wali nikah dari hakim atau qadhi. Orang-orang yang berhak menjadi wali hakim adalah: kepala pemerintahan, Khalifah (pemimpin), Penguasa atau qadhi nikah yang diberi wewenang dari kepala Negara untuk menikahkan wanita yang berwali hakim.
    Apabila tidak ada orang-orang tersebut, maka wali hakim dapat diangkat oleh orang-orang terkemuka dari daerah tersebut atau orang-orang `alim.
    Bila ayah atau keluarga dekatnya tidak ada, maka Raja atau Amir atau penguasa dapat menjadi walinya. Ada suatu kasus seoran wanita menemua Nabi SAW dan meminta dirinya untuk dinikahkan, lalu dia dinikahkan dengan seorang lelaki yang bahkan tidan dapat membayar mahar karena miskinnya. Pada waktu itu tidak ada Wali dari keluarganya (Ayah atau keluarga lainnya), karena dia telah cukup dewasa untuk memahami proses “pros dan cons” dari tindakan itu[5].
    Adanya wali hakim apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:
    1) Tidak ada wali nasab.
    2) Tidak cukup syarat-syarat pada wali aqrab dan wali ab`ad.
    3) Wali aqrab gaib atau pergi dalam perjalanan sejauh ± 92,5 km atau dua hari perjalanan.
    4) Wali aqrab dipenjara atau tidak bisa ditemui.
    5) Wali aqrabnya adol.
    6) Wali aqrabnya mempersulit.
    7) Wali aqrab sedang ihram.
    8) Wali aqrabnya sendiri akan menikah.
    9) Wanita yang akan dinikahkan gila, tetapi sudah dewasa dan wali mujbir tidak ada.[6]

    3. Wali Tahkim
    Wali Tahkim, yaitu wali yang diangkat oleh calon suami dan atau calon istri. Adapun cara pengangkatannya (cara tahkim) adalah: calon suami mengucapkan tahkim, “Saya angkat Bapak/Saudara untuk menikahkan saya pada si … (calon istri) dengan mahar … dan putusan Bapak/Saudara saya terima dengan senang.” Setelah itu, calon istri juga mengucapkan hal yang sama. Kemudian calon hakim itu menjawab, “Saya terima tahkim ini.”.
    Wali tahkim terjadi apabila:
    1) Wali nasab tidak ada,
    2) Wali nasab gaib atau bepergian sejauh dua hari perjalanan serta tidak ada wakilnya di situ,
    3) Tidak ada qadi atau pegawai pencatat nikah, talak, dan rujuk (NTR).

    4. Wali Maula
    Wali maula, yaitu wali yang menikahkan budaknya, artinya majikannya sendiri. Laki-laki boleh menikahkan perempuan yang berada dalam perwaliannya bilamana perempuan itu rela menerimanya. Perempuan di sini yang dimaksud terutama adalah hamba sahaya yang berada di bawah kekuasaannya.
    Dalam hal boleh tidaknya majikan menjadi wali sekaligus menikahkannya dengan dirinya sendiri, ini ada beberapa pendapat.
    Imam Malik berkata :
    “Andaikata seorang janda berkata kepada walinya nikahkanlah aku dengan lelaki yang engkau sukai, lalu ia nikahkan denga dirinya sendiri, atau lelaki lain yang dipilih oleh perempuan yang bersangkutan, maka sah lah nikahnya walaupun calon suaminya itu tidak dikenal sebelumnya.” Pendapat senada juga disebutkan oleh Imam Hanafi, Lais, Sauri dan Auza`i.

    Sedang Imam Syafi`i mengatakan :
    “Yang menikahkannya haruslah hakim atau walinya yang lain, baik setingkat dengan dia atau lebih jauh. Sebab wali termasuk syarat pernikahan. Jadi pengantin tidak boleh menikahkan dirinya sendiri sebagaimana penjual yang tidak boleh membeli dirinya sendiri.”.

    Ibnu Hazm tidak sependapat dengan Imam Syafi`i dan Abu daud, ia mengatakan bahwa kalau dalam masalah ini diqiyaskan dengan seorang penjual tidak boleh membeli barangnya sendiri adalah suatu pendapat yang tidak benar. Sebab jika orang dikuasakanuntuk menjual suatu barang lalu membelinya sendiri, asal ia tidak melalaikan maka hukumnya diperbolehkan. Ia beralasan dengan sebuah Hadis yang diriwayatkan dari Anas r.a.:
    “Sesungguhnya Rasulullah SAW. telah memerdekakan Sofiyah lalu dijadikan istri dan pembebasannya dari perbudakan menjadi maharnya, serta mengadakan walimahnya dengan seekor kambing,” (HR. Bukhari)

    C. Pendapat Ulama Tentang Perwalian Dalam Pernikahan
    1. Imam Syafi’i
    Menurut imam Syafi’i, kehadiran wali menjadi salah satu rukun nikah, yang berarti tanpa kehadiran wali ketika melakukan akad nikah perkawinan tidak sah. Bersamaan dengan ini, Imam Syafi’i juga berpendapat wali dilarang mempersulit perkawinan wanita yang ada di bawah perwaliannya sepanjang wanita mendapat pasangan yang sekufu. Dasar yang digunakan imam Syafi’i adalah :
    “Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah : 232)

    Surat An-Nisa:
    “Dan Barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), Maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S.An-Nisa : 25)

    “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. (Q.S. An-Nisa : 34)

    Menurut Imam Syafi’i bapak lebih berhak menentukan perkawinan anak gadisnya. Hal ini didasarkan pada mafhum mukhalafah dari hadits yang menyatakan “janda lebih berhak kepada dirinya”. Sehingga menurut Syafi’i izin gadis bukanlah satu keharusan tetapi hanya sekedar pilihan. Adapun perkawinan seorang janda harus ada izin secara tegas dari yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada kasus al-khansa’a.

    2. Imam Maliki
    Imam Maliki mengharuskan izin dari wali atau wakil terpandang dari keluarga atau hakim untuk akad nikah. Akan tetapi tidak dijelaskan secara tegas apakah wali harus hadir dalam akad nikah atau cukup sekedar izinnya. Meskipun demikian imam malik tidak membolehkan wanita menikahkan diri-sendiri, baik gadis maupun janda.
    Mengenai persetujuan dari wanita yang akan menikah, imam malik membedakan antara gadis dengan janda. Untuk janda, harus terlebih dahulu ada persetujuan secara tegas sebelum akad nikah. Sedangkan bagi gadis atau janda yang belum dewasa dan belum dicampuri suami, maka jika bapak sebagai wali ia memiliki hak ijbar. Sedangkan wali diluar bapak, ia tidak memilki hak ijbar.

    3. Imam Hambali
    Ibnu Qudamah dari Madzhab Hambali menyatakan, wali harus ada dalam perkawinan (rukun nikah), yakni harus hadir ketika melakukan akad nikah. Menurutnya hadits yang mengharuskan adanya wali bersifat umum yang berarti berlaku untuk semua. Sedangkan hadits yang menyebutkan hanya butuh izin adalah hadits yang bersifat khusus. Sehingga yang umum harus didahulukan dari dalil khusus.
    Ibnu Qudamah berpendapat adanya hak ijbar wali untuk menikahkan gadis yang belum dewasa, baik wanita tersebut senang atau tidak, dengan syarat sekufu. Sedangkan menurut Ibnu Qayyim, persetujuan wanita harus ada dalam perkawinan.

    4. Imam Hanafi
    Imam Abu Hanifah, Zufar, Asy Sya`bi dan Az-Zuhri berpendapat bahwa apabila seorang perempuan melakukan akad nikah tanpa wali, sedang calon suaminya sebanding (kufu`), maka pernikahannya boleh.[7]
    Abu Hanifah dan Abu Yusuf malahan mengatakan bahwa wabita yang baligh lagi berakal boleh menikahkan dirinya dan anak perempuannya yang masih belum dewasa (kecil) dan dapat pula sebagai wakil dari orang lain. Tetapi sekiranya wanita itu ingin kawin dengan seorang laki-laki yang tidak kufu, maka wali dapat menghalanginya.
    Para wali juga dapat menghalangi pernikahan, bila maharnya lebih kecil (rendah) dari mahar yang biasanya berlaku (dipandang tidak wajar).
    Sekiranya wanita itu tidak mempunyai wali (dalam kedudukannya sebagai ahli waris) dan yang ada hanya wali hakim saja umpamanya, maka wali itu tidak ada hak untuk menghalangi wanita itu menikah dengan laki-laki yang tidak kufu dan maharnya lebih kecil (rendah) sekalipun, karena wewenang berada di tangan wanita itu sepenuhnya. Kendatipun tidak kufu kufu dan maharnya kecil, tidak ada yang menanggung malu dari keluarganya (walinya).
    Sebagai landasan yang dikemukakan oleh golongan Hanafiyah adalah firman Allah Surah Al-Baqarah ayat 230, yaitu:
    “Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah Talak yang kedua), Maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga Dia kawin dengan suami yang lain. kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, Maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah : 230)

    Kemudian juga firman Allah Surah Al-Baqarah ayat 234

    “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah Para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, Maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (Q.S. Al-Baqarah : 234)

    Menurut golongan ini, ayat pertama dan kedua ditujukan (khitab) kepada suami, buka kepada wali (pendapat jumhur).
    Sedangkan ayat ketiga jelas, bahwa wewenang itu berada pada diri wanita itu. Para wali tidak dipersalahkan (berdosa). Bila si wanita itu bertindak atas namanya sendiri.
    Menurut golongan Hanafiyah, keberadaann wali dalam suatu perkawinan hukumnya sunat.
    Setelah melihat kedua pendapat yang berbeda, maka Abu Tsaur (salah seorang fakih golongan Syafi`iyah) mengemukakan pendapatnya, bahwa suatu perkawinan dilangsungkan sesudah disetujui bersama oleh wanita dan walinya.[8]

    5. Jumhur Ulama
    Salah satu rukun nikah adalah wali. Karena wali termasuk rukun, maka nikah tidak sah tanpa ada wali. Demikian pendapat Jumhur Ulama. Hal ini berarti ada juga pendapat yang memandang sah suatu perkawinan tanpa ada wali. Dasar yang dipergunakan oleh Jumhur Ulama yang berpendapat bahwa perkawinan tidak sah tanpa adanya wali yaitu firman Allah dalam Surah al-Baqarah ayat 232.

    “Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah : 232)

    Apabila seorang wanita ditalak oleh suaminya, maka setelah habis iddah-nya, si wanita itu bolah lagi kawin dengan bekas suaminya (ada ketentuannya sesudah talak tiga/talak baa`in), atau laki-laki lain. Para wali tidak boleh menghalangi atau melarang bila ada kesepakatan antara kedua calon mempelai.[9]
    Ayat di atas menunjukkan, bahwa kedudukan dan keberadaan wali itu memang harus ada bagi setiap wanita dan tidak boleh diabaikan.[10]
    Apabila telah mendapatkan izin dari wali, namun oleh beberapa sebab, (tempat tinggal jauh, dalam tahanan dan sebagainya), wali itu tidak dapat secara langsung menikahkannya, maka hakimlah yang menjadi walinya.
    Demikian juga si wanita tidak boleh mewakilkan kepada seseorang untuk menikahkan dirinya, karena dia tidak mempunyai wewenang untuk itu.
    Menurut Al-Hakim, Hadis istri Rasulullah seperti Aisyah, Ummu Salamah, Zainab mencapai tiga puluh Hadis mengemukakan tentang wali dalam pengertian yang sama, walaupun redaksinya berbeda. Oleh Ibnu Mundzir ditegaskan lagi, bahwa dia tidak melihat salah seorang sahabatpun menyalahinya.
    Di antara sahabat yang berpegang kepada Hadis (tidak sah nikah tanpa wali), adalah Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Abbas, Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ibnu Mas`ud dan Aisyah.
    Dari kalangan Tabi`in, yaitu di antaranya; Sa`iid bin Musayyah, Hasan Bashri, Syuraih, Ibrahim an-Nakha`I, Umar bin Abd. Aziz.
    Selain ulama-ulama tersebut, kita lihat pula; Sofyan As-Tsaury, Auzaai`y, Abdullah ibn Mubarak, Syafi`I, Ibnu Syubramah, Ahmad, Ishak, Ibnu Hazm, Ibnu Abi Laila, At-Thavary dan Abu Tsaur, yang sejalan dengan pendapat mereka dengan para sahabat yang telah disbutkan di atas.[11]

    6. Konsep Perundang-Undangan
    Sedangkan menurut konsep perundang-undangan di beberapa Negara, dapat kita buat beberapa tipologi :
    1) Tunisia : Wali tidak lagi menjadi syarat atau rukun akad nikah

    Jasa Penghulu Nikah siri Ust H Reza Pahlevi S.Ag 085718881600

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s