Kambing Hitam

Hampir dalam setiap kejadian buruk selalu ada sesuatu yang menjadi kambing hitam. Kambing hitam yang saya maksudkan di sini adalah sesuatu penyebab yang masih belum jelas dan pasti.

Kita mulai dari contoh yang paling sederhana seperti kesandung atau keserempet. Biasanya orang lain duluan yang dianggap jadi kambing. Kalau ngga ketemu kambingnya, dilanjutkan lagi dengan introspeksi. Kalau masih ngga ketemu, terpaksa dikaitkan dengan takdir atau Tuhan.

Sering saya dengar ada yang mengatakan, “Ya begitulah mas, barangkali saya memang sudah ditakdirkan begini dari sononya”. Ada juga yang mengatakan, “Mungkin Tuhan sedang menguji kesabaran kita mas.”

Entahlah apa yang mendasari pemikiran mereka sehingga secara tidak sadar menganggap Tuhan sebagai kambing hitam. Mungkin mengacu pada ajaran yang menyatakan bahwa segala sesuatu itu diatur secara detail oleh Tuhan, termasuk pergerakan debu yang beterbangan. Mungkin juga mengacu pada ajaran bahwa manusia itu dilahirkan untuk diuji.

Entahlah.

Dikemas oleh Lambang (LambangMH.wordpress.com)

About these ads

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Kehidupan, Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink.

34 Responses to Kambing Hitam

  1. TJ says:

    hehehehehe benar juga neh. Tapi bagi muslim pola fikir nya agak beda. Pertama harus tawakkal dahulu bahwa semua berasal dari Takdir ALLAH

  2. lovepassword says:

    Tentu saja ada baiknya ada jeleknya.
    Jeleknya ya mungkin sedikit2 melemparkan masalah pada pihak lain. Baiknya ya tidak mudah stress ^_^

    • Nah kalo sakit kepala en stress, ada puyer bintang tujuh. Nah itu manfaat bagi pabrik farmasi adanya puyeng. jadi puyeng adalah kambing hitam yg diputihkan oleh Bintang Tujuh. Kalo Bintang sembilan? nanti malem pas nisfu sya’ban!

      • lovepassword says:

        Kalo kebanyakan minum bintang tujuh bisa nambah stress entar.. Hi Hi Hi

  3. sikapsamin says:

    hi..hi..hi.. Kambing Hitam…
    mau komen malah ingat wedhus-bandotnya simbah. Warnanya hitam, besar/tegap dan berjenggot.

    Tapi begini..ini nglamun…
    Kalau masuk dlm paradigma WOLAK-WALIK ING JAMAN, mungkin ungkapan dikalangan para wedhus barangkali “me-MANUSIA HITAMKAN-kan” Tuhan.
    Rasanya kok lebih halal..eh pas.

  4. Kalo sampeyn ngikuti jalan pikran Leibniz, semua itu ada penjelasannya. Nah penjelasan dari semua penjelasan Leibniz ini mengarah ke optimisme…
    atau
    kalo sampeyan ngikuti skeptisme model Voltaire, ya nggak perlu semua itu ada penjelasannya
    Kedua nya ngga’ ada kambing hitamnya koq. Sepanjang yg saya tau kambing hitam teologis di wacana barat kan dari Nietzche , itu orang marah ma Tuhan….
    atau jika nggak ya baca Kierkegaard yang menganalisa gilanya Abraham menyembelih anaknya, gara2 disuruh Tuhan. Nah ketauan juga Abaraham/Ibrahim berhubungan dengan kambing, warnanya ???? wallhu a’lam!!
    Gak tau juga yg majnun Tuhan, kita, apa Nabi2 ya?

    • Lambang says:

      Kalo mbaca kitab suci dari sisi lain, kadang ketemu yang paradox. Mulai dari Adam dan apel, lalu iblis yang menyelinap tanpa setahu malaikat penjaga, lalu kisah Abraham itu. Ditambah lagi cerita mi’raj, tawar-tawaran jumlah roka’at, lalu screening untuk masuk alam kubur. Bagi yang imannya tinggi, tentu yakin dengan semua itu. Tapi bagi yang pas-pasan, ya cukup disimpan dalam hati saja. Siapa tahu ada kesempatan diskusi dengan Tuhan dan klarifikasi isi kitab.

      • m4stono says:

        huahahahahah….bener mas….

        ntar kalo ketemu tuhan sekalian aja mau klarifikasi kok ada surga dan neraka, kok harus diuji wong kalo tuhan menghendaki kan bisa to masuk surga semua, ntar kalo udah dijawab semua ama tuhan tinggal dibikin resumenya dan dikumpulin paling lambat minggu lusa, kalo gak maka gak lulus mata kuliah bocor alus 3 sks :mrgreen:

      • m4stono says:

        wah gambar butone ra metu….salah nulis imel :lol:

    • Lambang says:

      Lha iya Kang Ton. Bertahun-tahun nyari dosen pembimbing ketemunya cuma tukang mblusukne wae. Padahal udah pingin banget dapet gelar MBA (Magister Bocor Alus) :mrgreen:

  5. G3mbel says:

    kalo menurut saya mah konsep tuhan sentris dan takdir itu adalah upaya simplifikasi permasalahan bagi orang awam agar gak kejangkit sindrom demen mikir, sebab kalo seluruh manusia suka mikir (pencari) pasti gak bakalan ada tuh istilah nabi , rosul , avatar dan semacam nya. dan pasti nya gak bakalan ada agama-agama yg di lembagakan sebab tiap orang punya agamanya sendiri-sendiri. :)

  6. Lambang says:

    Bener juga Mas Gem. Saya pernah baca hadist yang mengatakan bahwa Tuhan menyukai manusia yang berpikiran sederhana. Akibatnya akan muncul paradox baru karena di sisi lain manusia diberi otak yang 5% kapasitasnya saja sudah bisa menghasilkan Einstein. Apalagi kalau bisa lebih. :)

  7. m4stono says:

    huahahaha MBA master bocor alus kok baru kepikiran sekarang yah :lol:

    tapi memang betul kata mas gem kalo berpikiran rumit2 ya ntar punya agama sendiri2 gak perlu lagi nabi dan rosul bahkan gak perlu percaya tuhan kan mending percaya ama diri sendiri to daripada percaya ama yg gak mungkin dijangkau dan belum tentu ada apalagi ketemu :mrgreen: yang penting adalah tidak merugikan orang lain sukur2 bermanfaat…ada lho hadits nya yg mengatakan kalo sebaik baik manusia yg bermanfaat bagi yg lainnya malah bukan orang yg terlalu yakin kepada tuhan tapi merusak :mrgreen:

    • ahmed shahi kusuma says:

      Mastono,
      Ya kalo agama kan sistem sosial yg sangat dipengaruhi kultur. Para resi dan nabi kan muklis (wong sing iklash), tapi administratur agama itu yg bikin jadi AGAMA. Padahal asal mulane yo penghayatan rohani para resi dan Nabi itu. Misale Yesus di Judea, atau Muhammad di Gua Hiro. Poro resi en Nabi gak dapet wahyu, katakanlah waktu jalan2 Ke Tunjungan Plasa atau Lovepassword ke Simpang Lima misale. Lelaku asketik para resi dan Nabi itu mendorong persaan bertuhan atau berkebatinan dalam perspketif Mahavira (Jain)..
      Nah jadi adanya Tuhan atau gak, itu malah “penemuan” berikut dari lelaku semedi itu. Gautama cuek dengan adanya Tuhan, atau malah Yesus yang berijtihad Aku dan Tuhan adalah satu, atau ora ono tuhan kejobo Tuhan iku sendiri kata Muhammad, atau malah kata Mahavira ora ono blas Tuhan.
      Sing penting penghayatan rohani itu membekas dalam kehidupan sehari -hari demi pengamalan daripada pembangunan daripada repelita yang diusahaken , begicu! (yang akhir2 ngaco sori!!)

      • m4stono says:

        lha inilah mas…………….kan yg jadi pertanyaan besar adalah, apakah agama ber merk itu perlu? wong dulu nabi muhammad aja gak pake merk/lembaga kok, mana ada dulu nabi muhammad di ktp nya disebut islam….hihihi, mana ada dulu ormas2 kek NU muhamadiyah dll….kan yg jadi pesan beliau adalah :aku hanya menyampaikan apa adanya, urusan persepsi thd aku dan tuhanku itu urusan masing2 demikian pula dgn orang2 suci lainnya juga begitu……..

        lha sekarang malah lebih aneh lagi, udah menyembah tuhan persepsi dijadikan keranjang sampah pulak tuhannya itu, seolah olah tuhan biang kerok semuanya, padahal tuhannya ya dipikirannya sendiri maka pikirannya menjadi keranjang sampahnya sendiri…..basa gampangnya adalah pingin menjadikan pihak lain kambing hitam tapi ujung2nya ya kena sendiri, salahnya sih gak mau introspeksi diri :mrgreen:

      • Lambang says:

        Ada peneliti luar negeri yang menyimpulkan bahwa hampir semua orang suci selalu berkontemplasi di goa atau daerah pegunungan yang sering mengeluarkan gas alam yang bisa menimbulkan efek halusinasi dan ekstasi. Pada saat asupan gas cukup tinggi, maka pada saat itulah mereka ketemu “Tuhan” dan mendapatkan berbagai kalam ilahi.
        Kalau dugaan itu benar, berarti selama ini jutaan umat telah mengimani imajinasi seseorang.

        Mudah-mudahan penelitian tadi hanyalah imajinasi sang peneliti. :)

      • m4stono says:

        halah itukan hanya penelitian yg dilakukan oleh kaum kafirin yahudi yg disponsori amerika utk melemahkan keimanan kaum muslimin, jangan percaya tuh, dosa lho ntar masuk neraka, emang enak yah dineraka diberi makan buah jakum yg berduri dan minumnya timah panas sotoy mode ON :mrgreen:

      • Lambang says:

        Konon neraka itu panasnya melebihi matahari. Begitu kesenggol langsung lumer. Koq sempet-sempetnya makan dan minum timah panas ya? :roll:

        Mungkin bener juga kata ustadz sebelah, iman itu jangan menggunakan akal, dosa hukumnya. :)

      • m4stono says:

        neraka jahanam itu panasnya ibarat apinya sebesar setengah semut merah ditaruh di gunung maka lumerlah gunung itu, apabila sebesar setengah biji kurma ditaruh diantara langit dan bumi maka gersanglah keduanya tidak ada kehidupan, apabila sebesar biji kurma maka lumerlah langit dan bumi, mungkin mas lambang mau nyoba apinya ditaruh di kuping, enak lho geli2 gimanaaa gitu :mrgreen:

  8. Tul tuh Mas Ton! Introspeksi diri!
    Intro kambingnya spesifikasi diri!
    Pikiran dijadiken keranjang sampah.

    Sering saya dengar ada yang mengatakan, “Ya begitulah mas, barangkali saya memang sudah ditakdirkan begini dari sononya”. Ada juga yang mengatakan, “Mungkin Tuhan sedang menguji kesabaran kita mas.”

    Keknya banyak kita nggak percaya,
    Bahwa manusia telah diberi kuasa,
    Utk bisa menjadi rahmat bagi dunia.

    Keknya juga banyak yg amat percaya,
    Bahwa mengalah itu berarti kalah,
    Tak menang berarti ada kambing hitam.

    Salam Damai to All Brathar!

    • m4stono says:

      hola bradar…..aku dah add fb kok lama gak dikonfirm yah…….. :mrgreen:

    • Lambang says:

      Hai Brat!
      Keknya budaya nrimo atau ngalah memang sudah merasuk di mana-mana. Sampai-sampai agamapun bercampur dengan budaya itu. Padahal kalau para nabi atau para raja juga nrimo, ngga mungkin ada perang Salib atau perang Bubat. Nrimo hanya untuk rakyat. Raja dan nabi boleh tampil beda. :)

      • Haha! Betuljuga tuh! Kita hrs nrimo. Raja dan Nabi boleh tampil beda. Tapi kurasa perhitungan mereka salah, makanya banyak Raja sekarang sudah tak bergigi lagi. Jadi, nrimo itulah yg benar! Orang nrimo itu lebih mudah bahagia dari pada orang bertaring, hehe!

        Salam Nrimo!

  9. Yang-Kung says:

    Mas Lambang sahabatku.
    Daripada ngomongin kambing hitam saya lebih pilih kambing guling,bisa dimakan ramai2 sambil ngobrol sana-sini perutnya juga kenyang.Ha..ha..ha….
    Dalam hidup bersama cara berpikirnya bukan “apa yang baik bagi saya”,tetapi”apa yang baik bagi kita”.Senyuman,sapaan dan sentuhan tidak ada harganya,tetapi nilainya tinggi dan penting untuk membangun persaudaraan,karena itu merupakan ungkapan perhatian,penghargaan dan kasih.
    Manusia memiliki kelebihan dan kekurangan,menerima kekurangannya tanpa menjadi rendah diri,dan menerima kelebihannya tanpa menjadi sombong.
    Masalahnya…,nilai2 moral bangsa ini mulai luntur tidak mau mengakui kekurangannya dan menyalahkan orang lain.Malah menyalahkan Sang Pencipta seperti yg dinyanyikan kang Ebiet-“mungkin Tuhan mulai bosan….terhadap ulah kita….dst”
    Komunitas yang sehat anggotanya menampilkan diri seperti apa adanya dan tidak takut membuat kesalahan,karena tahu dirinya diterima seperti apa adanya,dicintai.

    Salam karaharjan.

  10. Lambang says:

    Iya YangKung. Dalam bermasyarakat yang penting adalah menerapkan sikap tepo sliro dan empati. Lepas dari agama, jabatan maupun strata sosial.

    Salam hangat YangKung.

  11. sikapsamin says:

    Breaking news, breaking news…
    Para hadirin sidang diskusi Kambing Hitam yang saya hormati. Waktu sdh menunjukkan jam 14.00 lewat berarti sdh cukup terlambat utk santap siang. Kami mohon semuanya rehat sejenak utk santap siang…
    Agak terlambat karena saya hrs menambah menu spesial sesuai spesifikasi yang hadir…

    Semua menu terbuat dari Kambing Hitam, sbb:
    1. Kelompok meja sebelah timur a.l.:
    – gulai spt umumnya,
    – tengkleng khas pasar kliwon Sala(karta)
    namun sdh dikenal diseantero JaTeng,
    – tongseng-mercon ala jl.kaliurang-yogya, ini
    kegemaran mas Kumbokarno,
    – soto-sulung ala Gubeng Pojok-Surabaya, ini
    perintah khusus mas Lambang utk menghor-
    mati mas Ahmed SK;
    2. Deretan meja sebelah barat khususnya ‘Barat
    Tengah'(*SMT*) ada menu sangat2 spesial
    juga dari Kambing Hitam sangat spesial asli
    berasal dari ‘Barat Tengah'(*SMT*), turunan
    kambing kurban saat nabi Iskak/Ismail akan
    disembelih ayahnya Abraham/Ibrahim.
    Jenis masakan yang kami sajikan juga ultra
    spesial yaitu SANG-SANG.
    Menu ini memang ide saya pribadi demi my
    Special Brathar MAREN KITATAU yang jauh2
    dari Tapian Na Uli (mangsute dari Tapanuli,
    bah bener bah gak sing penting lantang dan
    mantap).

    Kami persilahkan hadirin semua menyantap menu Kambing Hitam…

  12. sikapsamin says:

    Eh ada yang terlewat/lali…
    Mohin perhatian hadirin semuanya, bahwa semua menu berbahan baku Kambing Hitam pula, jadi dijamin akan mencapai SYYUUUR..GA

    Khusus tulang2 mohon ditempatkan ditempat yg baik karena “lain ladang lain belalangnya” jadi lain ” lain ladang lain pula MAKNA TULANGNYA”…

    Kami persilahkan dilanjut menyantap…

    Salam…Kambing Hitam

  13. Lambang says:

    Hehe… Ati-ati kena stroke gara-gara makan sate kambing hitam. Tapi kalau wedhus gibas mas Ismail mudah-mudahan bisa jadi obat *halah* :)

  14. winant says:

    setiap tindakan pasti ada konsekuensi
    bagi setiap orang meski tindakan sama pasti konsekuensi berbeda
    tidak perlu mengkambing hitamkan siapapun
    karena yang demikian akan seolah membebaskan kita dari kesalahan yang seharusnya disadari dan diperbaiki

  15. C7 dgn Mas Win!
    Setiap tindakan ada konsekwensinya.

    Kambing hitam tidak layak menjadi korban kesalahan.
    Ketiban sial pun tak layak; Sial bukan datang dari atas.
    Kita layak minta maaf utk membebaskan kita dari kesalahan.

    Salam Damai!

  16. batjoe says:

    kang banyak artikelnya yang aku ambil sebagai bahan refrensi untuk maju jadi calon walikota kota durno hahahhahaa

    kang aku ambil artikelnya ya.. soalnya aku butuh share ke temen-temen biar terbuka jiwanya aja.. kayanya pada nyunsep dan CMC (Cari Muka Coy…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s