Kampanye Donor Organ

organ_donor_logo Donor organ tubuh adalah perbuatan yang mulia, lepas dari kontroversi apakah itu dilakukan berdasarkan aspek komersial atau tidak.

Donor organ juga tidak akan menimbulkan rasa sakit apapun, karena semuanya dilakukan setelah Anda meninggal. Dengan catatan Anda meninggalnya di rumah sakit. Kalau meninggal di rumah, di jalanan, di gunung atau di laut, jelas sudah banyak sel organ tubuh yang tidak berfungsi dan tidak bermanfaat lagi. Sebagai catatan, Clonaid Project telah menemukan sel hidup pada tubuh yang telah meninggal selama 4 bulan.

Menurut Dr. Kam, salah satu mitos terbesar dari donor organ adalah jika anda seorang donor, maka dokter tidak akan bekerja keras untuk menyelamatkan hidup Anda. Ini tidak benar. Prioritas utama dokter adalah menyelamatkan hidup Anda. Donor hanya dipertimbangkan setelah anda mati.

Website resmi untuk donor semua jenis organ tubuh sampai dengan saat ini (Feb-09) masih belum ditemukan. Kalau ingin mendapatkan informasi tentang cara donor organ bisa menghubungi RS Ciptomangunkusumo bagian penyakit dalam, dengan alamat sebagai berikut :

Departemen Ilmu Penyakit Dalam
FKUI Rumah Sakit Umum Pusat Nasional
Dr. Cipto Mangunkusumo, Jl. Diponegoro 71 Jakarta Pusat 10430, Indonesia

Tata Usaha
Telepon: 021-3918301-20
Pesawat 6711
Telepon langsung: 021-31930956
Faksimili : 021-3914830
E-mail : info@internafkui.or.id
Website : http://www.internafkui.or.id

FKUI ? Tata Usaha ? Jadi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional tidak memiliki Klinik Penyakit Dalam ? Tidak memiliki Customer Support Desk ? Ah, sudahlah, saya memang tidak berharap terlalu banyak dari negeri ini.

Saya membayangkan bagaimana sulitnya menghubungi instansi pemerintahan seperti ini. Setelah tersambung dengan bagian terkait, jawaban penerima telpon di ujung sana sudah bisa diduga sebelumnya, “Silahkan Bapak/Ibu datang ke kantor kami, nanti akan kami jelaskan lebih detail syarat dan prosedurnya.”

Jaman sudah sedemikian maju, sudah ada online banking, sudah ada mutasi genetika, sudah ada SETI broadcasting, ternyata kita masih menggunakan cara Flintstone hanya untuk menjadi pendonor darah.

Apakah sulit dan perlu biaya besar untuk membuat website resmi bagi para calon pendonor darah ? Apakah tidak ada web admin yang mau menjadi pengelolanya karena website tersebut hanya mengutamakan charity ? Kalau memang dana dan tenaga terbatas, kenapa tidak membuat blog gratis dan resmi tentang donor organ ini. Transfer ke database-nya untuk sementara bisa dilakukan dengan menggunakan email yang berisi MS Excel form untuk kemudian di-mapping ke database. Aplikasi ringan untuk update dan preview database-nya nanti saya buatkan. Ngga susah-susah amat koq. Saya bersedia untuk menjadi temporary volunteer, gratis. Silahkan email saya di islamabangan (at) gmail [dot] com. Mohon maaf bahwa kita tidak perlu bertatap muka untuk menjaga anonimitas saya, karena semua bisa saya lakukan dari komputer di rumah. Kalau data kuesioner dan prosedur sudah lengkap, termasuk foto-foto team medis dan peralatan yang tersedia sudah dikirimkan ke saya, dalam waktu 2 sampai dengan 3 hari, blog Anda akan segera online, gratis dan bernilai sosial tinggi. Submit link donor organ tubuh ini ke berbagai majalah/koran, mudah-mudahan nama Anda akan terpampang di headline. Saya akan lebih senang kalau yang menghubungi adalah seorang dokter yang memang beminat untuk membuat blog donor organ tersebut.

Di Singapura saja, negara yang kecil wilayahnya dibandingkan Indonesia, sudah ada undang-undang sebagai berikut :

Dibawah perundang-undangan Transplantasi organ manusia seseorang yang berusia antara 21 hingga 60 tahun dianggap sebagai seorang dewasa yang telah menyetujui untuk menyumbangkan organ-organ tubuhnya antara lain, ginjal, hati, jantung serta kornea matanya pada saat ia meninggal dunia terkecuali ia telah menuliskan surat pernyataan khusus mengenai hal itu.

Kapan Indonesia menyusul ? Kebetulan stok organ di Indonesia cukup banyak, bisa mencapai angka 150 juta. Apalagi penduduk Indonesia terkadang hanya dihargai sebagai angka-angka saja. Berapa yang mati akibat gempa ? Sekian ribu. Siapkan sumbangan. Ditilep sedikit. Selesai. Yang meninggal akibat Tsunami ? Sekian ratus ribu. Galang dana. Dikorup sedikit. Selesai.

Kalau mau dikomersilkan juga bisa, di-export ke negara lain dengan harga yang tinggi. Lumayan, bisa untuk membantu APBN, karena tampaknya pemerintah sudah bingung mecari sumber dana APBN. Kasus yang mirip dengan export budak TKW. Untuk kasus-kasus seperti ini jangan dihubungkan dengan agama, ngga bakalan nyambung. Coba hubungkan dengan masalah empati dan kemanusiaan, pasti nyambung. Supaya agak legal dari sisi agama, perlu minta Fatwa dari MUI dulu. Atau dari MKI (Majelis Kemanusiaan Indonesia, instansi yang masih dalam angan-angan).

Banyak instansi yang hanya sepintas lalu memberikan informasi tentang donor organ ini. Tidak ada satupun yang mencantumkan alamat instansi terkait untuk dihubungi. Contoh sebagian yang ditemukan di Google ialah sebagai berikut :

Cipping dari website PDPersi :
Donor organ tampaknya belum memasyarakat di Indonesia. Masyarakat masih enggan mendonorkan darahnya, meskipun organ tersebut diambil ketika pendonor sudah meninggal dunia.

Clipping dari website Pusat Jantung Nasional :
Menjawab pertanyaan Anda, untuk transplantasi jantung kami mohon maaf di Indonesia belum ada fasilitas untuk itu. Tetapi untuk donor yang lain seperti donor mata, donor ginjal, sumsum tulang, bapak dapat menghubungi RS. Ciptomangunkusumo di bagian penyakit dalam, penyakit mata dan bagian hematology. Demikianlah, semoga bermanfaat. Terima kasih. (Dr. I*** D*****, SpJP)

Segera lakukan sesuatu, maka cita-cita Anda akan tercapai, Jangan hanya mengeluh dan berandai-andai saja.

Dikemas oleh : Lambang (http://LambangMH.wordpress.com)

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Informasi, Pencerahan and tagged , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Kampanye Donor Organ

  1. Pingback: pascatiada « when the world’s not on ur side

  2. yang-kung says:

    Ya memang perlu”donor organ” ini disosialisasikan dng alamat cabang2nya diseluruh kota2 besar di Indonesia.
    Bagaimana prosedurnya unt memperoleh/menyumbangkannya,dan berapa dana yg harus disiapkan.

    • Lambang says:

      Terima kasih yang-kung atas kunjungannya. Sebelum menulis artikel ini saya memang sudah cari-cari tapi belum ketemu alamat yang jelas.
      Mengenai dana, apakah maksudnya dana kampanye atau dana handling & storage organ tersebut?
      Kalau dana kampanye, pada tahapan awal tidak diperlukan. Bisa dengan sarana blog yang cukup mudah dan murah. Aplikasi untuk personal data collection bisa saya bantu buatkan.
      Mengenai H&S, kalau bapak berminat bisa saya tanyakan ke di RS Harapan Kita atau Pusat Jantung Nasional. Kebetulan saya pernah beberapa bulan kerja di sana.
      Handling Eqp-nya rasanya tidak terlalu mahal. Storage-nya jelas sangat mahal. Mungkin karena permasalahan biaya ini maka Indonesia ketinggalan dalam hal donor organ.
      Kalau ingin diskusi lebih lanjut, bisa hubungi saya di email yang ada di “tentang saya”.

      Salam.

  3. andi says:

    aku benernya pengen donorkan organku tp gak tau caranya,mungkin ada yg bisa bantu aku,kalau ada yg bantu aku hubungi aku d081231087129

  4. Lambang says:

    Bisa coba hubungi Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, 021 5684085 ext 7001, nanti bisa ditanyakan harus donor kemana.

  5. aldian says:

    apa sape skrang masih dipersulit untuk melakukan donor? Mohon info link tuk registrasi calon pendonor. Tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s