Polemik Ponari

ponariBelakangan ini mendadak semua media massa berebut menulis tentang Ponari (termasuk saya juga). Semua penjadi pengamat kagetan. Ada yang menilai dari sisi agama, dan mengatakan bahwa ini dapat merusak akidah para tamu termasuk Ponari sendiri. Ada yang menilai dari sisi sosial, mengatakan bahwa ini merupakan bukti bahwa masyarakat kita lemah moral dan ekonomi.

Detail berita tentang Ponari dapat dilihat di sini.

Apakah para pengamat itu baru tahu sekarang bahwa ada sebagian masyarakat kita rusak aqidahnya ? Apa belum pernah dengar cerita pencopet dibakar hidup-hidup, ada cerita golongan agama yang dilarang eksis, atau cerita potongan kepala ditenteng kesana-kemari dalam perseteruan antar suku di Kalimantan dan Ambon ?Dan apakah baru tahu juga bahwa masyarakat kita lemah ekonomi ? Apa tidak pernah mengamati para gelandangan yang berada disekitar rel kereta api dan para pengais kemasan plastik yang ada dimana-mana ? Apa ngga pernah mampir ke pedalaman Jawa yang kesulitan pangan ?

Bapak-bapak dan Ibu-ibu pengamat, apa yang sudah dilakukan selama ini ? Apa hanya survey diatas kertas, menganalisa angka-angka, dan mengadakan simposium di gedung full-AC dan full accomodation ?

Ada juga komentar dari salah satu pemain sinetron yang mengatakan bahwa batu mukjizat itu perlu diteliti apakah mengandung zat yang dapat menyembuhkan atau tidak. Hallah, kalau menggunakan logika, apakah mungkin ada zat yang dapat menyembuhkan secara cepat seperti itu ? Seandainya ada pun, pasti sudah ditemukan lebih dahulu oleh perusahaan farmasi raksasa yang ada di luar negeri. Mana mau dan mana mampu perusahaan farmasi Indonesia membuat penelitian seperti itu.

Yang kurang pinter (aka: bego) ya wartawannya itu. Pemain sinetron koq ditanya masalah sosial. Tanyalah hal-hal yang berbau kemewahan dan hura-hura, pasti mereka tahu.

Ini semua adalah masalah metafisika. Tidak dapat dianalisa dengan akal. Misalnya Anda dapat melihat secara gaib-pun, belum tentu jawabannya benar. Sebagai contoh, kecelakaan Adam Air beberapa tahun yang lalu di perairan Sulawesi tidak ada yang dapat menebak dengan tepat lokasi jatuhnya pesawat. Paranormal itu kan hampir sama dengan dokter, pakai ilmu trial and error juga. Kalau trial-nya benar, namanya langsung meroket. Kalau trial-nya salah, ya cukup pakai excuse, “Saya kan cuma manusia biasa, jadi kalau ramalan meleset, ya wajar-lah.” Ya, ya, ya, saya juga maklum koq.

Fenomena mistis seperti ini seharusnya ngga perlu dibahas lagi. Kalau saya punya dana besar, ingin rasanya jadi manajer-nya Ponari, kemudian menyewakan rumah yang jauh dari pemukiman, disediakan ruangan tunggu yang besar, dan sistim pengobatannya dikelola secara lebih profesional dan nyaman. Ini dalam rangka memperbaiki kondisi lingkungan yang ada sekarang, yang pada kenyataannya mengganggu masyarakat sekitar karena ribuan orang mendadak memadati kampung tersebut.

Lho mas, apa sampeyan mau cari untung dari kehebatan Ponari ya ? Yah kalau untung dikit-dikit kan wajar, mosok jadi pemodal dan manajer ngga ada gajinya. ROI dan ROE nya kan harus dihitung. Termasuk juga kapan break-event point nya.

Tanggapan lain juga muncul dari Mama Laurent. Menurut beliau, yang berkhasiat adalah air yang telah dicelupi batu itu. Karena air itu adalah ciptaan Allah. Kalau batunya sih ngga ada khasiatnya sama sekali (RCTI, siaran tanggal 15Feb09, jam 12:30). Alamak, Mama Laurent koq ya sama saja. Memangnya batu itu diciptakan oleh siapa ? Sekedar refreshing, batu itu berasal dari bumi, yang berasal dari pecahan planet lain dalam galaksi kita, dan asal muasalnya adalah dari materi dengan massa padat tak terhingga yang mengawali Big Bang. Ini menurut teori Big Bang. Kalau mengikuti teori Karl Marx, atau Darwin, ya lain lagi, malah makin sableng.

Pertanyaan yang perlu direnungkan adalah, apakah Ponari dapat memberikan manfaat bagi orang lain ? Kalau jawabannya iya, ya sudah, ngga usak rame-rame gitu lah. Gitu aja koq repot.

Foto : www.kompas.com
Dikemas oleh : Lambang (http://LambangMH.wordpress.com)

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Renungan and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Polemik Ponari

  1. jebluk's says:

    salam kangen kang………………..
    allah menciptakan sesuatu tak mungkin sia-sia……
    Terserah kita mau mandang dari segi apa saja pasti ada konsekuensinya…..
    BRARTI SAMPEYAN UDAH SEMBUH DONG KANG….?

  2. Lambang says:

    Salam kangen juga Mas Nyebluk,

    Saya kalau baca kata njebluk, koq geli sendiri. Ada slang jawa njebluk cangkeme. Maaf kang, itu bukan sampeyan, itu cuma slang ledekan yang sering dipake temen2 kalau ada temen lain yang ndobos, nggedebus.

    Sembuh apane kang? Sakit fisik masih. Sakit spiritual masih. Bahasa ndobose kegamangan spiritual. Kadang sok suci, kadang sok sabar, kadang kumat edane. Sekarang saya sedang mencari jawaban apa ya manfaatnya Tuhan menciptakan saya?

    Salam.

  3. Njebluk's says:

    iya ni kang, Biasane aku nganggo Musafir Gendeng jalaran uteke lagi heng alias NJEBLUK’S,aku ganti Njebluk’s kanggo sak wektoro wektu.
    Pangestunipun kang…
    mugo2 sebab kumpul kumpul kados niki,Allah Ta’ala mbukakaken dalan supados njebluk’s (orong-orong)niki enggal wangsul nemplok obor ikang sampun di sulut.

  4. Bankruptcy says:

    kalo ane ma lebih percaya ma ponari sweet sebotol cuma 4 ribu rupiah , udah bisa ganti ion tubuh yang hilang dengan seketika hehe🙂

  5. immigration says:

    mitos rakyak yang masih percaya tahayul

  6. Tahayul memang masih menjad tren di kalangan masyarakat kita

  7. Short Sales says:

    kalo ane mending pergi ke dokter, di diagnosis penyakitnya terus di vaksinansi beres🙂

  8. Waah emang parah nih warga negara kita

  9. bahari says:

    mudah-mudah pada diberi petunjuk ke jalan yang benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s