Berprasangka Baik kepada Tuhan

Sesungguhnya hamba terakhir diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka, lalu ia menoleh. Allah SWT berkata, “Segera bawa dia kemari.”

Ketika ia didatangkan, Allah SWT bertanya kepadanya. “Wahai hamba-Ku, mengapa engkau menoleh?”

Hamba: “Wahai Tuhanku, ini bukan prasangkaku kepada-Mu.”

Allah SWT: “Wahai hamba-Ku, gerangan apa prasangkamu pada-Ku?”

Hamba: “Wahai Tuhanku, prasangkaku kepada-Mu adalah Engkau mengampuni dosaku dan memasukkan aku ke dalam surga-Mu.”

Allah SWT: “Wahai para malaikat-Ku, demi Kemuliaan-Ku, Kebesaran-Ku, ujian-ujian-Ku, dan tingginya kedudukan-Ku, ia telah berprasangka baik kepada-Ku di waktu ini. Andaikan ia berprasangka baik kepada-Ku seperti ini semasa hidupnya, maka Aku tidak akan pernah menakut-nakutinya dengan neraka. Oleh karena itu masukkan ia ke dalam surga.”

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Islam, Pencerahan, Renungan and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Berprasangka Baik kepada Tuhan

  1. zal says:

    ::seandainya ditiap-tiap keadaan dimasuki prasangka baik, maka neraka-neraka keadaan akan tersingkirkan…maka “mereka keluar masuk syurga itu seperti layaknya rumahnya saja..”

  2. kangBoed says:

    Selama kita hidup selalu berprasangka baik, maka dalam kehidupan kita akan menemukan ketenangan dan kedamaian dalam hati, sebab hidup ini sesuai dengan apa yang kita pikir kita angan angankan dan kita turuti terus rasa yang tahunya merasa rasakan kelemahan maupun kelebihan orang maka jangan harap bertemu dengan damai tetapi dalam jiwa yang tenang yang ada tinggal kesadaran diri dan jauh dari buruk sangka sebagai modal awal kita melangkah mencapai kesadaran sejati,,,,, kalau menurut kang gundule hanya yang kosong dapat bertemu dengan yang Maha Kosong …. hehehe
    Salam Sejati

  3. kangBoed says:

    hmm… yayaya… ALLAH menurut prasangka hambanya… ketika hambanya menganggap ALLAH itu dekaaat… maka DIA dekaaat… bahkan sangaaaaat dekaaat… ketika hamba berprasangka DIA jauh… maka DIApun jauuuh… dan jika hamba menganggap bahwa DIA tiada… maka sungguh kasihan hamba tersebut…
    Salam Sayang Selalu…

    • Lambang says:

      Tuhan
      (oleh Titiek Puspa, ditembangkan ulang oleh Sam Bimbo, kemudian Gigi)

      Intro: Dm Bb (2x)
      Dm Bb Dm Gm (4x)

      Tuhan, tempat aku berteduh (Dm Gm)
      Dimana aku mengeluh (Bb Em7-5)
      Dengan segala peluh (A7 Dm Bb Dm Gm)

      Tuhan, Tuhan yang Maha Esa (Dm Gm)
      Tempat aku memuja (Bb Em7-5)
      Dengan segala doa (A7 Dm Gm Dm Gm)

      Reff:
      Aku jauh, engkau jauh (Gm F)
      Aku dekat engkau dekat (Em7-5 A7 Dm)
      Hati adalah cermin (Gm Dm)
      Tempat pahala dan dosa berpadu (Bb7 A7)

      Tuhan… (Dm Bb Dm Gm)
      Tuhan yang Maha Esa (Dm Gm)
      Tempat aku memuja (Bb Em7-5)
      Dengan segala doa (A7 Dm Gm Dm Gm)

      Int: Dm Bb G/B A/C# Bm A

      Tuhan, Tuhan yang Maha Esa (Dm Gm)
      Tempat aku memuja (Bb Em7-5)
      Dengan segala doa (A7 Dm Gm Dm Gm)
      Kembali ke: Reff (2x)

      Jadul abisssss……….

      Semoga Tuhan Memberkati Kita Semua
      God Bless Us

  4. kangBoed says:

    hmm… hati adalah cermin… yayaya… saya sangat tertarik pernyataan mas Lambang… lagu yang indaaah silahkan dinikmati… yaa dengan hati..
    Salam Sayang

  5. Lambang says:

    Hehehe… siiip deh… langsung jadi postingan baru nih…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s