I See You – Sawa Bona

namaste_sanskrit_thumb I See You
oleh William Frank Diedrich

Sawa bona! Itu berarti “Saya melihat Anda.” Dalam Fifth Discipline Fieldbook, Peter Senge menulis tentang penggunaan ucapan penting ini di Afrika Selatan. Jika seseorang berkata kepada Anda: “Sawa bona,” Anda menjawab: “Sikhona” yang berarti “Saya di sini.” Dr Senge menuliskan bahwa urutan pertukaran itu penting. Sampai kemudian Anda melihat saya, saya sebelumnya tidak pernah ada. Seolah-olah dengan melihat saya, Anda membawa saya dari tiada menjadi ada.

Arti dari pertukaran sapaan ini adalah jiwa dari sebuah kerangka berpikir yang dipegang oleh orang pribumi di Afrika Selatan. Perspektif yang dipegang adalah bahwa seseorang itu ada karena orang lain. Identitas Anda didasarkan pada kenyataan bahwa Anda terlihat – karenanya orang-orang itu menghormati dan mengakui Anda sebagai pribadi.

Setiap hari Anda hidup dan bekerja bersama orang lain. Apakah Anda melihat mereka? Melihat adalah mengetahui dan memahami. Ini menembus lapisan terluar dan akhirnya menemukan kebenaran dari seseorang. Melihat adalah menghargai. Ini adalah kasih sayang. Dapatkah Anda tidak sepaham dengan saya tetapi masih melihat saya? Dapatkah saya membuat kesalahan dan masih mendapatkan respek Anda? Dapatkah saya sedikit berbeda dan masih dapat diterima?

Ketika kita berada dalam konflik dengan orang lain kita biasanya tidak melihat mereka. Kita menilai, kita mengutuk, dan kita memberikan label. Tak satu pun dari strategi ini membantu kita untuk melihat seseorang. Kita membuat asumsi tentang orang-orang. Mental kita mengambil snapshot dari sesuatu yang mereka katakan atau lakukan dan itulah yang menjadi cerita kita tentang dirinya. Jika Anda melihat pada orang-orang disekitar hidup Anda, Anda akan melihat bahwa Anda memiliki cerita tentang mereka masing-masing. Pikirkan tentang seseorang yang sangat tidak Anda sukai. Apa cerita Anda tentang orang itu? Alih-alih melihat seseorang dengan benar, kecenderungan kita adalah untuk mengkonfirmasi cerita. Dengan kata lain, jika saya berpikir Anda bodoh, maka saya akan mencari bukti kebodohan untuk mengkonfirmasi pendapat saya. Kalau saya pikir Anda hebat, saya akan mencari bukti kehebatan Anda.

Setelah kita membuat sebuah cerita kita kemudian merefleksikannya. Jika Anda merasa ada seseorang yang sombong dalam pikiran Anda, maka Anda berpikir, merasa, berbicara, dan bertindak dengan cara-cara untuk membela diri melawan kesombongannya. Anda ekspresikan wajah, bahasa tubuh Anda, dan nada suara Anda untuk mengungkapkan kisah Anda. Cerita Anda menentukan akan menjadi pribadi yang bagimanakah Anda pada saat dekat dengan orang tersebut.

Cerita yang Anda miliki tentang orang lain tidaklah menunjukkan siapa jati diri mereka. Mereka hanyalah cerita. Mereka adalah cerita tentang Anda, karena semua penilaian adalah proyeksi. Ketakutan Anda; kesalahan Anda; kekecewaan Anda; kebencian Anda; semua muncul dalam cerminan dari wajah orang lain. Pikirkan tentang seseorang yang Anda pandang buruk. Siapakah Anda pada saat memikirkan hal itu?

Baru-baru ini saya mempertemukan dua manajer berbakat yang tidak memiliki hubungan kerja yang baik selama bertahun-tahun. Ketika kami memulai sesi, salah satu manajer menjelaskan kesadaran yang dia miliki. Dia mengatakan kepada yang lain bahwa kemarahan terhadap dirinya tidak tentang dia. Itu adalah tentang kekecewaannya sendiri. Dia mengatakan bahwa dia berusaha bertahun-tahun untuk mendapatkan kredibilitas dalam posisinya, dan kemudian ia menyalahkan orang lain untuk hal itu. Dia mengaku menaruh dendam terhadap orang ini yang tidak pantas untuk mendapatkannya. Pada saat itu ia dapat “melihat” manajer lain. Kejujurannya membantu manajer lain untuk “melihat”-nya.

Di bagian lain Afrika, sekelompok orang yang disebut Babemba (Orang-orang dari Danau) dilaporkan memiliki sejenis upacara yang mereka gunakan setiap kali ada seseorang menyakiti orang lain. Mereka berhenti bekerja dan mengelilingi orang itu. Setiap orang di desa mengatakan kepada orang itu tentang semua sifat-sifat baik yang terlihat dalam dirinya. Upacara dapat berlangsung berjam-jam, atau bahkan berhari-hari sampai semua orang telah selesai berbicara. Orang tersebut kemudian diterima kembali ke dalam kelompok. Asumsi yang diharapkan di sini adalah bahwa orang yang menyakiti orang lain itu telah melupakan siapa jati dirinya. Para penduduk desa menggunakan upacara ini untuk mengingatkan siapa dia. Mereka percaya bahwa jika seseorang benar-benar tahu dirinya sendiri dan menghargai dirinya sendiri, ia tidak akan pernah membahayakan orang lain.

Cerita kita bukanlah satu-satunya hambatan untuk melihat. Hambatan lain adalah ketidakacuhan. Kita berjalan beriringan, tetapi terlalu sibuk menawarkan pengakuan. Kita mendengarkan setengah-setengah karena kita berpikir tentang sesuatu yang lain. Kita gagal untuk memahami bahwa orang yang kita cintai dan orang-orang yang bekerja bersama kita, memiliki talenta, sifat, sikap dan takdirnya masing-masing. Kadang-kadang mereka tidak terlihat sama sekali. Ketika kita tidak terlihat kita merasakan sakit. Sakit ini menyebabkan kita berbalik mundur atau malah maju ke depan. Kita semua butuh untuk dilihat. Ini seolah kita mengenakan tanda yang mengatakan: “Tolong lihat saya.”

Apakah Anda ingin lingkungan yang sangat termotivasi di tempat kerja? Apakah Anda ingin hubungan yang lebih baik? Tinggalkanlah sebagian pikiran Anda yang sibuk dan mulailah benar-benar mendengarkan. Akuilah orang-orang di sekitar Anda. Tantanglah asumsi negatif tentang orang lain, dan bukalah pikiran Anda untuk benar-benar melihat mereka. Anda akan terlarut dalam sifat-sifat baik yang Anda lihat dalam diri orang lain. Anda akan membantu orang lain untuk lebih jelas melihat diri mereka sendiri, dan mengingat siapa jati diri mereka.

Namaste
William Frank Diedrich

Note: For Hindu(s), the greeting of choice is “Namaste”. The two hands pressed together and held near the heart with the head gently bowed as one says, “Namaste.”

—===oooOooo===—

Translasi oleh: Lambang (http://LambangMH.wordpress.com)
Sumber: Pustaka pribadi
Gambar: dari sini
Google Similarity Search Result pada tgl 14-Sep-09 : 0 articles (Yess!!)

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Clipping, Kehidupan, Pencerahan and tagged , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to I See You – Sawa Bona

  1. m4stono says:

    PERTAMINAXXXXXXX

  2. yang-kung says:

    ya..,kita sebagai makhluk sosial memang harus hidup bersama orang lain,tak mungkin manusia hidup sendiri.Apapun warna kulitnya dan bahasa yang berbeda kita harus selalu menghargai orang lain.
    yang penting mari kita laksanakan 3 S yang terdiri dari 3 kata :SENYUM-SALAM dan SAPA.

    salam rahayu.

    ======================
    ::Setuju sekali YangKung… terima kasih sudah mampir…๐Ÿ™‚
    ======================

    • KangBoed says:

      3 S = SALAM SAYANG SELALU

      ======================
      :: Slaman Slumun Slamet๐Ÿ™‚
      ======================

  3. Fitri says:

    Email balasan dari aku, sudah dibuka atau belum?

    ======================
    ::Yang pertama sih udah. Yang laen lom tu. Salah nulis email addr kali…๐Ÿ™„
    Kirim lagi aja jeng.

    ======================

  4. lovepassword says:

    SIP Markusip…

  5. KangBoed says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang โ€˜tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    ======================
    :: Salam sayang my brathaar…๐Ÿ™‚
    ======================

  6. KangBoed says:

    Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    nikmatnya..

    ======================
    :: Manstabs…๐Ÿ™‚
    ======================

  7. KangBoed says:

    XIXIXIXIXI.. DI TANGKAP MANING MANING.. ENDA BOLEH KOMENG SERIUS KATA SI AKI

    ======================
    :: ๐Ÿ™‚
    ======================

  8. batjoe says:

    NGEBUT TAPI HARUS PUNYA REM HAHAHAHAHA
    MASA SEKARANG BOTOL IJO DAN KUNING BERTERBANGAN.
    EMANG ADA APA MAS LAMBANG TUMBEN2NYA BOTOLNYA BEGITU BANYAK HAHAHAHAHAHA
    SALAM HANGAT DAN MALAM MAS
    SEKEDAR MERENUNGIN DIRI TTG KEJAMNYA MULUT SAAT MENYAPA ATAU MENEGUR KARYAWAN DENGAN KERAS COBA YA KALAU KITA DIGITUIIN JUGA SAKIT MAS.
    TANKS ATAS MOTIVASINYA.

    ======================
    :: Botolnya habis dapet sajen, jadi terbangnya kenceng…
    Soal negur karyawan itu… wah relatif mas… ngga bisa kasih saran. Kalau di tentara, salah dikit ditabok sama atasannya. Kalau ngga gitu entar tentara jadi ngga gagah dan mukanya kenceng. Kan aneh kalau ada tentara gayanya kaya Ivan Gunawan… wekekekek….๐Ÿ™‚

    ======================

  9. qarrobin says:

    Jika ada yang tidak sependapat dengan kita sesama muslim, ga perlu diperkeruh, cobalah lihat apa yang baik darinya. Muslim adalah cermin sesama saudaranya.

    ======================
    :: Setuju mas…๐Ÿ™‚
    ======================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s