Kesadaran Kosmis

Cosmic Consciousness
Richard Maurice Bucke and the Evolution of the Human Mind

Klaim dari Richard Maurice Bucke yang menyatakan bahwa manusia berevolusi dari kesadaran sederhana ke kesadaran kosmis, berangsur-angsur mulai dipahami, khususnya pada teori saat ini tentang tahun 2012.

Lahir pada tahun 1837, Richard Maurice Bucke berimigrasi dengan keluarganya ke London, Ontario, Kanada ketika ia berusia satu tahun. Pada usia 21, ia kemudian kuliah di McGill University Medical School, kemudian pindah ke spesialisasi dalam bidang psikiatri. Pada tahun 1877, diangkat menjadi kepala Provincial Asylum for the Insane in London, Ontario.

Pada usia 36, tiba-tiba Bucke mendapatkan pengalaman pencerahan yang mengubah pemahaman tentang dirinya sendiri, dunia dan kesadaran. Beberapa tahun kemudian, ia memahami makna sebenarnya dari pengalaman ini – bahwa itu bukan suatu bentuk kelainan mental, tetapi tanda muncul dan berkembangnya pikiran kosmis. Dalam bukunya, Cosmic Consciousness: A Study of the Evolution of the Human Mind (New Jersey, The University Book, Inc: 1982), ia menyajikan sebuah teori yang menjelaskan evolusi pikiran manusia dari yang sederhana sampai kesadaran diri dan akhirnya sampai ke kesadaran kosmis.

Kesadaran Sederhana dan Kesadaran Diri

Kesadaran sederhana didefinisikan sebagai suatu kesadaran akan dirinya yang berada dalam dunia tanpa menyadari bahwa itu adalah terpisah dari dunia. Menurut Bucke, kurangnya bahasa pada hewan adalah bukti bahwa mereka hanya mampu memiliki kesadaran sederhana. Meskipun mungkin saja hewan dapat memiliki sedikit kesadaran yang lebih tinggi, tetapi mereka belum menunjukkan bukti adanya metacognition – kemampuan untuk mengamati bukan hanya dunia di sekitar mereka, tetapi juga pada proses mental pada diri mereka sendiri. Kesadaran akan dirinya sendiri yang ada di dunia yang terpisah darinya, menempatkan pikiran manusia dalam konteks kesadaran diri. Metacognition dan bahasa adalah bukti yang membedakan pikiran manusia, yang memungkinkan manusia untuk mengembangkan kesadaran moral, cita rasa musik dan pencitraan kosmis. Dari kesadaran diri, manusia siap untuk melakukan lompatan evolusi berikutnya ke kesadaran kosmis.

Kesadaran kosmis

Perpindahan dari kesadaran diri ke kesadaran kosmis memiliki beberapa karakteristik:

  • Merasakah pengalaman yang subjektif terhadap adanya cahaya dan kegembiraan; beberapa orang menyebutnya “ekstasi”;
  • Merasakan rangsangan intelektual: manusia memiliki konsepsi yang jelas bahwa alam semesta adalah sebuah kenyataan hidup yang berdasarkan pada cinta dan keutuhan/kesatuan;
  • Memahami arti keabadian;
  • Hilangnya rasa takut akan kematian dan rasa dosa;
  • Rasa kebangkitan yang mendadak; banyak yang menggambarkan pengalamannya seperti melihat kilatan yang menyilaukan dan menerangi pemandangannya;
  • Perubahan kepribadian pada orang yang mengalami kesadaran kosmis; Bucke mengklaim bahwa ada perubahan yang nampak jelas pada penampilan orang tersebut;
  • Diri yang telah berubah itu memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk belajar dan memulai tindakan.

Contoh dari orang-orang yang telah mengalami kesadaran kosmis ialah Gautama Buddha, Kristus, Plotinus, Dante, Francis Bacon, William Blake dan Walt Whitman.

Pembahasan Bucke tentang kesadaran kosmis sangat relevan pada saat ini dalam hubungannya dengan Tahun Kebangkitan Kosmis (Planetary Ascension Year) – 2012. Gagasan tentang kembalinya Jaman Keemasan (Golden Age), ketika kesadaran kosmis menjadi universal, telah banyak beredar pada tradisi spiritual peradaban kuno. Bangsa Maya, misalnya, telah mengembangkan peta yang rumit tentang evolusi manusia dari materi seluler ke transformasi kosmis. Mereka telah menghitung jadwal yang tepat bagi munculnya perubahan ini, diproyeksikan akan terjadi selama periode antara 11 Februari 2011 dan 28 Oktober 2011. Munculnya tingkat kesadaran ini akan menghasilkan kesatuan holistik dari alam semesta.

Diterjemahkan oleh Lambang (LambangMH.wordpress.com)
Sumber: suite101.com
Gambar: Google Images

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Informasi, Spiritual and tagged , , , . Bookmark the permalink.

63 Responses to Kesadaran Kosmis

  1. abifasya says:

    Jadi Yang PERTAMAAXXXXXX
    Amankan dulu ah
    Salaaaaaaaaaaaaam

    ======================
    :: Siiiipp…
    ======================

  2. abifasya says:

    Shilaturrahmi ba’da Idul Fitri Mas
    Apa Kabar ?
    Semoga Kita semua senantiasa diridlai Allah
    Amiiin

    ======================
    :: Sama-sama mas. Semoga dan Amiiiiiieeen.🙂
    ======================

  3. abifasya says:

    Contoh dari orang-orang yang telah mengalami kesadaran kosmis ialah Gautama Buddha, Kristus, Plotinus, Dante, Francis Bacon, William Blake dan Walt Whitman.
    =====
    Kok saya gak disebutkan mas
    saya juga kan pernah
    ah… gimana sih si mas ini
    postingannya di edit ah cantumkan nama saya sebagai contoh kalao saya termasuk orang yang sadar kalo baca komik itu kurang bagus walau terkadang ada bagusnnya
    heheheheh

    *bingung===mode on*

    ======================
    :: Wueeeh, lah koq kesadaran komik.
    Ya udah baca Naruto lagi deh…🙂

    ======================

  4. m4stono says:

    kesadaran kosmis itu apa yah….hhmmm…kalo bahasa kerennya sudah ascended master, kalo menurut ilmuwan londo kebanyakan ya nabi SAW gak masuk kategori, kalo saya maklum aja lha wong umatnya sekarang kek gitu kok, walaupun umat2 yg lain juga tidak lebih baik…hihihihihihi….mungkin kalo bahasa tasawuf islam sudah berhakekat/makrifat, tapi kalau dengan bahasa ilmiah adalah otak sudah mencapai kesadaran theta, untuk mencapai kesadaran itu bisa bermacam macam jalannya….bisa melalui mursyid, bisa melalui guru sejati, melalui pencerahan ala budha gautama, melalui teknik meditasi kundalini/reiki dll pokoknya macem2 versi dah….tapi kelihatannya gak ada yg melalui sinetron miyabi….jadi peluang kita tipis kang…wakakakakakak

    yaaa seperti yg sampeyan bilang…ehemmm….semua hanya ilusi…..memang agak susah juga kalo definisi bukan ilusi atau realita itu bisa dibuktikan secara ilmiah dan diperlihatkan kepada orang lain, sedangkan pencapaian itu bersifat pribadi, nah disinilah letak kebenaran ayat yg menyatakan “manusia tiada mengetahui ruh melainkan sangat sedikit” nah jalan pencapaian kesadaran kosmis itu salah satu wujud manusia dalam mengolah “yg sangat sedikit” itu, seperti definisi bumi menurut beberapa makhluk…menurut ikan bumi itu air, menurut burung bumi itu udara, menurut nelayan bumi itu pantai dan laut, menurut petani bumi itu sawah dll….padahal buminya satu dan tidak berubah ubah, hanya sudut pandangnya yg berbeda, sedangkan kalo ikan ketemu burung dan bercerita bahwa bumi itu air maka akan diketawain ama burung yg meyakini bumi itu udara, kira2 versi mana yg benar, ikan apa burung? keduanya benar, lebih benar lagi bagi makhluk yg bisa menyaksikan bumi itu bulat, berair, berudara, bersawah, berlaut, berapi dsb….tapi siapa ya yg bisa mendefinisikan ruh secara hampir menyeluruh…keknya gak ada……..di jawa mengenal sedulur 4 5 pancer kakang kawah adi ari2 guru sejati, di arab mengenal qarin, malaikat penjaga, di india mengenal cakra2 tubuh, dibali mengenal ilmu pangleakan dll….intinya memahami sudut pandang orang lain berarti memperluas sudut pandang kita dan akan semakin mendekatkan kita pada kebenaran sejati………………….keknya kepanjangen yah…….bisa dijadiin artikel nih….:mrgreen:

  5. Lambang says:

    Lumayan panjang itu komennya. Emang bener… bisa jadi artikel.
    Tapi koq nyambunge Miyabi maning… yo wis dilanjut ke situ aja… kalau ngomongin kesadaran kosmis malah makin mumet…
    Nek menurut saya, Miyabi itu artis Jepang yang wajahnya terkesan tidak berdosa. Terlepas dari apapun kelakuannya ya Kang. Mungkin dia punya alasan tersendiri yang kita ngga pernah bisa memahaminya.

    Nek menurut ilusi dan imajinasi sampeyan Miyabi itu gimana Kang?

    • m4stono says:

      hihihihihi…..biar gak stress gicu lho….kalo menurut saya miyabi itu diajeng tapi j nya di ganti c …haaalaaah :mrgreen: yaaa biasanya kalo ambil contoh lokal aja, para WTS itu pertama kali karena kepepet tapi karena dipepet terus menerus akhirnya jadi keenakan dan betah karena cuman gitu tok bisa dapet minimal 20rb, kalo si miyabi sih keknya biar kondang aja, abis itukan bisa maen pilem layar lebar betulan atau main sinetron baywatch, kan beberapa artis baywatch mantan bintang bokep….terlepas apakah dia punya wajah imut2 atu amit2 saya rasa dia pasti punya sisi baiknya, ya kita ndak bisa menilai….dah ah ngomongin miyabi jadi diajeng aku…hihihihihhi

  6. walah agak repot nih kalau mbaca sambil ngingetin miyabi hehehehee

    ======================
    :: Jangan ikutan nginget-nginget.
    Kalau murid lagi ngerjain soal,
    kan gurunya pada ngrumpi di luar kelas.
    Nah, anggep aja saya sama KangTono kaya gitu…🙂

    ======================

  7. berat juga mas lambang bila harus ke cosmic sedangkan 15 menit untuk merenung sejenak aja masih kusut hehehehee
    kemungkinan kesadaran yang mas lambang utarakan diatas bisa saja terjadi dan perlu tahapan dan juga pembelajaran

    ======================
    :: Wah, kalau merenung 15 menit masih belum bisa keknya emang ngga bakalan lulus tuh…
    Dari pengalaman berbagai suhu dan guru di barat sono, semua itu kadang bisa tercapai hanya dalam waktu dua tahun tapi kadang perlu waktu puluhan tahun. Tergantung nasibnya aja, emang apes dari sononya apa ngga… 🙂

    ======================

  8. dan kalau harus ilusi juga repot mas lambang.. terus harus perlu guru sejati, mursyid dan lain sebagainya sudah dicoba tapi gagal juga terus bagaimana kita menerapkan cosmic tersebut.

    yang saya rasakan sekarang bagaimana menegakan alif pada diri sendiri agar bisa menyatu pada 99 sifat Allah pada diri manusia agar cosmic ini bisa bertemu.

    ehh ngelantur ya saya mas lambang hehehehehe
    oon dan bandel ya pakai ngajarin segala hehehee kalau gitu tak tunggu aja tahun 2011… mudah2an bener terjadi..

    ======================
    :: Tentang menegakkan alif dan 99 sifat itu…. saya ngga ikutan deh dengan permainan kata-kata yang multi tafsir seperti itu…
    Saya cukup pakai kata sederhana yang ngga multi tafsir seperti ini:
    – Berpikir yang baik dan benar
    – Berkata yang baik dan benar
    – Berbuat yang baik dan benar
    Ini disadur dari Tri Kaya Parisudha, Hindu Bali.
    Teori apapun tentang akhlak dan perilaku pasti nyambung dengan tiga kalimat ini.
    *kalau ga nyambung, ya cari kalimat lain lagi, gampang koq, hiks…*🙂

    ======================

    • batjoe says:

      ini baru namanya diskusi antara senior dan junior tidak menyudutkan dan tidak menjatuhkan tapi terus memberikan contoh dengan kata-kata yang masuk akal.

      makasih mas lambang pemebelajarannya..

      aku c’mon dulu belum sholat ashar…

      ======================
      :: Wah, kayaknya belum aja sih.
      Entar ada waktunya dipithing dan diceburin ke kali. Hehe…
      Salam Cebur!

      ======================

  9. batjoe says:

    lagi rame tuh di rumahnya sufi muda….
    pada betrok kalimat dan argument..
    saya yang bandel cuma nonton lho mas ndak ikut-ikutan, belum sampae ilmunya masih sd hahahahahaaha
    (maksudnya saya masih sd) makanya saya selalu kemari dan ke mas MK, abesn terus mbaca-mbaca, asyik dan abisnya enak biar ndak nyambung tapi bisa kena dijiwa…

    ======================
    :: Di sana itu kan banyak komentator yang ga punya blog.
    Jadi bisa bebas mangap.
    Apalagi sekarang ketemu mas Haniifa.
    Makin seru aja kayaknya.
    Saya juga lagi diskusi seru di blog Kristen itu.
    Salam Mangap!

    ======================

    • m4stono says:

      iya saya juga liat…seru aja gak berani ikutan hiohihihihi…apalagi ada mas haniifa urusannya bisa sampe ke kebon binatang..hihihihihi seeyeeem

      ======================
      :: Hihihi…. kebon binatang sama bagian bawah perut….🙂
      ======================

      • m4stono says:

        ya dah tak liat sepak terjang mas lambang…keeereeeeen…saya mengaku takluk melihat komeng yg panjang2 di blognya mas jip….tapi ya sayangnya bukan aliran saya itu….saya lebih suka diskusi dgn para spiritualis dan saling melengkapi….dulu sering jalan2 di DC nya ngasngus…..geli juga liat kreativitas ngasnguser dlm memperolok agama//tuhan org lain…pokoknya dijamin kejem bis sadis…tapi ya sutralah…urusan agama lakum dinukum waliyadin….semuanya kembali ke Allah saja, biar Dia yg memutuskan mana yg benar…………:mrgreen:

      • Lambang says:

        Wah, itu cuma pengalaman saya dulu.
        Sekarang pemahamannya sudah bergeser ke persepsionist. Agak mirip dengan receptionist ya🙂

        BTW, memang semakin mendalami agama akan membawa ke pemahaman yang lebih tinggi. Sayangnya pemahaman yang lebih tinggi ini juga akan membuka tabir paradoxial yang ada di semua ajaran. Apa ini yang disebut tabir hijab atau bukan, enda tahulah. Yang penting tinggal jalan hidup dengan baik dan benar…🙂

      • m4stono says:

        bagi saya sendiri, semua agama itu sama, semua agama itu benar adanya, yg salah adalah pemahaman umat atas ajaran yg dibawa nabinya, kalau sudah mencapai tingkatan tertinggi dari spiritualitas masing2 agama maka akan menemukan suatu titik temu, dan menemukan “woooo jebulane awake dhewe ki podo to” dan akan merasa malu bila masih memperdebatkan masalah2 kulit….kalau masalah siapakah yg akan masuk surga kelak, saya kira hanya umat islam yaitu umat yg berserah diri kepadaNya, apapun dien yg dianutnya…pada intinya…ehemm…semua hanya ilusi….haalaah malah ikut2an sampeyan :mrgreen:

      • Lambang says:

        Ya intinya memang begitu Kang.
        Debat yang selama ini muncul dimana-mana kan berkisar pada perbedaan persepsi atau perbedaan paham.
        Yang anggota DPR membahas puluhan pasal saja ributnya bukan main. Apalagi ini yang membahas ribuan ayat. Udah gitu yang dibahas kebanyakan hal-hal yang immaterial, yang ghoib. Sampai kapanpun ya bakalan ribut terus. Tapi mudah-mudahan tahun 2012 itu memang akan menjadi Tahun Kesadaran Universal. Mudah-mudahan dengan adanya perubahan konstelasi planet dan matahari, termasuk juga perubahan pengaruh gravitasi bumi dan matahari, akan mempengaruhi pemahaman spiritual setiap orang.

      • batjoe says:

        siiippp mas sekarang udah semakin menjadi lebih dari sekedar temen, sahabt dan sll memberikan diskusi yang lebih terarah walaupun masih penuh guyonan tapi intinya kena ke jiwa…

        wah saya ndak iktu-iktu nyebut nama lho mas dan mas lamabang nagapain juga nyebrang ke jepham mending pakai pompa air sanyo hehehhehehehehe

  10. Bung Lamb:
    Saya cukup pakai kata sederhana yang ngga multi tafsir seperti ini:
    – Berpikir yang baik dan benar
    – Berkata yang baik dan benar
    – Berbuat yang baik dan benar
    *kalau ga nyambung, ya cari kalimat lain lagi, gampang koq, hiks…*🙂

    Bung!
    Kalau udah nyambung sip lah.
    Kalau lon udah nyambung:
    Berpikir lah yang baik
    Berpikir lah yang benar
    Berpikir lah yang memerdekakan.

    Eeith!
    Moga aku nggak kepleset eui,
    Bebeecekan lagi lap,
    Di pojokan lap,
    Lapangan Merdeka.

    SaLam Merdeka!

    ======================
    :: Jelas kepleset lagih.
    Kalau cuman mikir-mikir doang,
    jadinya seperti patung sang pemikir itu.
    Yang ada di sudut Lapangan Merdeka. (emang ada di sana?)
    Mendingan terus berkata dan berbuat,
    seperti Archimedes yang lantas teriak Eureka!🙂
    Salam Archimedes!

    ======================

  11. Ah! Bener, kan!

    Kupukir kau telah pikir tiga. Tersirat, kau telah ok dgn rangkaian pikir itu, bahwa, pikir adalah awal dari mengerjakan, kerja adalah awal dari menjadikan, dan jadi adalah akhir dari semuanya lah.
    Menjadi khalifah!

    Salam Menjadi!

  12. Lambang says:

    Oh, bener juga ya.
    Ternyata yang kubilang itu tiga item juga.
    Padahal ngga kepikir tadinya.

    Salam Pikir Tiga!

    • m4stono says:

      iki ki cah loro bagus lagi ngobrol opo to yo…kok ra dong2….mengko rak tekan graji wesi ilusi…😆

      ======================
      :: Nek ngomong karo kang MK mesti melu-melu ngedan sisan.
      Lha imajinasine nggladrah tekan ngendi-ngendi je…😛

      ======================

      • Hehei!
        Meniko ngobrol lin menjadi, loh Kang!
        Menjadi holistik gitu loh, kerene!
        Dong-dong dong Kang, apa iyo 2011.

        Salam Dong2!

        ======================
        :: Yayaya… menjadi holistik. 2011… kira-kira doang… acuan ke NASA dan berbagai web luar.😉
        ======================

  13. wawansyah17 says:

    Mungkin yg disebut dgn kesadaran kosmis dalam bahasa yg sederhananya adalah kesadaran dalam mengenal diri sendiri atas semua kejadian yg menimpanya atas kehendak Tuhan, kemudian dia dapat mengambil hikmah semua dari kejadian tsb. Berdasarkan itu semua maka dia dapat mengenal Tuhannya dan diberikan kemampuan diluar batas kemampuan manusia biasa.

    Wassalam…

    ======================
    :: Mungkin juga seperti itu. Mungkin juga sebaliknya, akan muncul kesadaran bahwa semua yang terjadi ini adalah hukum alam, hukum ilahiyyah yang sudah ditentukan pada awal penciptaan. Big Bang, konstelasi planet, sel tunggal, sel majemuk, primata, manusia dan lain-lain tercipta berdasarkan hukum ilahiyyah yang dibuat dengan sangat mendetail, sempurna dan mampu berevolusi jutaan tahun tanpa menjadi hancur. Mungkin Tuhan hanya mengamati saja semua evolusi itu. Konsepsi tentang free will, limited will dan guided will menjadi termentahkan semua.
    Yah, itu adalah salah satu kemungkinan diantara ribuan kemungkinan yang bisa saja terjadi. Wallahu’alaam.🙂

    ======================

    • wawansyah17 says:

      Saya pikir semua yg terjadi dialam semesta ini merupakan proses sebab dan akibat (kausalitas). Demikian juga halnya dgn kesadaran kosmis, didalamnya ada proses kausalitas. Seperti contoh Nabi Muhammad saw yg suka berdiam diri di Gua Hiro, kemudian mendapat Wahyu dari Malaikat Jibril atas perintah Tuhan. Dengan kata lain proses kasualitas disebut dgn Ikhtiar (usaha). Ini artinya kesadaran kosmis akan bisa dicapai melalui ikhtiar.

      Wassalam….

    • Lambang says:

      Nah, kalau yang ini saya setuju.
      Hukum sebab akibat. Kalau mau kenyang ya makan. Kalau mau pinter ya belajar.

      Masalahnya ada sebagian orang yang berpendapat bahwa semua gerak dan keinginan kita itu diatur oleh Tuhan. Bahkan nafas dan buang hajat pun diatur Tuhan. Ini yang menjadi paradox.
      Saya lebih setuju pendapat yang mengatakan bahwa manusia diberi kebebasan untuk memilih (free will), tetapi dalam kondisi tertentu Tuhan juga turun tangan membantu.
      Seperti misalnya peranan do’a dalam berusaha. Kalau tidak berdo’a ya hukum alam yang bekerja. Hukum sebab akibat. Usahanya bisa berhasil atau tidak. Kalau berdo’a, maka diharapkan tingkat keberhasilannya akan naik.

      Pada pemikiran yang lebih tinggi lagi, kisah Nabi Muhammad SAW di gua Hira’ itu juga bisa diartikan lain. Bukannya Tuhan yang berniat menurunkan wahyu, tetapi kontemplasi beliau-lah yang menyebabkan wahyu itu bisa di-akses. Tapi yang ini hanya pemikiran, masih belum dikaji lebih jauh lagi.

      Salam.

      • wawansyah17 says:

        Kalo saya mengistilahkan berdasarkan ikhtiar Nabi Muhammad saw lah Wahyu turun. Berarti ada kausalitas.

        Wassalam…

        ======================
        :: Bisa juga begitu.🙂
        ======================

  14. sikapsamin says:

    Kesadaran Kosmis?!?
    Dari hasil menyimak berbagai sumber tentang Alam-Semesta yang Tanpa-Batas, Tanpa-Gravitasi dan Tanpa2 dst., Nebula, Messier-Objects dsb., saya coba menyimpulkan ternyata planet Bumi yang kita pijak ini tak ubahnya sebuah Elektron yang mengitari sebuah Proton(Matahari), dan kita Manusia hanya spt debunya Elektron tadi.
    Kemudian sebagai Pusat Alam Semesta ada satu Mega Super Masive BLACK-HOLE yang akan menyedot seluruh Elektron-Proton (Kiamat).

    Menurut mas Lambang, ini termasuk Kesadaran-Kosmis atau Lamunan-Kosmis, ya?

    Btw… Berkait dengan teori2 Tahun-2012, saya sedang nggethu baca2 situs http://prophetsmanual.com/ . Saya sangat tertarik, tapi yaitu disamping bhs.Inggris, banyak istilah2 sing gak-mudheng(padahal sdh nggak pakai teh..hi..hi..).
    Maklum..saya bukan lulusan UI atau UGM, cuma lulusan UGD…

    Tapi siapa tahu mas Lambang tertarik menterjemahkan beberapa subjudul disitus tsb., saya tinggal copas gratisan saja..he..he..he..

    Matur nuwun mas Lambang atas artikel2nya yang sangat mencerahkan
    Mohon maaf jika komen saya kurang berkenan

    Salam Tunggal-Sikep

  15. Lambang says:

    Mas sikapsamin Yth,

    Kalau menurut beberapa artikel dari luar, kesadaran kosmis itu adalah suatu tingkat kesadaran yang menghubungkan spiritual kita dengan suatu tingkatan spiritual yang sangat tinggi dan suci yang diasumsikan ada di luar kosmis atau menyatu dalam kosmis itu sendiri. Dalam pemahaman agama, itu yang dipersepsikan sebagai Tuhan.

    Kalau masih belum terhubung, mungkin masih masuk dalam kelompok lamunan kosmis itu yah…

    Tadi saya coba masuk ke ProphetsManual, ternyata isinya banyak yang bagus. Nanti saya coba cari beberapa artikel untuk diterjemahkan. Saya ini modalnya cuma Google Translate aja koq mas…

    Lulusan UGD mas? Perbannya masih klewer-klewer dunk… hihi…

    Salam Persahabatan.

  16. @Lamb
    Aku tertarik dgn yg ini, Bung:

    Menurut Bucke, kurangnya bahasa pada hewan adalah bukti bahwa mereka hanya mampu memiliki kesadaran sederhana.

    Konon, pada mulanya adalah kata. Beda utama kita dgn hewan adalah bahasa. Oleh karena itu akal kita tak terhingga. Perbedaan kebisaan antar manusia pun adalah karena perbedaan kekayaan bahasa itu. Kita adalah apa yg kita kataakan dgn sungguh-sungguh. Mula kata boleh-boleh saja dari ecek-ecek, semisal manusia pingin ke Bulan. Setelah kata itu di katakan dgn sunguh-sungguh, maka sungguh lah manusia itu jadi ke Bulan. Kata itu dahsyat!

    Salam Kosmis Brath!

    ======================
    :: Setuju, kata itu dahsyat.
    Mulanya hanya keinginan dalam kata
    Di-afirmasi berulang setiap hari
    Pusat enerji di otak mulai ber-reaksi
    Menyebar energi positif kemana-mana
    menarik enerji lain yang sejenis
    gelombang enerji mulai datang
    mewujudkan apa harapan
    dari hanya sebuah kata.

    ======================

    • Ya!
      Setuju Btath!
      Bahkan setuju bahwa Malin Kundang bukan hanya sekedar dongeng. Ada pemberitahuan yg hebat di situ. Demikian juga kondisi jiwa kita saat ini, “spesifikasinya” amat ditentukan oleh kata yg kita terima sedari dulu. Maka dari itu kupikir kutipan “Bila anak” di blogku ttg “Anak belajar dari keluarga” adalah benar juga.

      Salam Hormat!

      ======================
      :: Oke. Meluncur baca-baca lagi di sana…
      ======================

  17. qarrobin says:

    Dulu para malaikat berkomunikasi tidak memakai huruf dan suara yang kita gunakan sekarang, mereka berkomunikasi lewat image/imaji/bahasa yang tak berhuruf dan tak bersuara. Kemudian Adam diajarkan oleh Allah memberikan nama2, yakni bahasa dengan huruf dan suara.

    Numpang lewat…

    ======================
    :: Mungkin pake bahasa bathin ya, semacam laduni gitu..🙂
    Atau jangan-jangan pakai sms-an… hehe…

    ======================

    • Ya!

      Dulu bahasa kita cuman satu.
      Kerja kita muter menara ke langit.

      Sekarang bahasa kita sangat banyak,
      Kerja kita muter-muter dunia.

      Wah!
      Supaya nggak nabrak-nabrak,
      Gimana caranya menyatukan bahasa,
      Gimana caranya menyatukan puteran.

      Salam Parkir Pikir!

      • qarrobin says:

        bahkan di dalam satu segitiga avatar MK ada 4 warna segitiga, 4 unsur difilm avatar kali ya.

        Agak susah juga nyatuin bahasa, Sanskrit jadi Sansekerta, Ramadhan jadi Ramayana. Ibrahim jadi Brahmana.

        Arti Ramadhan adalah turunnya malaikat dan ruwh…wuihhh kayak perang Mahabharata aja

        Di surah Nuh ayat 23 ada :
        wadd jadi Veda / Buddha
        suwwa’ jadi Shiva / Syiwa
        yaghuts
        ya’uq
        nasr

        mereka awalnya berbasiskan Islam, tapi rusak karena banyaknya mazhab dan thariqat

      • lovepassword says:

        Ya kursus bahasa dong :d

      • lovepassword says:

        Karena bahasa banyak, agar paham bahasa yang berbeda ya perlu kursus bahasa. Hi Hi Hi

        ======================
        :: Niru spanduknya Bung MK:
        KURSUS BAHASA ASING
        (JAMAN PRA-SEJARAH)
        TIAP HARI BUKA
        TIAP MINGGU TUTUP.

        ======================

  18. tomy says:

    komennya pada sip-sip
    mohon ijin nyimak Mas

    ======================
    :: Silahkan mas…
    ======================

  19. Kutip,

    qarrobin Says:
    21 October 2009 at 22:08
    bahkan di dalam satu segitiga avatar MK ada 4 warna segitiga,

    Yeah Kang!
    Ada 1 segi-tiga biru
    Ada 1 segi-tiga merah
    Ada 1 segi-tiga hijau
    Ada 1 segi-tiga putih
    Ada 1 warna-warni.
    Ada 5 segitiga jadinya.

    Bila kelima segi-tiga itu berputar,
    Maka yg tampak hanyalah 2 lingkaran.
    Satu lingkaran hitam dan satu lingkaran putih

    KangTon senenge pikir lima, hehe.
    Bung Lambang pikir dua, ngkali
    Banyak yg sukae pikir ahad wae.

    Agak susah juga nyatuin bahasa, Sanskrit jadi Sansekerta, Ramadhan jadi Ramayana. Ibrahim jadi Brahmana. Arti Ramadhan adalah turunnya malaikat dan ruwh…wuihhh kayak perang Mahabharata aja
    Di surah Nuh ayat 23 ada :
    wadd jadi Veda / Buddha
    suwwa’ jadi Shiva / Syiwa
    yaghuts
    ya’uq
    nasr
    mereka awalnya berbasiskan Islam, tapi rusak karena banyaknya mazhab dan thariqat

    Yeah! Menurutku nih,
    Ada ragam cara pikir, ada ragam cara bicara, ada ragam imbas budaya. Ketiga ragam dan cara mungkin kudu kita putar bersama-sama cinta. Hanya dengan begitu kita boleh berharap menjadi putih semuanya, ha!

    Salam Pikir Tiga!

  20. Lambang says:

    Brathar MK,
    Kali ini kao salah lagi Brat!
    Kan ada abu-abu hasil ujung-ujung segitiga merah, biru, hijau dan putih. Juga abu-abu yang di dekat lingkaran.

    Kalau semuanya putih ngga bagus juga.
    Mata kalau semua putih jadi horor.
    Merah putih kalau semua putih jadi nyerah.
    Kertas kalau semua putih ngga ada makna.

    So, hidup harus ada hitam, putih dan abu-abu.
    Biar seimbang gitu loh Brat!
    Kan di kitab juga disebut
    Bahwa semua itu berpasangan.
    Ada kiri neraca, ada kanan neraca.

    Ok Brat! Salam Timbang!

  21. Setuju Brath!

    Pikir dua adalah keabadian.
    Pikir tiga adalah kehidupan.
    Pikir satu adalah kematian.

    Salam Pikir Imbang!

    • m4stono says:

      bah! apa pulak kau putar2 bisa pusing……kao tau bah….kalo putar2 pasti ada sumbunya…nah sumbunya ato titik tengah ato titik henti itulah yg bisa mengayomi semua warna, gak perlu cepat2 putarnya ntar bisa pusing….kalo di dunia ada matahari maka diakherat ada mata hari abadi….bisa diartikan matahari abadi ato mata hari abadi….menjadi sumbu maka bisa melihat semua warna kehidupan, bisa melihat dunia lebih luas, dan bisa menjadi matahari abadi….maka kesaksian utk bisa menjadi matahari abdai adalah ‘sesungguhnya tidak ada apa2 kecuali yg berkata” …kelau yg berkata itu tidak ada bagaimana bisa berkata tidak ada apa2……heh kok balik maning ke logat jowo….:mrgreen:

      • m4stono says:

        lupa ngucapin pasword…..”saya hanya bisa omdo…kalo salah2 kata jgn diambil ati yaaa” kaaabuuuuurrrr

      • Lambang says:

        Saya juga lupa masukin kata kunci… “Ah, semua kan hanya ilusi, persepsi dan imajinasi”.

        Mau pakai warna atau pakai bahasa, sebetulnya hanya untuk pembeda makna. Manusia kan suka banget dengan hal-hal yang kreatif. Sampai arah tulisanpun ada yang dari kiri, ada yang dari kanan, ada yang dari atas. Untungnya sampai saat ini belum ada yang dari bawah. Kalo ada, apa ngga makin mumet…

      • Ehm!

        ======================
        :: Ah, lagi sakit leher rupanya.
        Kasih Strepsils dulu biar lancar…🙂

        ======================

  22. sikapsamin says:

    Kalau mengikuti Paradigma-JASMERAH(mbuh iki bahasa apa lagi), sekitar 10.000-th yang lalu manusia mulai bisa ber’bahasa’ tapi belum ber-aksara. Kemudian sekitar 5000-th yang lalu baru bisa menulis, bahkan menurut saya terjadi lompatan yaitu ‘menciptakan/menyusun’ kitab2 suci. Karena jumlah manusia msh sangat sedikit, jarak antar komunitasnya cukup berjauhan, maka dalam siar ‘kitab-suci’ terjadi bias pengucapan bahasa, spt. BRAHMIN menjadi IBRAHIM, dan TAO – TAORAT – TAUHID
    Kalau soal RAMAYANA jadi RAMADHAN saya kurang setuju/tahu. Yang jelas ada sekarang ini RAMAYANA jadi MALL diberbagai kota..hi..hi..

    Kalau menggunakan paradigma tiru-meniru, PASTI YANG BELAKANGAN MENIRU YANG SEBELUMNYA

    Tentang pentingnya MENYATUKAN-BAHASA bahkan kepada semua Blogger, saya menyerukan SEGERA-LAKSANAKAN!!!

    Soalnya sebentar lagi 28 Oktober :
    SATU NUSA – SATU BANGSA – SATU BAHASA

    Bhinneka Tunggal-Sikep
    Baku-Kukuh-Utuh…NKRI
    Samin adalah Sikap

  23. Lambang says:

    Kalau menyatukan nusa dan bangsa, setuju dan itu mudah dilaksanakan. Tapi kalau menyatukan bahasa, rasanya agak sulit. Gimana nasibnya bahasa daerah… apa dihapus semua. Pasti bakalan demo.
    Saya lebih setuju dibiarkan saja apa adanya. Toh dalam suasana formil, mereka masih memakai bahasa Indonesia yang benar. Lagipula keragaman bahasa menunjukkan keragaman budaya Indonesia.
    Maaf lho, saya ini hanya bisa omdo saja, kalau ada yang salah silahkan diluruskan…

    • m4stono says:

      wakakakakak…passwordnya ikut2an……biar lengkap aja…hanya bisa omdo dan semua hanya ilusi….kalo ngeblog mah memang ilusi dan omdo kalo miyabi mah betulan bukan ilusi lagi😆

      ======================
      :: Hehehe…
      kalo miyabi mah betulan dipakai untuk ngayal ngeres🙂

      ======================

  24. sikapsamin says:

    maaf mas Lambang, setuju banget soal bahasa formal, kan terkait 28 Oktober.
    Lagian saya perlu sekali2 belajar ‘formal’ biar bocor alusnya nggak kebablasan…he..he..he

    Salam bocor

  25. Lambang says:

    Dulu sih memang saya suka dengan gaya ja’im. Kadang nggaya sok priyayi, sok spiritual atau sok habib gitu…
    Tapi lama-lama koq capek juga ya menipu diri sendiri dan orang lain, jadinya kebocoran di sana-sini mulai ditampilkan. Biar kesannya nggilani dan bocor alus gitu… padahal jan-jane yo priyaye ndeles waras sehat turunan Mojopahit, turunan jalan Hayam Wuruk dan tikungan jalan Gajah Mada.
    Jadinya ya seperti sekarang ini, kadang sok serius, ja’im puoll, manggut-manggut ngelus jenggot, sambil batuk-batuk nggaya. Kadang bladas-bludus koyo wedus jenggotan ucul taline…😆

    • qarrobin says:

      sama mas, kadang saya sok pintar, sok tahu padahal ga tau apa-apa cuma njiplak apa yang udah dibaca.

      Udah saya jawab mas, pertanyaannya di blog saya

      Salam Damai buat mas Lambang

      ======================
      :: O ya, tak tengok dulu…
      ======================

  26. m4stono says:

    btw sikap jaim itu kadang diperlukan utk komeng di blog2 jaim juga…kan gak mungkin bludas bludus di blog tsb….pernah juga komeng di blog jaim pake bludas bludus…tapi keknya si tuan rumah kurang berkenan dan akhirnya komeng saya dihidden heheheheheh….walaupun saya sudah sering bgt komeng di blog tsb…ya kamsud saya ya cuman utk mendekatkan aja supaya akrab….gak ada yg lain….ibarat kata tangan kanan mo menggaruk tangan kiri masak harus pake acara nuwun sewu dulu….klao gatal mah tinggal garuk aja…😆

  27. Lambang says:

    Memang akhirnya para blogger akan kumpul dengan sesama jenisnya. Yang ja’im kumpul sama yang ja’im. Begitu juga dengan kelompok filsuf, kejawen, pendebat, pemabok, pendakwah, pencinta, motivator, matre, emak-emak dll.

    • m4stono says:

      setubuh kang! memang begitu adanya…yang bocor alus akan ngumpul di blog bocor alus disini ….. kabuuuurrr

      ======================
      :: Sayangnya, golongan priyayi jowo bocor alus kek kita-kita ini ngga banyak umatnya…:mrgreen:
      ======================

      • m4stono says:

        gimana kalo kita kumpulken priyayi2 jowo sak jagat blogosphere lalu kita ajak untuk bocor alus bersama dan mengangkat mas lambang sebagai nabi pemimpin bocor alus….dan kita tetapkan islamabangan dot wordpress dot com sebagai markas besar bocor alus….ya mirip2 komunitas cah andong lah…hihihihihhi:mrgreen:

        ======================
        :: Keknya yang jadi pimpinan harus bisa boso kromo inggil sanskrit sama kejawennya nglotok luar-dalem. Lha saya kata dasar “pangembating” aja belum tahu je…:mrgreen:
        ======================

      • m4stono says:

        yg jelas bukan sayaaa…..boso kromo inggil aja pating pecothot…boso sanskrit aja ngepek kamus….kejawennya nglothok banget saking nglothoknya sampe gak berbekas sedikitpun….jadi intinya saya gak bisa apa2…….nek cah baguse sing seneng geguritan kae ketoke pas didadekno pimpinan bocor alus sak jagat:mrgreen:

        ======================
        :: Bener Kang. Cah bagus kae ketoke imajinasi-ne pancen nggladrah ngga karuan. Cocok dadi Presiden Balkadaba…🙂
        ======================

      • TukiPon says:

        Nek rumus seko Simbah, sopo sing ngaku ora iso opo-opo iku jan-jane sing iso. ya… dadi sing cocok dadi Presiden Balkadaba Kang Tono mumpung penyakite boyok wis mari bar di pijeti lan di giles karo Kang Hadi Wirojati kayane… Lha nek cah baguse sing gendeng ora nggenah, kemlinthi, biyayakan, pethakilan, nganeh-nganehi, bocor ombo alus, ngentutan, ratau adus, bludas-bludus, kluyar-kluyur… kae isane mung mangan karo turu dadi masih ada yang bisa di kerjakan jadi nggak masuk dalam rumusnya Simbah.
        Maka dari itu jika kembali ke rumuse Simbah sing cocok dadi presiden balkadaba Kang Tono utawa Kang Lambang, merganya kedua-duanya intinya sudah ngaku nggak bisa apa-apa…
        Kang saya tak mlayu dulu jangan di badem dulu ya… nanti kalo udah nggak keliatan juga jangan dibandem mercon karo diuncali watu hiiihihihi

    • S™J says:

      sesunggunya tiap produk itu punya potensi pasar tersendiri. :))

      ======================
      :: Bener Kang, termasuk juga produk keimanan dan produk imajinasi😉
      ======================

  28. S™J says:

    kesadaran diri itu “I” dan kesadaran kosmis itu “We”?😎

    ======================
    :: Saya lebih cocok kalau kesadaran diri itu “I” tapi belum konek. Kalau kesadaran kosmis itu “I” juga tapi udah konek puol.🙂
    ======================

  29. Pingback: Berpikir Timur! « Pikir Tiga

  30. Pingback: Berpikir Timur! « Pikir Tiga

  31. alernonna says:

    Hey what’s up yawl, been absorbing here for a while and decided to post. Something’s just spinning around in my head lol.

    Is the cheapest VPS too cheap?

    So I was reading an article today and my eyes strayed towards an ad for a VPS server going for $4.95 per month. Now bear in mind this wasn’t shared hosting which I have seen for $1 per month in many places but a full blown VPS. It got me thinking whether or not it would be worth it to buy servers now for “serving” anything or if in just a couple of years everything will be running on mainfaimes again. Retrooooo to 1950s?

    When you think about it, before the IBM XT nobody usually thought they could afford a computer even for their office let alone their home and businesses always grabbed those big mainframes and had dumb terminals running to the big bad boy in a metal cupboard. Today these cheap VPSes are becoming more and more like the dumbterms of yesteryear; while you may be sitting at an intelligent PC you are still just remote connecting to the processing power of the VPS cloud and you might as well just be typing at a dumb console in many cases. Those of you who shell remotely know what I mean. Now consider a few other seemingly random trends such as “google desktop” and “microsoft remote drive” and fast forward into the future where it seems plausible that all your storage and processing might be done outside your office or dwelling with all that control in someone else’s hands. In return for that control the user might just get their VPS for free, financed by advertising and the sale of marketing data. Right now $4.95 is as good as it gets and it’s without advertising. Still, that price got me thinking of scifi. it’s without advertising. Still, that price got me thinking of scifi. $4.95 is as good as it gets and without advertising. and the sale of marketing data. But right now $4.95 is as good as it gets and without advertising.

  32. Fooofooo says:

    Домейнер. Куплю архитектурные проекты
    Требуется сантехник
    http://build.su/index.php?s=60fcda64a4dddd6d3f1ebbd9a9e5500d&act=SF&f=341

  33. MatthewMalit says:

    Assertiveness is state of confidence wherein one is bold, direct and mainly confident with others. Numerous times assertiveness gets confused with aggression. This leads to mishaps like snubbing other people on the incorrect internet site, thereby creating a negative influence. For this cause, it is important to realize how to be assertive especially at the perform location. Being assertive can showcase a much more proactive and confident individual.

    Assertiveness is essential in the workplace where colleagues and managers can make unreasonable requests or demands on your time – leading to pressure, depression and anxiety. This in turn leads to aggression, aloofness and attrition. Very typically, it can even ruin very good profession prospects.

    Why Assertiveness is perceived to be challenging

    Individuals tend to be hesitant to assert themselves for the following causes:

    They feel anxious that it would attract dislike from other folks

    This misconception is probably what prevents most folks from getting assertive. We all strive to be accepted and liked by other people. We search up to individuals who can make their presence felt. Several men and women have a sphere of influence, wherein their opinions are accounted and accepted.

    The only way this can happen is by way of their assertiveness. It assists them get their concepts across, and with a small bit of convincing, everyone sees very good judgement in their view. Individuals have a tendency to respect these have the capacity to be assertive, not aggressive.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s