Selamat Hari Natal dan Dilemanya

christmas_tree_sublime.jpgKemarin ada teman satu grup BCA (bocor alus) yang kirim SMS berbunyi “Taqoballahu minha wa minkum. Selamat Natal 1431H dan Tahun Baru 2010. Damai di bumi damai di surga. Mohon maaf lahir dan bathin“. Kebetulan tadi pagi KangTono juga memberikan ucapan Selamat Natal melalui komen-nya. Apakah ada yang salah dengan SMS dan komen itu? Mari kita bahas.

Yang jelas saya tidak merayakan Hari Natal, tetapi kalau ada ucapan selamat dari teman, ya harus kita jawab dengan ucapan yang lebih baik. Lalu bagaimana dengan ucapan natal yang diberi kalimat Arab, tahun Hijrah dan maaf lahir dan bathin itu? Oo.. kalau itu ada penjelasannya. Kalimat Arab bukanlah milik umat Islam. Injil yang asli juga diturunkan dalam bahasa Arab, atau lebih tepatnya dalam bahasa Ibrani. Demikian juga Umat Islam sering menggunakan istilah kalender Masehi untuk urusan sehari-hari. Penanggalan Masehi dibuat oleh umat Nasrani dan kata masehi itu berasal dari kata “masaha” atau “mesias/mesiakh” yang artinya juru selamat. Begitu juga ucapan maaf lahir dan bathin (atau minal a’idin wal faidzin) itu sering dikumandangkan hanya di Indonesia (CMIIW), dan tidak ada aturan hanya boleh diucapkan pada suasana Idul Fitri saja. Jadi prasangka buruk tadi itu sama sekali tidak mendasar.

Lalu, bukankah umat Islam dilarang mengucapkan Selamat Hari Natal kepada umat Nasrani? Ada perdebatan kaum ulama tentang hal ini. Ada yang mengharamkan berdasarkan pendapat dari Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Tetapi ada juga ulama kontemporer yang menganggap itu diperbolehkan (artinya halal) dengan berpedoman pada pendapat Syeikh Yusuf al Qaradhawi yang berpendapat bahwa perubahan kondisi global menyebabkan itu diperbolehkan.

Golongan yang mengharamkan itu, juga menyatakan bahwa larangan itu berlaku dalam memberikan ucapan selamat kepada hari raya agama apapun. Ini artinya sama dengan mendalilkan bahwa tidak ada agama lain yang diakui oleh Islam. lalu bagaimana dengan ayat “Lakum dinukum waliyadin” yang artinya untukmu agamamu dan untukku agamaku? Bukankah ayat ini sama saja dengan mengakui ada agama lain (untukmu agamamu) walaupun tidak menyetujuinya. Mengakui dan menyetujui ini adalah dua kata yang sangat berbeda jauh artinya. Contohnya, “Saya mengakui ada teroris, tetapi saya tidak menyetujuinya”.

Kalau kita telusuri lagi lebih jauh, sebetulnya inti dari larangan itu adalah mencegah agar umat Islam tidak terpengaruh dengan aqidah umat Nasrani yang mengakui bahwa Nabi Isa (atau Jesus) itu adalah anak Tuhan dan menjadi bagian dari Tuhan itu sendiri.

Saya pernah diskusi dengan teman yang beragama Kristen, dan menanyakan apakah benar Yesus itu dianggap sebagai Tuhan? Menurut dia salah, bukan begitu maksudnya. Yesus itu disebut Bapa Yesus atau Tuhan Yesus adalah sebagai kata panggil penghormatan saja. Mereka juga tahu bahwa Jesus itu bukan Tuhan yang sebenarnya. Itu hampir sama dengan umat Islam yang sering menyebut Nabi Muhammad dengan Baginda Nabi atau Kanjeng Nabi. Pendapat teman yang satu ini memang agak nyleneh, karena setahu saya dari baca-baca blog panas Muslim-Nasrani, Jesus itu dianggap sebagai Tuhan yang sengaja turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia dan menebus dosa manusia. Yang ini sebetulnya agak nyleneh juga, tetapi dianut oleh sebagian besar umat Nasrani. Agak nylenehnya kenapa? Ya itu tadi, “turun ke bumi” dan “menebus dosa”. Memangnya Tuhan ngga mampu bekerja dari “kerajaannya” sana? Dan kalau memang untuk menebus dosa, kenapa ngga turun dari dulu-dulu seperti dari jaman Nabi Adam atau dari Jaman Sumeria? Yah, tapi saya ngga mau debat tentang aqidah Nasrani yang ini, biarlah semua seperti apa adanya, toh tidak bisa dibuktikan dan ngga ada manfaatnya bagi saya. Murni hanya berdasarkan persepsi yang diambil dari scripture.

Pada satu sisi, umat Islam selalu dianjurkan untuk melaksanakan perbuatan yang habluminannaas dan habluminallah. Artinya selalu berbuat kebaikan kepada sesama umat dan kepada Tuhan. Sedangkan dari kesepakatan ulama itu, dilarang mengucapkan Selamat Hari Natal. Ini menjadi paradoks. Sesama umat itu tentunya termasuk umat Nasrani, bukan hanya umat Muslim saja, karena umat Muslim yang berjiwa setan juga banyak, dan inipun masih masuk dalam cakupan.

Kemudian, di kitab disebutkan bahwa salah satu rukum iman adalah mempercayai Nabi Isa sebagai yang menyebarkan wahyu agama Nasrani, dan mempercayai bahwa Injil adalah kitab yang diturunkan oleh Tuhan kepada Nabi Isa. Pada ayat lain, disebutkan bahwa Injil ini sudah tidak sesuai dengan aslinya dan banyak ayatnya yang sudah diselewengkan atau sudah terkontaminasi. Ini juga menimbulkan paradoks baru. Lalu Injil yang mana yang harus diimani? Tentunya mengimani itu baru bisa terjadi setelah melihat, membaca, dan memahami.

Dua paradoks itu tentunya akan membuat kita berpikir dan berusaha memahami makna yang tersirat dari semua kitab. Buat saya yang abangan ini ngga jadi masalah, karena Islam saya boleh dianggap hanya setengah-setengah, hanya mengimani sebagian isi kitab yang masuk akal, dan mengimani bahwa Tuhan seluruh agama itu adalah sama, hanya satu-satunya, dan masih tetap yang itu-itu juga, yang selama ini hanya ada dalam persepsi manusia, walaupun Tuhan yang sebenarnya tidak ternalar.

Memang akan muncul tudingan dari Muslim yang lain bahwa saya ini liberal, kontemporer, abangan, Islam KTP dan Islam sak karepe dewe. Tapi itu bukan masalah bagi saya. Ibadahku untukku dan ibadahmu untukmu. Kemanusiaan, empati dan manembah itu jauh lebih penting bagi saya dibandingkan dengan berbagai dogmatic perception tentang ritual, aqidah dan fiqih. Untuk menjadi Islam itu syaratnya mudah sekali. Cukup membaca syahadat. Dan ke-Islam-an seseorang itu akan gugur jika murtad, atau pindah agama. Jadi, selama saya tidak pindah agama, maka saya masih berhak untuk menyandang predikat sebagai Muslim. Kalau mukmin jelas bukan, karena saya tidak mengimani scripture yang paradoks. Bahwa nanti mungkin ada pemahaman baru yang bisa menjelaskan hal-hal yang paradoks itu, ya itu urusan nanti. Kalau sekarang ya iman sekedar “kembang lambe”. Saya yakin ada di antara pembaca yang merasa sudah beriman dan sudah masuk dalam batas aman untuk menjadi calon kekasih Tuhan dan masuk surga. Kalau saya belum.

Jadi, Selamat Hari Natal dan Tahun Baru kepada rekan-rekan yang beragama Nasrani, Kristen, Katolik atau Protestan. Damai di bumi damai di hati. Semoga kita selalu mendapatkan rahmat dan hidayah Tuhan. Jujur, ini saya sampaikan dari hati yang paling dalam, bukan hanya sekedar “kembang lambe” (kata berbunga).

Christmas Tree.jpg

Dikemas oleh: Lambang (LambangMH.wordpress.com)

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Islam, Kehidupan, Kemanusiaan, Renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Selamat Hari Natal dan Dilemanya

  1. m4stono says:

    hiiiyaaaa nama saya dicatut:mrgreen:

    setahu saya nabi isa tidak pernah pernah menerima wahyu dalam bentuk kitab…injil itukan karangan/catatan kehidupan nabi isa beserta yg diajarkannya yg ditulis oleh murid/mantan murid beliau……..:mrgreen:

    mengucapkan natal ndak salah…wong natal itu kan artinya lahir…jadi selamat dilahirkan kembali menjadi jiwa2 yg tenang tidak kemrungsung….

    ato mo ngucapin merry christmas juga ndak masalah…..christmas itukan mass of christ atau umat christ atau umat Isa/yesus…lha yesus itu kan juga nabi didalam islam Isa as…cuman beda nama dan persepsi ;mrgreen:

    jadi ya ndak masalah wong cuman gitu aja kok repot…yg penting kan untukku persepsiku…untukmu persepsimu:mrgreen: ini kata saktinya siapa yah…hhhmmm kok gak muncul orangnya hihihihi

    • Lambang says:

      Buat saya ya enda masalah, makanya tak posting.. hihi..:mrgreen:

      Tapi itu jadi masalah besar buat yang biasa menyebut orang Kristen dengan kaum k*f*r. Hampir separuh Muslim di kantor saya pun agak ragu untuk mengucapkan Selamat Hari Natal ke umat Nasrani.

      Soal wahyu itu, ya ngga beda jauh dengan AQ yang dituliskan oleh orang lain dan baru disusun kembali sekitar 200 tahun setelah Nabi Muhammad meninggal. Dan rukun iman menyebutkan semua itu sebagai kitabullah yang perlu diimani.🙂

      Saya masih belum jelas bagaimana cara turunnya wahyu ke Nabi Isa. Apa lewat malaikat atau langsung masuk hati. Dan belum jelas juga yang mana firman Tuhan dan yang mana catatan pengikutnya, wong belum pernah baca Injil yang asli.:mrgreen:

    • batjoe says:

      untukku persepsiku…untukmu persepsimu
      pinjem mas ton… saya SETUJU!!!!

    • tomy says:

      ya wis nadyan rada telat aku tak ngucapke selamat natal sagung para kadhangku sedaya sebangsa setanah air
      damai di bumi damai di hati dalam kebersamaan yang saling memerdekakan
      natal juga adalah kepedulian sosial kepada kaum papa & tak punya

    • Lambang says:

      Wah hiya, sampai kelupaan…
      Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru kepada mas Tomy sing ngguantheng.
      Semoga selalu damai di bumi dan damai di hati.

      Salam Damai.

  2. m4stono says:

    kalo saya lebih suka menyebut orang kristen itu yaa apa yah…hhhmmm…”orang islam beda persepsi” persepsi kita dgn mereka kan beda to, lha tinggal persepsi mana yg benar ya “untukku persepsiku, untukmu persepsimu” ngomong2 soal persepsi….individu itu perilakunya ditentukan oleh persepsi dia thd tuhannya, kalo dia anggap tuhan maha penyiksa dan suka tawuran yah jadinya si individu itu suka tawuran dan maen hakim sendiri…kalo dia berpersepsi tuhannya maha diam ya jadinya dia hanya diam thok ngalamun miyabi …maka dari itu di islam ada 99 asma sebagai sebaik baik persepsi thd Allah…monggo2 aja pilih yg mana…itupun dgn catatan tidak salah paham thd asmaNya jangan2 orang yg suka saru itu mempersepsikan tuhannya suka pornografi:mrgreen: hihihihi

  3. sobatmuslim says:

    ya kalo memperingati hari kelahiran nabi isa as gak masalah tapi kalo ngerayain hari natal kayaknya gak deh,..

  4. batjoe says:

    saya ikut abangan aja…

    masa bodoh dengan mereka yang haram…haram melulu .. emang mereka nabi???? bisa nebus dosa saya???

    jangan naif deh…

    selamat juga natal bagi yang merayakannya semoga damai selalu bersama kalian sobat….

    ayo mas lambang.. blog birunya udah tak ubeg-ubeg sip banget..
    dan ini artikel yang enak dari atas tarik kebawah naymbung semuanya …
    wuih seger banget…

    • Lambang says:

      Iya mas. Blog ini nantinya mau dinon-aktifkan.
      Di sini saya ngga bisa bebas berkreasi dan posting macam-macam karena sudah salah tema sejak awal.
      Tahu sendiri lah, kan banyak penganut agama yang sensi kalau kesenggol keimanannya.:mrgreen:

  5. sikapsamin says:

    Membaca artikel ini, mau komen tiba2 tergerak utk bertanya pd simbah : “mbah itu mas Lambang mau menyampaikan ucapan Selamat Merayakan Natal, kok muter2 dulu mencari buah Delima, kenapa to mbah?! Malah kesannya wedi nek ora-Selamat!?
    Simbah diam saja…terpaksa saya ulang “kira2 kenapa mbah?!”
    Akhirnya simbah menjawab : “memang sangat sulit bagi simbah untuk menjawab pertanyaanmu nang. Perjalanan sejarahnya teramat panjang, penuh pergolakan, pertumpahan darah yang tidak sedikit. Sangat2 memprihatinkan, miris, nggegirisi…susah simbah menggambarkannya.
    Awal mulanya itu konon ada seorang Nabi bergelar Ibrahim as, beristri dua. Istri pertama melahirkan Nabi Iskak, dan istri kedua melahirkan Nabi Ismail.
    Arkian…suatu ketika Nabi Ibrahim as mendapat ‘perintah’ dari Tuhan untuk mengorbankan putranya. Nha mulai dari sini simbah bingung…ada cerita yang dikorbankan Nabi Ismail, ada cerita lain yang dikorbankan Nabi Iskak. Atau malah keduanya?!?, simbah juga bingung. Tapi pengorbanan tsb diganti kambing.
    Singkat cerita kedua putra Nabi Ibrahim as, satu-ayah beda-ibu, hidup beketurunan. Namun ‘keyakinan-agamanya berbeda-beda’… Mendengar cerita tsb simbah pernah bertanya dlm hati, lha peran bapak mereka bagaimana? Selalu congkrah enggak putus2,
    malah menyebar keseluruh penjuru dunia…

    Begitu cerita yang simbah pernah dengar. Kebenarannya bagaimana yo mbuh, wong kejadiannya juuuaaauuuhhh disebelah Barat-Tengah sana.
    Sudah ya…simbah mau neruskan nglintingi rokok ini lho. Sukur2 kamu bantu nglintingi…
    ?!?ooo…nggih mbah saya bantu..(dlm hati miris sekali rasanya mendengar cerita pertarungan yg teramat berkepanjangan dua kelompok bersaudara. Malah melebihi bharatayudha dlm pewayangan)…

    Sampun nggih mbah…kesel nglintinge.
    Woo…bocah ora bisa jenak. Nglinting baru dpt 2-btng sambat kesel…yo wis ati2 olehmu sesrawungan karo liyan yo. Jangan membuat malu leluhurmu…

    • Lambang says:

      Hihi… muter-muternya itu karena membahas dilemma yang ada di masyarakat sekarang ini. Dilemanya, pingin ngasih selamat kepada teman yang berbeda keimanan, tapi koq katanya dilarang. Na itu yang dibahas.
      Tujuannya ya memberi pengertian universal bahwa kemanusiaan dan empati itu jauh lebih penting daripada perintah atau larangan Tuhan yang agak nyleneh.

      Ada yang setuju ya sukur, kalau ngga ada ya udah.:mrgreen:

      • m4stono says:

        KAFIR!! DARAHNYA HALAL!! NERAKA!! mumpung durung ditutup tak maremke le nyepam cara mas wahab:mrgreen: hihihi balik maning nang asale bocor alus…..untukku persepsiku…untukmu persepsimu…..

        :: Wekekekkk…. serbu!🙂

      • batjoe says:

        ayo serbu … aku melo serbunya bawa balok huhahahahahaha
        🙂 🙂 🙂 🙂

      • lovepassword says:

        Yang nyleneh itu tentu juga tapsir manusianya🙂

  6. dir88gun says:

    Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,

    Akhirnya tahun baru telah tiba…
    Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,
    Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.

    Baca selengkapnya di

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/happy-new-year.html

    —————————————————–
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

  7. tomy says:

    mengucapkan Selamat Natal bagi Saudara semua

    natal adalah solidaritas, bentuk kepedulian social kita kepada sesama yang lemah & menderita
    semoga dengan semangat natal ini kita kembangkan damai & kasih dalam relasi yang saling memerdekakan

    ======================
    :: Selamat Hari Natal juga mas Tomy.🙂
    Damai di bumi damai di hati.
    Semoga kita semua selalu mendapatkan rahmat dan karuniaNya.

    ======================

  8. Fitri says:

    Saya kira tadi mau melarang memberi ucapan selamat natal.

    ======================
    :: Wah, saya kan ngga ada hak untuk melarang siapapun. Paling-paling hanya ngasih usul atau saran atau pemahaman…🙂
    ======================

  9. Mamo says:

    Konon agama Kristen dan Islam berasalah dari 1 induk yaitu dari Agama Samawinya Ibrahim. Ibrahim menurunkan 2 putera yang pertama Ismail dari istri mudanya yang juga budaknya dan yang kedua adalah Ishak dari istri tua atau permaisurinya. Kehidupan selanjutnya Ismail menurunkan bangsa Mesin / Arab sedangkan Ishak menurunkan bangsa Yahudi / Kristen.
    Meskipun bersumber dari 1 agama namun kenyataannya sekarang sangat berbeda bahkan dapat dikatakan bertolak belakang. Agama Kristen yang sekarang dianut sebagian besar bangsa-bangsa di dunia bersumber dari budaya Eropah / Roma sedangkan agama Islam bersumber dari budaya Arab. Dalam agama kristen terdapat kepercayaan Tri Tunggal yaitu Allah Bapa – Tuhan Yesus – Roh Kudus. Allah adalah Sang Khalik/Sang Pencipta alam semesta, Tuhan Yesus adalah Sang “Penguasa” yang berkuasa menentukan seluruh umat manusia masuk surga atau tidak – Imam Mahdi – Hakim yang agung. jadi menurut agama kristen yang menentukan bisa tidaknya masuk sorga adalah Yesus, bukan agamanya (kristen sekalipun, atau pahalanya (Islam) atau dharmanya (Hindu) dan atau kesuciannya (Budha). Demikianlah Yesus disebut Tuhan karena yang berkuasa di Kerajaan Allah / Sorga. Bagaimana menurut Yesus untuk masuk ke sorga adalah mereka yang menyembah dan mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya, dengan segenap akal budinya dengan segenap kekuatannya dan mencintai semua manusia seperti dirinya sendiri. Jadi menurut Yesus orang-orang yang hanya mememtingkan dirinya sendiri, agamanya sendiri, bangsanya sendiri jangan harap masuk sorga, lebih-lebih yang masih membenci dan menganiaya dan membunuh manusia.
    Selamat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Amin.

    • ahmed shahi kusuma says:

      Mas selamat selamat hari natal…….
      Selamat berkonon juga……………….
      jadi bener sampeyan memang cerita Ibrahim dengan dua anaknya itu juga konon koq???
      Jadi gak usah terlalu serius……..
      Kalo saya sreg Hindu, manusia dari amalnya! Bukan dari saya percaya anu jadi anu, lalu saya selamat….
      itu justru merendahkan anu!

    • Lambang says:

      Malah saya pernah baca artikel bahwa nabi Ibrahim itu ada kaitannya dengan Hindu. Entah Hindu itu berasal dari nabi Ibrahim atau sebaliknya, dah lupa.

      Sama dengan mas Ahmed, dari pola pemahamannya saya sreg juga dengan Hindu dan Buddha, manusia itu tergantung amalnya. Anu yang sebenarnya kan tidak ternalar, sedangkan anu yang kita kenal ini adalah anu yang sudah dipersonifikasikan, sehingga menjadi anu yang kadang keras, galak, tapi kadang penuh kasih sayang.

      Sayangnya sampai saat ini masih belum ada yang bisa membuktikan bahwa anu itu bisa mengabulkan doa yang langsung terjadi seketika. Lalu apa bedanya dengan anu jaman prasejarah dulu?

  10. Datyo says:

    hehehe ora wani komentar…bahasane terlalu tinggi. sing pasti aku yo podho ambek sampeyan mas (halah melok ae). Sing penting (untuk case ini) iso marake konco bahagia mergo ngrayakno natal, yo takucapken selamat natal. Looooo lek misale tibake dianggap dosa….yo gampang ae, nanti bikin kebaikan 2 kali….mosok gak iso digawe ngimbangi…2-1 = 1….lak ngono se mas ? eh nggak yo ? wis embuhlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s