Jaran Goyang

Lagi jalan-jalan ke forum kapanlagi.com, ternyata menemukan postingan dari Mbah Bathara Narada tentang ajian Jaran Guyang, yang diberi disclaimer sebagai berikut: “Mantram ini adalah untuk kepentingan hiburan semata. Bathara Narada dibebaskan dari tanggung jawab akibat penyalah-gunaan mantram ini. Semua orang / pihak yang membaca thread ini dianggap menyetujui disclaimer ini.

Mantramnya adalah sebagai berikut:

Niat ingsun amatak ajiku si Jaran Guyang
Ancik-ancikku wesi Balitung
Sangga wediku ulo dumung
Cemethiku sada lanang
Tak sabetke segara asat
Tak sabetke gunung jugrig
Ojo maneh si jabang bayine …(isi nama yang dituju)…
Wurung edan, sido mati
Oran bisa mari
Kejaba aku
Allah sing nambani

Di komen berikutnya, ada yang memberikan mantram lain lagi yang bersumber dari simbahnya dan katanya jauh lebih sakti:

papa siro laku
dening ingsun sungsang
kajaba ingsun
watak dumadi kabecik dumadi
trah sejati ingkang mboten mitayani
ingsun para suci
jembar klatak pangapura
sing sapa amemayu
jembar padhang trah sawiji
lam alif lam kof sood yak sin mim nuun
yak sin yak sin yak sin sood
ingsun dumadi krana Gusti
Kun fayakun
laailaaha illaAllaah
muhamadarrosuuluLLaah

Yang lucunya, terus ada komentator yang marah-marah dan mengatakan, “Masa ajian sekeras dan sengeri itu dibabar blas kaya gini.. kalo sampe dimanfaatin orang yang salah? siapa yang mau tanggung jawab? Mikir donk!!!!!. Emangnya anda ndak mikir? kalo adik, atau sepupu, atau ibu anda, direbut dengan cara mantra ini? marah ndak? Emang anda sudah melakukan apa untuk melindungi para calon korban mantra ini? baik pembaca maupun tujuan-nya?” Detail komen selanjutnya bisa dilihat di [sini].

Nah, sekarang kita masuk ke tahap pembahasan.

Sengaja mantram itu saya posting ulang di sini hanya untuk menujukkan bahwa mantram itu tidak akan bisa berfungsi apapun kalau hanya sekedar dibaca berulang-ulang. Dan itu sudah saya buktikan beberapa tahun yang lalu. Entahlah bagi orang lain, toh sudah banyak penawaran menuju kesesatan dan ini sudah tersebar luas di Internet. Hidup ini adalah pilihan. Kalau mau lurus ya silahkan, kalau mau belok-belok ya silahkan. Tidak ada gunanya kita sok moralis dan menghakimi orang lain karena tuntutan keseimbangan alam memang harus demikian.

Kenapa dari postingan dan komen itu terkesan bahwa mantram itu adalah ilmu yang sakti dan tidak boleh disebar-luaskan karena takut disalah-gunakan? Setiap ilmu selalu memiliki “laku” yang harus dijalankan. Ada yang dengan puasa, ada yang dengan dibaca ribuan kali dan ada yang harus dilakukan dengan posisi tertentu. Semua selalu ada “laku”-nya.

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah membaca mantram itu musyrik? Jawabannya bisa bermacam-macam. Kalau hanya berdasarkan bahwa minta pertolongan selain dari Allah itu musyrik, maka minta tolong kepada dokterpun menjadi musyrik. Kalau berdasarkan asumsi bahwa mantram itu adalah ritual pemujaan setan, silahkan dibaca kembali isi mantram tersebut. Adakah tersirat pemujaan setan di dalamnya? Yang jelas, dalam mantram ini ada pemaksaan kehendak, dan itulah yang salah. Contohnya, sudah jelas elek, endek, mrongos, nggilani dan kerjaan ngga jelas, koq berani-beraninya naksir dan pingin kawin dengan Luna Maya.

Kalau kita sedikit berimajinasi, korban dari ilmu semacam ini tentunya tidak terlalu banyak. Selain dari tidak banyak yang mampu melakukannya, ilmu semacam ini juga tidak akan selalu berhasil karena berbagai faktor yang terlalu panjang kalau dijelaskan di sini.

Sebetulnya masalah penyalah gunaan ilmu sudah tidak terlalu asing bagi kita. Banyak anggota dewan yang menyalahgunakan ilmu kepandaiannya dan ilmu kepemimpinannya untuk mengelabuhi rakyat, dan ini akan memakan korban kolosal. Ribuan mungkin jutaan rakyat akan menderita walaupun tidak secara langsung.

Jadi lebih bahaya mana, mantram di atas itu atau faktor kejiwaan seseorang yang bisa mendadak berubah menjadi buas, pemangsa sesama dan lupa kodratnya sebagai manusia?

Dikemas oleh: Lambang (LambangMH.wordpress.com)

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Informasi, Renungan, Spiritual and tagged , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Jaran Goyang

  1. m4stono says:

    sudah jelas elek, endek, mrongos, nggilani dan kerjaan ngga jelas, koq berani-beraninya naksir dan pingin kawin dengan Luna Maya.

    eheemmm…👿 nyindir yah? huaaaaaa….nasib orang jelek kek saya ini susahnya dapat Ngatemi sing mlenuk kinyis2 kinclong😥 …..harusnya kan sebagai keseimbangan alam, saya yg jelek mendapatkan Luna Maya yg kinclong, kinyis2:mrgreen: hihihihihi

    o iya kang ada satu mantram lagi yg jauh lebih sakti yaitu mantram “cek milyaran dolar” jangankan luna maya….wong dgn mantram ini Manchester City aja bisa klepek2 ditangan Syeh Al Mansour:mrgreen:

    • Lambang says:

      Wah hiya, saya lupa kalau KangTono juga seperti itu. Maap ya.. tapi ngga ada maksud nyindir koq…😆

      Kalau mantram cek itu memang paling sakti, wong menungso pas-pasan ya bisa jadi presiden je… tapi itu di negara Amerika sana, bukan di Indonesia.🙂

  2. lovepassword says:

    Contohnya, sudah jelas elek, endek, mrongos, nggilani dan kerjaan ngga jelas, koq berani-beraninya naksir dan pingin kawin dengan Luna Maya.

    ===> Namanya juga usaha, Mas Lambang. Kali-kali saja Luna Mayanya mau. Hi Hi Hi

    • Lambang says:

      Hihi… bener juga, yang penting gantungkan cita-cita setinggi langit. Soal masuk akal apa ngga, ya ngga usah dipikirin…🙂

  3. sikapsamin says:

    Jaran Goyang…
    Ternyata memang ada ya?! Sdh cukup lama dengar2…
    Ngomong2 jarannya itu jantan apa betina ya?
    Kalau dipadukan dg Goyang DomBret, pasti lebih seruuu…

    Eniwe…kata simbah, pelaku2 ilmu ginian adalah orang2 yang menyalahgunakan Kemurahan/Rahman-Rahim Tuhan…
    Yang menjadi objek lukisan dlm ‘Pemburu-Hantu’ adalah tadinya pelaku ilmu2 model beginian… Katanya sih…’percaya nggak percaya’

    • Lambang says:

      Jaran yang suka goyang biasanya Jaran Lanang. Tapi mungkin sejalan dengan kemajuan jaman, Jaran Wedok ya bisa ikutan goyang juga, niru menungso.

      Betewe, memang kemurahan Tuhan sering di salah-gunakan oleh menungso. Minta kaya, minta slamet tapi untuk dirinya sendiri. Sesuai hukum keseimbangan alam, kalau kita kaya dan slamet, harus ada orang lain yang melarat dan celaka, supaya timbangannya normal.

      Bagusnya sih ndonga biar semua menungso selamet, tapi ngga mungkin dikabul, wong dari awal Tuhan sudah ngasih sarana setan, emosi dan ego biar timbangan miring.

  4. tomy says:

    Selamat Tahun Baru Mas Lambang
    buat saya enaknya ngelmu pesugihan Anak Juragan saja
    sudah sugih dapet wong ayu
    isa numpaki toyota crown juga numpaki….yang lain :mrgreen:

  5. Lambang says:

    Selamat Tahun Baru juga mas Tomy.
    Lagunya bagus tuh. Jadi inget masa lalu waktu ngapelin anak pak Lurah…😆
    Tapi ngga lama terus dia dinikahkan dengan anak pak Camat, mungkin biar ada perbaikan keturunan.🙂

  6. kama jaya says:

    akh….. mana mungkin ada yang sanggup ngelakoni kemat jaran guyang….kelakuannya saja 40 hari tidak makan tidak minum….pada hari terakhir tidak boleh tidur…. Kemat jaran guyang lebih tepat sebagai sarana balas dendam sakit hati karena cinta ditolah dan hinaan, jadi bukan untuk mempersatukan dua hati. Ingat cerita BARIDIN yang populer di Cirebon dan sekitarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s