Menurut Ba’asyir, Gus Dur itu Murtad

Perseteruan antara Ba’asyir dengan almarhum Gus Dur memang sudah terjadi sejak lama. Semua itu berawal dari beberapa kejadian teror bom di Indonesia dan yang paling dahsyat adalah teror bom Bali pada tanggal 12 Oktober 2002.

Dari hasil penangkapan terhadap beberapa orang yang diduga terkait dengan pengeboman itu, diperoleh informasi bahwa sebagian dari mereka dulu pernah menjadi santri di pesantren Ngruki, Sukoharjo yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba’asyir.

Perseteruan itu dapat kita lihat pada beberapa artikel lama sebagai berikut :

Dan yang terakhir, adalah tuduhan dari Ba’asyir bahwa Gus Dur itu murtad. Setahu saya murtad adalah orang yang keluar dari Islam. Jelas Gus Dur tidak pernah menyatakan bahwa telah keluar dari Islam.

Lalu apakah karena pernyataan Gus Dur yang pernah menyatakan bahwa beliau menggunakan prinsip pluralisme dan menyatakan bahwa semua agama itu sama, dapat menyebabkan seseorang boleh dituduh sebagai murtad? Jelas itu adalah tuduhan yang tidak mendasar. Muslim siapapun pasti bisa menilai ucapan Gus Dur yang menyatakan bahwa semua agama itu sama tentu yang dimaksudkan adalah memiliki hak yang sama dalam bersosialisasi dan berkewarganegaraan. Mengenai apakah penganut agama lain itu akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dari Tuhan setelah meninggal nanti, itu adalah masalah keyakinan masing-masing dan tidak bisa diperdebatkan.

Berikut ini artikel tuduhan dari Ba’asyir terhadap almarhum Gus Dur.

——

http://www.muslimdaily.net, 04Jan10

Akhir-akhir ini media masih ramai dengan pemberitaan mengenai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Sudah hampir seminggu mantan presiden dari Jombang tersebut meninggal, namun berita mengenai pendukungnya, kewaliannya dan kepluralismeannya masih ramai di media. Bahkan wacana pengangkatan Gus Dur sebagai pahlawan nasional juga sudah ramai diberitakan. Sedang menurut ustad Abu Bakar Ba’asyir, Mr Dur begitu ustad Abu menyebutnya, adalah orang yang murtad dari Islam.

Hal ini disampaikan beliau dalam kajian hari Ahad 3 Januari 2009, di Masjid Romadhon Bekasi. Beliau berkali-kali ditanya oleh jamaah pengajian mengenai orang-orang yang mengkultuskan Abdurrahman Wahid ini. “Maaf, saya tidak memanggil Gus, karena panggilan Gus itu hanya digunakan untuk anak kyai mulia di Jawa Timur”, kata ustad Abu. Ustad Abu mengatakan, “Jadi, mengenai mister Dur, menurut keyakinan saya Mr Dur ini murtad karena dia telah mengatakan semua agama sama , padahal Allah mengatakan Innaddina ‘indallahil Islam, belum lagi perkataan dia soal qur’an porno, dan pluralisme.

Orang yang berfaham pluralisme itu murtad karena pluralisme itu menganggap bahwasanya jika kita hidup bersama-sama, kita tidak boleh menggunakan syariat Islam”. Orang Islam itu pada jaman nabi juga pluralitas, tapi bagaimana mengaturnya? beliau menjelaskan, “yang berlaku harus hukum Islam, orang kafir boleh hidup dibawahnya, hukum islam yang urusannya ritual berlaku hanya untuk orang Islam saja, orang kafir tidak, tapi hukum Islam yang urusannya untuk peraturan umum berlaku untuk semua, begitulah Islam”.

Jadi menurut ustad Abu, orang yang berfaham pluralisme itu juga murtad, apalagi faham demokrasi. “Maka insya Allah pendapat saya, keyakinan saya Mr Dur itu murtad, tapi saya tidak memaksa orang berkata begitu. Itu insya Allah berdasarkan dalil-dalil yang kuat dan saya siap diskusi dengan tokoh NU, kyai atau siapa saja, saya tantang diskusi untuk persoalan ini, kalau perlu mubahalah”, tandas ustad Abu Ahad kemarin di masjid Romadhon Bekasi.

Dikemas oleh: LambangΒ (LambangMH.wordpress.com)
Sumber: www.muslimdaily.net

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Clipping, Informasi, Islam, Kehidupan, Kemanusiaan, Syari'at and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

41 Responses to Menurut Ba’asyir, Gus Dur itu Murtad

  1. Yang-Kung says:

    Dalam negara demokrasi, segala pendapat itu boleh2 saja disampaikan. Tentang keyakinan adalah masalah pribadi masing2 yang nantinya akan dipertanggung jawabkan di akhirat nanti.

    salam rahayu.

    • Lambang says:

      Setuju YangKung. Mestinya Ba’asyir yang juga dianggap sebagai pemuka agama itu lebih tahu kriteria apa yang disebut murtad, dan tidak menyebarkan penyesatan makna murtad kepada masyarakat. Ini bisa mengakibatkan masyarakat dengan gampang akan menuduh orang lain sebagai orang yang murtad selama dia dianggap tidak sesuai dengan keyakinannya.

      Salam Rahayu.

      • lovepassword says:

        Masalahnya itu : kriteria dia mungkin emang beda sama kriteria Mas Lambang.πŸ™‚ Yang dia sampaikan kan menurut dia. Yang disampaikan Gus Dur juga menurut Gus Dur. Masalah opini kita ya itu juga pikiran kita. Masalah opini masyarakat yah itu juga berbeda-beda. Nggak mesti juga kalo satu orang ngomong lalu semua orang mengikuti. Pasti ada yang setuju dan ada yang menolak. Dalam bahasa Gus Dur : Gitu saja kok repot…πŸ˜€

      • Lambang says:

        Yah mungkin karena saya hanya mengacu pada dalil yang umum beredar di masyarakat. Dia mungkin punya dalil lain yang ngga umum. Termasuk juga tentang jihad dan perkataannya di pers, “Kalau mau ngebom ya Amerika itu saja yang di bom.” Mungkin dalil ini bener dan sesuai keyakinan dia, tapi himbauan untuk membunuh orang lain ini akan merusak tatanan bermasyarakat.
        Sama dengan tuduhan tersebut, itu juga akan memberi contoh yang kurang baik kepada masyarakat. πŸ™‚

    • abifasya says:

      Betul mas pendapat apaun yang dikemukakan seseorang seluruhnya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah, tapi harus diingat pula jika kita tidak memerankan amar ma’ruf nahyi munkar, maka kitapun akan dimintai pertanggungjawabbnya oleh Allah. Mengingatkan orang yang berada dalam kesalahan adalah bagian dari dakwah yang harus kita lakukan.
      Jika melihat dari isi kitab kuning yang biasa di kaji di pesantren2 NU yaitu kitab Sulam Taufiq apa yang dikemukan ABU Bakar Baasyir ada benarnya, karena yang namanya murtad tidak bisa dipake bercanda, candaanpun bisa menyebabkan kita murtad. tulisan yang pernah saya tulis mungkin bisa membuka pemikiran kita tentang murtad, silahkan lihat !
      http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/06/13/waspadalah-dengan-murtad/

      ======================
      :: Iya mas, sudah saya baca artikelnya.
      Mungkin perlu tambahan satu lagi, Murtad Temporer.
      Artinya pada saat tertentu mungkin dia melakukan tindakan yang menyebabkan dianggap murtad, tapi pada kesempatan sholat berikutnya dia akan menjadi Islam lagi karena pasti membaca Syahadat.πŸ™‚

      ======================

      • tomy says:

        Yang takut akan Allah merasa harus mengambil tempat diantara sesamanya dengan Allah
        Dalih yang dikatakan dari langit sejatinya apa yang dikatakan Nietzche sebagai Kehendak untuk Berkuasa, paling tidak berkuasa atas rasa takutnya dengan membebankannya kepada sesamanya

        ======================
        :: Hehe… sepertinya memang begitu mas.πŸ™‚
        ======================

      • m4stono says:

        iya mas betul sekali kita harus ber amar ma’ruf nahi munkar…tapi yg terjadi sekarang kan kebalik…nahi munkar dulu baru amar ma’ruf….apa kita harus ngebom dulu memusnahkan orang2 kafir baru membangun negeri atau amar ma’ruf dulu kita bangun dulu pondasi perekonomian dan kesejahteraan umat maka akan terhindarlah dgn kekafiran/kufur…karena miskin itu dekat dgn kekufuran….

        walaupun kita menjumpai orang2 yg murtad spt di blog panjenengan itu tapi kita ya ndak bisa mencap begitu saja si A murtad, karena kategori2 murtad itu kan yg membuat manusia walopun dgn basis Qur’an dan sunnah…katanya yg buat…walopun bersayahadat ribuan kali kalo hatinya tidak bersyahadat ya percuma saja…begitu juga kalo berucap sekian kali yg masuk kategori murtad secara lisan tapi hatinya tidak goyah ya tetap muslim saya kira, karena ucapannya itu bisa jadi terpaksa atau tidak sengaja, kalau sengaja itu urusan lain bisa jadi ketidak tahuan atau barangkali benar2 mengerti tapi berucap juga nah itu dia barangkali murtad betulan………

        ya ini hanya pendapat pribadi yg jauh dari kebenaran yg hakiki, kalau ada salah2 kata saya mohon maaf sebesar besarnyaπŸ™‚

        ======================
        :: Setuju Kang.
        Artinya kita itu sebaiknya tidak terlalu mudah menghakimi orang lain, apalagi yang berhubungan dengan agama. Toh semua keyakinan itu hanyalah persepsi dan imajinasi masing-masing… *halah*πŸ™‚

        ======================

  2. Filarbiru says:

    Ragu juga

    ======================
    :: Oiya, enda papa.
    Bebas koq mau ragu atau tidak.πŸ™‚

    ======================

    • abifasya says:

      gak usah ragu mas, kebenaran datang dari Allah.

      ======================
      :: Mudah-mudahan begitulah adanya.
      Semoga kita bisa merasakan datangnya kebenaran itu.πŸ™‚

      ======================

  3. m4stono says:

    lha menurut ba’asyir kan dia sendiri yg paling mu’min atau setidaknya yg sependapat dgn dia, sedangkan yg tidak sependapat ya kafir:mrgreen: hebat yah menjadikan pendapatnya sebagai “tuhan” melebihi tuhan yg aslinya:mrgreen:

    ======================
    :: Ya begitulah adanya. Termasuk juga masalah jihad dan sikat Amerika.πŸ™‚
    ======================

  4. arkasala says:

    pandangan2 dari tokoh kita kadang membuat miris. Namun alhamdulillah kenyataannya saya masih sempat melihat Gusdur Shalat (di televisi tentunya). Kemudian ketika wafat dimakamkan secara Islam dan dishalatkan juga.
    Saya sependapat dengan pendapatnya @Lovepasword Mas.
    Salam hangat selaluπŸ™‚

    ======================
    :: Makasih sudah mampir Kang.
    Saya juga yakin bahwa Gus Dur itu tidak murtad.
    Mungkin itu hanyalah efek dari dendam pribadi pak ustadz karena konflik sebelumnya.πŸ™‚

    ======================

  5. aku menyimak postmu dulu y kawan
    salam hangat dari blue

    ======================
    :: Salam hangat kembali sobat.πŸ™‚
    ======================

  6. tomy says:

    Mereka yang takut akan Allah MELEMBAGAKAN KETAKUTAN ITU DI DUNIA

    ======================
    :: Sekarang di luar sana muncul istilah baru untuk menyebut semua agama samawi dengan “organized religion”.πŸ™‚
    ======================

  7. Yah biasalah kalau dua orang ulama’ berseberangan paham sering begitu!

    Sekarang saya lagi nampang di Google! Untuk jelasnya baca artikel ini Celetukan Segar Search’s Engine

    ======================
    :: Oke, makasih sudah mampir.
    Entar saya lihat ke TKP…πŸ™‚

    ======================

  8. sikapsamin says:

    Adduuhh..duh..duh..mbah sampun mbah..sakitt (mau nulis koment malah dari blkng dijewer SiMbah)…
    Simbah : “Hayo..kamu mau nulis koment apa. Baca dulu baik2, renungi/resapi artikelnya. Terus mawas diri, levelmu thd artikel itu dimana?! Coba mau koment apa?!”
    Ngngng…anu kok mbah, mau tanya mas Lambang ‘kan sapi dg sapi suka ‘berik’, kuda dg kuda juga kadang2 saling ‘brakot’. Yang mau saya tanyakan Onta Gurun-Gobi dg Onta Gurun-Sahara, apa ya bisa ‘brakot2an’?!? Gitu lho mbah…
    Simbah : “Mmm…ngono to. Terus hubungannya dg artikel apa ada? Tapi cukup aneh, malah dg dua buku yang mbah bawa..ada hubungannya”.
    Mana..buku apa mbah?!
    Simbah : “Iya..sabar to. Simbah mau pesan dulu sama kamu nang. Baca baik2, hayati/resapi isinya. Dan yang penting baca buku2 begini jangan sekali2 kamu target sekian Hari hrs selesai. Ini buku semacam pegangan hidup, pencerah mawas-diri kalau cocok…
    Ini lho, yang satu MUSYAWARAH-BURUNG karya Farid’uddin Attar, yang kedua MERABA GAJAH DALAM GELAP karya Idries Syah. Menurut simbah bagus utk proses pematangan spiritualmu. Nih..baca dan pelihara baik2”.

    Whhaahhh…matur nuwun mbah.
    Sssiiippp…Musyawarah-Gajah dan Meraba Burung Dalam Gelap

    Salam…BURUNG-GAJAH

    • Lambang says:

      Sepertinya buku yang menarik untuk dibaca.
      Ada usul gimana kalau nanya sama simbah, URL untuk download-nya mana…πŸ™‚

      Kalau disuruh beli ke Gramedia ya ngga mampu, wong satu buku minimal 60 ribu. Tambah ongkos jalan sama makan total bisa 150rb. Mendingan buat beli pulsa modem dan membuang-buang waktu dengan ngeblog.:mrgreen:

    • Lambang says:

      Mas Samin, sudah dapet info sedikit dari simbah Gugel.

      Buku Musyawarah Burung, ada di [sini].

      Buku Meraba Gajah Dalam Gelap, hanya mendapatkan potongan artikel di [sini].

  9. tomy says:

    komeng saya ada yang dianggep spam πŸ˜₯

    ======================
    :: Sip mas, udah dikeluarken dari sel…πŸ™‚
    ======================

  10. janganlah mengingat seorang yang sudah mati
    kecuali hanya mengingat kebaikanyya
    semoga kebaikan gusdur jadi panutan
    dan kesalahan2nya di ampuni Allah

    ======================
    :: Setuju mas.
    Kalau dibaca ulang, artikel saya ini membela Gus Dur, bukan menjelekkan beliau.πŸ™‚

    ======================

  11. sikapsamin says:

    Betul mas Lambang, kalau beli…harga sekarang itupun kalau ada bukunya, ya cukup melangit. Yg Musyawarah-Burung bukunya juuellek mbluthuk, pembelian th.1979 di Palembang, sementara Meraba-Gajah relatif baru pembelian th.1991 di Surabaya.
    Whhaahh..soal donlot, mungkin perlu tanya simbah yang lain yaitu mbah Google, mungkin ada.
    Untuk ini saya minta maaf deh mas Lambang…

    Salam…mbah GOOGLE

    ======================
    :: Oiya mas, enda masalah koq.
    Nanti saya coba cari ke mbah Gugel…πŸ™‚

    ======================

  12. ahmed shahi kusuma says:

    @lambang
    Sampun kulo waos tulisanipun Ustadz Baasyir.
    terimakasih juga atas tulisan di atas, jujur saja saya juga nyari komen ustadz itu terhadap Gus Dur ba’da mawtihi.
    Pertama, pandangan saya terhadap pluralisme sudah saya ketik di blognya Lovepassword, cah Semarang yang pasti kenyang ma lumpia ..he..he..( I admire him a lot!!!). Jadi pluralisme itu sebuah prinsip, bukan sekedar basa- basi politik, atau teknis sekali untukkepentingan strategis.
    Kedua, pernah baca majalah sabili??? Sabili yang secara agamis lebih dekat dengan pandangan politik Islam Baasyir daripada salafi wahabi macam Ustadz jafar Umar Thalib, pernah meliput pertemuan dua tokoh wahabi itu (yang satu politis satu tidak). Mereka cuma betah dialog 10 menit!
    Ustaz Ja’far menganggap bahwa Baasyir bodoh. Alasannya perbedaan tentang konsep kafir tidak bisa dijembatani. Bagi Baasyir (mengikuti garis Sayyed quthb), kafir cuma dua, yaitu dimmi dan harbi (yang ngajak perang), tapi memang menurut ulama kafir tidak segampang itu, setidaknya ada 3 (jadi gak hitam putih), satu lagi yaitu kafir mua’had.
    Nah tentu saja itu berkenaan dengan kisah Raja Negus/Najasyi Ethiopia yang Kristen itu, yang melindungi muslim, dari penganiayaan kafir quresh. Bahkan kalau kita baca kitab fikih, bahwa bolehnya solat gaib sampai 3 bulan pasca meninggalnya seseorangitu berkenaan dengan cerita sahabat nabi yg menyampaian berita pada Nabi SAW ttg wafatnya sang raja, lalu Nabi SAW mendoakan raja itu (nabi SAW mendoakan orang kafir yg baik!!!)
    Ketiga, jadi saya pikir Baasyir adalah orang yang tidak mampu membedakan/ mengklasifikasi sesuatu karena pandangannya yg model khawarij itu. itu terjadi karena Bassyir hanya mebaca teks Qur’an dan hadits ayat2 ghodob(marah2), tapi tidak teks2 dan catatan2 kaki yg dibuat secara ribuan tahun tradisi. Artinya Baasiyr adalah orang miskin tradisi yang akibatnya ceroboh berfatwa.
    Apakah Baasyir tau cerita Nabi SAW memperbolehkan orang Kristen berdoa secara kristen di MAsjid Nabi SAW???? Apakah Baasyir tau bahwa Nabi SAW mendoakan raja Kristen Negus????
    Tanpa kitab2 kuning itu (cuma Qur’an hadits tokh) akan semakin banyak bermunculan mujtahid amatir yg mengerikan, yg mudah menghukumi kafir, kutukan dll!

    ======================
    :: Komen yang sangat menarik mas Ahmed.
    Terima kasih atas masukannya.
    Makanya tak undang kesini karena saya yakin pengetahuan mas tentang Islam pasti jauh di atas saya, dan karena mas Ahmed juga lebih suka hidup berdampingan secara damai dengan umat agama lain.πŸ™‚

    ======================

    • m4stono says:

      pernah liat di metro tipi ketika di suatu acara yg memperlihatkan pertemuan baasyir dgn jafar umar thalib di potonya keknya keduanya ketawa ketiwi keliatan akrab jebul cuman 10 menit thok to…eee jebul ndak akrab/rukun…coba kalo disitu ditambah mas lambang/abangan jadi rame nih…hihihihih:mrgreen:

      o iya ada pilem produksi timur tengah yg menceritakan tiga orang yaitu mewakili wahabi, tengahan dan liberalis terjebak di gurun karena mobil yg mereka tumpangi mogok…kalo ndak salah pilem apaan yah….lupa saya tak cari2 dulu

  13. Fitri says:

    Ah, masa sih Pak Gus Dur murtad?

    Yang saya lihat, Pak Gus Dur itu sebenarnya orang yang sangat bertoleransi dengan pemeluk agama lain serta etnis tionghoa. Kalau bukan karena Pak Gus Dur, mana mungkin etnis Tionghoa saat ini diperlakukan sama dengan rakyat pribumi. Disitu saya sebenarnya salut dengan Pak Gus Dur yang sangat terbuka dengan orang yang berbeda dengan dirinya.

    ======================
    :: Oh itu menurut Abu Bakar Ba’asyir sesuai dengan dalil yang diyakininya.
    Saya pribadi tidak setuju dengan tuduhan seperti itu karena bisa ditiru oleh orang-orang yang pengetahuan agamanya tidak sehebat beliau berdua itu.πŸ™‚

    ======================

  14. Pemikiran (dan pernyataan) Gus Dur memang ada yang layak dikritisi, ada pula yang pantas di apresiasi. Itu lumrah saja. Maklumlah, tidak ada manusia sempurna.
    Tetapi hal itu juga berlaku dengan Ustadz Abu Bakar Baasyir. Pemikiran dan pernyataannya ada yang pantas dikritisi dan juga diapresiasi.

    ======================
    :: Justru karena lumrah itu maka Ba’asyir saya kritisi dengan artikel ini. Kalau mengkiritisi Gus Dur waktunya sudah ngga tepat.πŸ™‚
    ======================

  15. Abi says:

    Nah itukan pendapat Ba’syir kan? Bebas-bebas aja dia mau berpendapat atau berkomentar apapun, bukannya ini jaman demokrasi? Begitupun Gus Dur semasa hidup sering melontarkan pendapat yang ngawur, jadi yah begitulah jadinya…gitu aja kok repot…hehehe

    ======================
    :: Ngga ada yang repot koq. Semua santai-santai aja…πŸ™‚
    ======================

  16. sobatmuslim says:

    terserah mamang habib riziq

    ======================
    :: Kalau mamang yang itu ngga dibahas mas…πŸ™‚
    ======================

  17. BENY KADIR says:

    Tulisan dan komentar2nya bagus dan enak disimak.
    Slm kenal saja,Mas.

  18. doh, saya makin ndak mudheng dengan cara berpikir ustadz baasyir. kok bisa demikian gampang memurtadkan orang lain?

    ======================
    :: Ya begitulah mas kalau sudah ada dendam pribadi kan ngomongnya jadi aneh-aneh.πŸ™‚
    ======================

  19. Ngabehi says:

    Kepada pemilik blog, tolong jangan bawa-bawa nama Ustad Al Basyir, saya sangat tersinggung dengan postingan ini:mrgreen:

    ======================
    :: Hihi… atut ah…:mrgreen:
    ======================

  20. Ibeng says:

    Numpang nampang !

    ======================
    :: Silahken. URL sama avatarnya mana?πŸ˜‰
    ======================

  21. batjoe says:

    bersikaplah jangan seperti anak TK
    hihihihihi

    (ndak bela siapa2 lho, wong mati aja belum mana tahu rasanya surga dan neraka)

    amin…

    ======================
    :: Hihi… biar tahu rasanya harus dicoba mati…πŸ˜‰
    ======================

  22. ngabdul says:

    Kalo terlalu banyak dalil,
    banyak orang bisa bikin dalil
    orang dilihat dari setelah matinya saja, gampang khan
    insyaalloh…
    kalo banyak yg datang dan berdoa….
    tanda kebaikan menempel padanya
    siapa sih yg nyuruh orang pada ziarah ke jombang ?
    2000 orang sampai 7000 orang per hariii
    Siapa sih yang ngongkosi?
    Siapa sih yg njawil hatinya
    Alloohu akbar
    Alloh samii’

    itu bukti otentik..
    tidak usah pakai ilmu mulut ama otak…
    mungkin banyak nafsu yg menempel di sana

  23. Lambang says:

    Mungkin ada korelasi langsung antara banyak yang melayat dengan disukai Tuhan. Mungkin juga tidak. Ada popularitas dan personality yang terlibat di sana.

  24. oasis says:

    Abu Bakar Baasyir tuh orang alim, pinter, konsisten.
    Gus Dur (menurut teman kuliahnya di cairo, yang sekarang jadi tetanggaku, seorang kyai), Gus Dur waktu kuliah bodho (bodoh), lebih sering main sepak bola ketimbang kuliah. Kalo ujian malah sering nonton film di bioskop waktu itu.

  25. oasis says:

    Menjelang reformasi, Awalnya saya menyukai Gus Duer.
    Setelah mengikuti apa yang perkembangan, banyak mengecewakan.
    Bicaranya tidak konsisten, berubah-ubah (tanpa mengurangi rasa hormatku pada beliau, esuk dele sore tempe). Jare iki bener, sore dadi salah, malemnya dibenerke lagi. Dan berulang-ulang, menclaz-menclez. apalagi ketika bertatap muka langsung, masalah2 agama dan hukum Islam sering dijadikan bahan ledekan dan bahan tertawaan, sejak itu saya tidak simpati lagi pada GusDur. Shalat digeguyu, diplesetkan salad, dst…
    Saya semula tidak suka ABu Bakar Baasyir, karena garis kerasnya. Lama-lama semakin kenal, ternyata ustad Abu Bakar itu orang luar biasa. Betul!

    Tapi yo percuma, meyakinkan Islam paling benar di situs Islam Abangan, Islam opo kuwi?
    Jangan jangan menurut pemahaman anda ada Islam Muhammadiyah? Islam NU? Islam Modern? Islam Kuno? Islam Coklatan, Islam Kuningan…
    Agama tu dipeluk, bukan dipakai atau ditulis di KTP.
    Jadilah Pemeluk Agama..

  26. Lambang says:

    Saya tidak berhak untuk menilai keimanan alm. Gus Dur atau Ba’asyir. Dan saya baru tahu kalau Wahabi, Salafi, Ahmadiyah, Syiah, Sunni, Na’syabandiyah, Qodirriyah dll itu tidak Anda anggap aliran (kelompok, sekte) agama. Mana yang benar? Dan ratusan tahun orang sudah berdebat mana yang benar. Yang benar adalah yang dianggap benar walaupun belum tentu mutlak benar secara hakiki.

  27. Mr.Nunuisaku says:

    Dalam ajaran Abu Bakar Bassyir yang berjenggot kamping liar ajaran agamanya islam, mereka menjadikan diri mereka seperti Awlloh swt dapat berkuasa dengan pemaksaa. Seperti nabi Muhammad pertama lembut untuk mengambil hati Yahudi agar mengakui kenabian Muhammad, tetapi begitu ditolak Muhammad menjadi begis dan mengutuk Yahudi dan non muslim…ini sejarah biografie kemunculan nabi Muhammad dengan agama biadab dengan pemaksaan.

    Oleh sebab itu pengikutnya ikut ajaran kepalsuan Muhammad untuk membenci Yahudi dan kresten karena keegoan Muhammad minta diakui sebagai nabi.
    Ternyata nabi gadungan nabi palsu…akhirnya kutukan Awlloh yang maha kuasa terhadap dirinya…mati diracuni di Khaybar dan terkuburlah Muhammad dalam siksaan kuburan Medinah.

    Setelah si Memet mampus…,dia minta didoakan melalui DOA SYALAWAT NABI…agar dia dapat diselamatkan ini kisah biografie seorang nabi bangsa Arab.
    Apa kata Ali Sina dari Iran yang murtad dari islam..,
    Dia katakan: Muhammad manusia berpenyakit jiwa ngaku jadi nabi terakhir…oleh sebab itu banyak terdengar ada kumpulan-kumpulan manusia yang berpenyakit jiwa yaitu islam….mesjid sholat 5x sehari wajah mereka ke Medinah kuburan nabinya sedang teriak AllahuΓ‘kbaar Awlloh maha besar mohon pertolonganmu selamatkan junjungan nabi Muhammad dan keluarganya…nah jawabannya : SIAPA YANG MENDOKAN KESELAMATAN PENGIKUTNYA…? agar mereka dapat disembukan dari penyakit jiwa mereka dan dapat diselamatkan…?

    Aku yang berdoa syalawat nabi untuk Muhammad sedangkan aku siapa yang mendoakan keselamatan diriku…? sekedang renungan bagi mereka yang berpenyakit jiwa islam.

  28. Lambang says:

    Waduh, saya miris dengan komennya.

    Soal Islam dan Nabi Muhammad itu bener atau tidak, itu sudah masuk dalam lingkup iman dan persepsi yang sangat subyektif. Sejarah mengindikasikan bahwa Nabi Muhammad adalah salah satu ascending master yang levelnya sudah jauh diatas kita, terlepas dari berbagai sifat manusiawinya yang mungkin dianggap buruk. Yang lebih jelas, ada beberapa item dalam Al-Quran yang murni orisinil menjelaskan sesuatu yang unknown pada jaman itu (bukan menjiplak ancient scripture). Cobalah pelajari lebih seksama.

    Btw, agama adalah petunjuk. Ada sebagian orang yang tidak butuh agama karena merasa tidak butuh petunjuk. Yang pasti, dalam kondisi terpuruk sampai ke titik nadir, atau dalam kondisi hampir mati mengenaskan, tidak ada yang menolong dan tidak ada tempat untuk curhat, pada saat itulah naluri ketuhanan akan muncul. Sayangnya, bekal yang tidak cukup hanya akan melahirkan penyesalan abadi.

    Soal Ali Sina itu, dia lumayan bright, tapi cobalah mampir dan belajar di situs answering-christianity. Banyak klaim murtadin itu yang sudah di-debunked.

    Moral dari komen ini: Hati-hatilah dengan kabar burung. Apalagi burung yang selalu dalam sangkar…πŸ™‚

  29. Martha Dina says:

    setiap ada dua ulama yang bertikai dalam rebutan ideologi bisa dipastikan ada diantara salah satu yang munafik, pada zaman nabi manusia seperti ini biasa menjegal nabi dari belakang, mereka golongan dari kelompok orang-orang Yahudi yang disusupkan untuk membunuh nabi.

  30. Mr.Nunusaku says:

    Bassyir itu sama dengan nabinya Muhammad yang berpenyakit jiwa, lihat moral Bassyir sama dengan moral Muhammad, tukang fitnah, geng teroris masuk penjara keluar penjara dan ingin mendirikan negara teroris dengan syariat islam teroris di Indonesia.

    Lihat aja jengkot kamping Bassyir seperti “Keladai-Keledai Liar” masuk perangkap Densus 88 gagallah cita-cita manusia berpenyakit jiwa ingin mendirikan negara teroris islam Indonesia.

    Kata SBY pemerintah jangan kalah dengan teroris islam Bassyir yang merindukan bulan mendirikan negara setan islam dan syariatnya, akhirnya masuk perangkap Densus 88.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s