Jadilah Seseorang (Be Someone)

(image source: www.besomeone.org)

Jadilah seseorang yang mendengarkan, dan Anda akan didengarkan orang lain.

Jadilah seseorang yang penuh perhatian, dan Anda akan disayangi orang lain.

Jadilah seseorang yang selalu memberi, dan Anda akan didoakan orang lain.

Jadilah seseorang yang selalu menerima apa adanya, dan Anda akan mengetahui arti kedamaian.

Jadilah seseorang yang selalu berusaha memahami orang lain, dan Anda akan menjadi bijaksana.

Jadilah seseorang yang selalu berinisiatif, dan hidup Anda akan bergerak ke depan.

Jadilah seseorang yang selalu mengangkat derajat orang lain, dan hidup Anda akan menjadi kaya.

Jadilah seseorang yang penuh pengertian, dan Anda akan selalu bersyukur terhadap apapun yang Anda rasakan.

Jadilah seseorang yang hidup dengan gembira, dengan satu tujuan, dan kecerahan Anda akan menyinari sekitar.

Jadilah, pada setiap saat, diri Anda menjadi seperti apa yang Anda inginkan.

Anda, adalah perwujudan dari apa yang selalu Anda pikirkan.

Dikemas oleh: Lambang (LambangMH.wordpress.com)

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Inspirasi, Kehidupan, Kemanusiaan, Motivasi, Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Jadilah Seseorang (Be Someone)

  1. m4stono says:

    wih potomu kok ngganteng tenan kang…lemu ireng kriting nggilani…hihi :mrgreen:

    ======================
    :: Wekekek… Lemu ireng sering kungkum dalam lumpur…:mrgreen:
    ======================

  2. Brahala Sewu says:

    wah bagus sekali, mohon ijin untuk dicopas, kemudian saya simpan di salah satu koleksi kitab saya…
    rahayu

    ======================
    :: Silahkan mbah buto. Keknya koq wayangan sekarang lakone buto gimbal ya. Hehe… Tapi mbah buto ini sepertinya begawan yang sedang menyamar jadi buto gimbal…😀
    ======================

  3. ahmed shahi kusuma says:

    Weleh2 sohib saya satu ini, malah makin menjadi ahli puisi. bagus itu,..;pokoke jangan jadi ahli hisab aja atau ahli kubur dulu.. Moga2 panjang umur en lebih banyak manfaat bagi segenap ummat manusia. rahayu!

    ======================
    :: Hehe… Saya sih pinginnya jadi ahli sarap. Pagi sarapan malem sarapan…😀
    ======================

  4. lovepassword says:

    Kalo kata Susan bonekanya Kak Ria Enes: Pengin jadi dokter, biar bisa enjus enjus orang lewat. Biar sembuh semua deh. Yang nggak sakit juga lekas sembuh🙂

    ======================
    :: Mudah-mudahan semua pada sembuh mas. Paling ngga yang gila jadi setengah gila, yang waras jadi setengah waras…😀
    ======================

  5. Yang-Kung says:

    ya…dalam kita berdoa hendaknya ada penyerahan hati yang tulus demi kebahagiaan diri sendiri dan orang lain.

    salam rahayu.

    ======================
    :: Benar YangKung.
    Salam Rahayu katur YangKung.🙂

    ======================

  6. batjoe says:

    wah mulai rame lagi. udah enakan mas…
    wah saya malah berat di pekerjaan gara-gara BIG BOS yang buat aturan makin ndak jelas. dan sering berubah-rubah.
    buat binggung bawahan.
    tenang ya ditenang-tenangin sendiri….

    ======================
    :: Hehe… ya sekarang sih dienak-enakin aja mas…

    BIG BOS memang harus selalu dinamis, dan bisa diartikan harus berubah-ubah.
    Kalau BIG BOS statis berarti tidak memiliki daya kreativitas atau keras kepala…🙂

    ======================

  7. Bung lambang puisi anda bagus dan indah , tetapi anda menuntut terlalu banyak kepada diri anda demi menyenangkan orang lain akibatnya anda tidak menjadi diri anda sendiri … ya anda akan kehilangan jati diri anda untuk memenuhi sekian banyak tuntutan , padahal menjadi orang baik tidak harus menjadi sesuatu minimal tidak mengganggu orang dan siap membantu bila dibutuhkan bantuannya untuk hal-hal yang positif , Hitler dan napoleon ingin menjadi sesuatu/seorang tapi Budha Gautama dan Mahatma Gandhi tidak pernah ingin menjadi sesuatu/seorang sekalipun orang dikemudian hari menjadikan mereka sesuatu.

    ======================
    :: Tampaknya bisa juga dibaca seperti itu…

    Sebetulnya saya lebih mengarah untuk tidak menggunakan idiom “take and give”, ambil dulu baru memberi, tetapi menggunakan idiom “give first and then take the rewards”. Sejalan juga dengan “The Law of Attraction”. Kita harus action dulu, lalu tunggu hasilnya bagaimana alam semesta dengan rakhmat Tuhan akan merespons hasrat yang kuat dari diri kita.

    Mengenai Buddha atau Hitler atau Napoleon itu, saya ngga tahu persis apa cita-cita yang ada dalam pikiran mereka. Jangan-jangan mereka memang sudah menjadi seperti apa yang mereka cita-citakan sendiri. Hitler dan Napoleon telah berhasil menjadi penguasa dan petinggi, sedangkan Buddha telah berhasil menjadi orang yang memperoleh enlightenment.

    Rasanya Tuhan tidak ingin manusia berubah menjadi makhluk yang egois. Dalam kitab suci manapun selalu diajarkan bahwa jalan menuju Tuhan adalah melalui empati terhadap sesama. Hal itu tersirat juga dalam kisah sufi Nabi Musa mengundang Tuhan untuk makan malam (lihat di sini).

    Jika setiap manusia selalu berusaha menolong manusia lain, maka tidak ada satupun manusia yang terlewatkan. Tetapi jika setiap manusia hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri, maka akan ada banyak manusia yang terlewatkan karena tidak mampu mengurusi dirinya sendiri.

    Semoga berkenan.
    ======================

    • @Alex
      Puji Dewa Rama…
      Akhirnya Bung Alex, kesasar ke sarang penyamun.
      Saya pikir Bung Alex, dan Mas lambang saling melengkapi dalam diskusi ini, sama seperti kalo makan rujak dicampur cingur, jadinya rujak cingur dengan ulekan petisnya . Maksudnya, tentu yg dimaksud Lambang rak menjadi seseorang itu menuju menjadi kebajikan, nah Bung Alex menambahi bahwa tentu MENJADI itu maksude rak menjadi Gandhi bukan Buto Ijo, atau Prijanto, dan Hitler!
      Yen jadi gandhi kangelan, yo wis dadi Inul aja…nah kalo belum bisa, yah udah kita harus menjadi diri kita sendiri. dan bukankah itu kebajikan , Menjadi Diri Sendiri!!! Gitu aja koq reffott!

    • Lambang says:

      Weh, saya baru nyadar kalau yang komen itu Bung Alex yang dulu tak pancing-pancing tapi ngga mau keluar tho. Jan-jane komen saya keknya udah nyambung dengan komen Bung Alex, tapi ketambahan komen Cak Ahmed lha saya malah jadi bingung en puyeng🙄

      Sebetulnya seseorang itu tidak harus punya cita-cita menjadi baik. Maunya kita sih ngga begitu. Lha dunia jadi sepi kalau semua orang selalu ngaji di mesjid, nyanyi di gereja atau meditasi di puri / klentheng. Tetap harus ada orang yang bercita-cita jadi manusia buruk sebagai penyeimbang. Dunia harus selalu dalam keseimbangan. Yin + Yang. Keseimbangan enerji. Spiritual Equilibrium.

      Lalu, kenapa bisa ada manusia yang bercita-cita ingin menjadi makhluk pemangsa? Ya karena evolusi gen dari leluhurnya dulu sangat dipengaruhi oleh makanan, lingkungan dan pikiran. Kalau buyutnya preman pasar, terus mbahnya centheng warung remang-remang, lalu bapaknya timer metromini, lha udah jelas 95% anaknya bakalan jadi apa. Bukan Tuhan yang membuat orang tersebut jadi busuk, tapi perjalanan hidup leluhurnya yang membuat dia menjadi seperti itu. Kalau kita hanya cari-cari excuse dan bilang bahwa semua itu adalah takdir, yaaah… itu sama saja dengan mengecilkan kemahabesaran Tuhan. Koq bisa-bisanya Tuhan dituduh bikin produk gagal. 5% kemungkinan manusia itu bisa menjadi baik kalau dibimbing oleh guru yang bijak dan mumpuni.

      Makanya jaman saya kecil dulu, simbah sering berpesan agar kita selalu menjaga perilaku agar turunan kita akan menjadi manusia yang lebih baik dari kita. Tujuan lainnya ya agar kita sebagai leluhur ngga disumpahin oleh turunan-turunan kita. Ngga enak kan udah mati masih disumpahin sama yang masih hidup…🙂

      Oiya maaf, komen ini sengaja ditulis biar pembahasannya makin mbulet…😀

      • ahmed shahi kusuma says:

        @Lambang….
        Yo wis yen tambah puyeng , obate nonton TVOne, biar tambah puyeng , habis gitu beli puyer Bintang T
        tujuh (ojo Bintang Songo) iku nanti dadi Arek NU…hahahaha

  8. aroq says:

    mantap benar filosofinya

    ======================
    :: Alhamdulillah… jazakumullohu khoiron katsiiro.🙂
    ======================

  9. m4stono says:

    keknya udah idup lagi neh:mrgreen: masih byar pet gak nih….hihi

    ======================
    :: Hehe… sekarang udah pakai Osram… Oh… seraaaammm…
    Ngga byar pet lagi tapi malah ngibrit keponthal-ponthal…:mrgreen:

    ======================

  10. m4stono says:

    ok kalo gitu ane tunggu di pesbuk:mrgreen:

    ======================
    :: Saya lagi nyari informasi gimana caranya cari duit lewat fesbuk. Kalau punya infonya boleh dibagi Kang. Tapi kalau cuman ngrumpi doang di fesbuk, males ah, ada sebagian yang sensi di sana. Di komen dikit ngablaknya sak pasar kliwon…:mrgreen:
    Tapi kalau ada kumpulan bocor alus yang ga pake sensi-sensian, easy going, bijak dan santun seperti saya ini *halah*, boleh juga ikutan gabung:mrgreen:

    ======================

  11. m4stono says:

    tenang aja kang, kita itu kumpulan kek kang gun dkk bocor alus semua malah ejek2an segala:mrgreen: ……kalo gara2 si om yg itu terus malah mutung ki kepiye jal😀 lagipula kalo mau tau masalah wayang ntar bergabung di grup “kawruh jawa” mo nanya apa aja silahkan asal yg sopan yah jgn nyolot aja:mrgreen:

    • Lambang says:

      Hehe… bukan gara-gara om baret itu, tapi dari pengamatan saya di beberapa dinding. Tapi jan-jane pancen males fesbukan koq. Alasan yang itu cuma ngasal aja.:mrgreen:

      Lha ini buat dot com udah berapa bulan malah ngga jadi-jadi. Terlalu perfeksionis kali ya, udah milih ratusan template ngga ada yang cocok. Milih template koq seperti milih bini.😆

      Oiya, soal kawruh jawa itu, entar tak gabung. Keknya cukup bermanfaat untuk belajar ndalang atau jadi produsen kartu ucapan bergambar wayang.:mrgreen:

      • m4stono says:

        tapi ya itu kebanyakan pake bahasa jawa halus, wong saya aja yg di jogja kemringet/pinggiran aja agak keteteran je apalagi mas lambang yg ben dinane pake basa betawi elu2 gue2….. :mrgreen:

        ======================
        :: Wuah, kalau pakai bahasa Kawi saya nyerah deh. Udah kelamaan gaul sama ABG sih, jadi agak susah kalau harus pindah ke bahasa Kawi.:mrgreen:
        ======================

  12. ossmed says:

    nice… very nice tulisannya mas!!! tiga jempol dahh

    salam kenal nihh
    sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com

  13. rakhmanu says:

    banyak sekali pilihannya mas?
    malah bingung mau milih jadi seseorang yg bijimana?
    kayaknya anak kemaren sore kyk saya gini cocoknya jadi seseorang yg ada-ada saja.
    ada tempe ya makan tempe, ada tahu ya makan tahu. seada-adanya saja … hehe

    ======================
    :: Santai aja, ngga usah bingung. Hidup seadanya itu juga bagus, tapi kan lebih bagus lagi kalau kita struggle for a better life. Mumpung masih ada daya dan semangat.🙂
    ======================

  14. mas gurit says:

    wah………sangat mencerahkan…. bagus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s