Halal dan Haram

Image source: http://www.deviantart.com/download/118659792/Good_and_Evil_Life_and_Death_by_Holly6669666.jpgDi warung itu tampak ada seorang pria setengah baya yang sedang menyantap makanan dengan lahapnya. Menu yang dipilihnya sederhana saja, satu mangkuk soto ayam, satu piring nasi dan satu gelas es teh manis. Menu yang sering dijumpai dan tidak ada yang janggal dengan menu tersebut.

Kalau seseorang ditanya, apakah pria setengah baya itu makan makanan yang haram atau tidak, saya yakin sebagian besar orang akan menjawab bahwa pria itu makan makanan yang halal.

Kasusnya menjadi berbeda jika tidak jauh dari pria tersebut, duduk seorang tuna wisma yang memperhatikan pria tersebut dengan penuh harap dan sekali sekali mengusap mulutnya yang kering.

Jika pertanyaan yang sama diajukan kepada kita, tentu jawabnya akan beragam. Mungkin ada yang menjawab, “Makanannya halal, tetapi memdiamkam tuna wisma itu yang kurang tepat”. Ada juga yang mungkin akan mengatakan bahwa sebaiknya tuna wisma itu diberi sedekah ala kadarnya agar segera menjauh dari tempat itu. Memang terkesan egepe, tetapi begitulah kehidupan yang sering kita jumpai di sekitar kita.

Ada pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari scene kehidupan yang pernah saya amati ini, yaitu saya tidak harus bergelut dengan definisi halal dan haram, tetapi saya harus lebih mengutamakan simpati dan empati dalam menjalani kehidupan ini. Banyak kasus lebih besar yang bisa dianalogikan dengan scene tadi. Mulai dari korupsi, tindak kekerasan, perzinahan, bahkan sampai pembunuhan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Hidir kepada Nabi Musa. Saya harus lebih berhati-hati dalam menentukan mana yang halal dan mana yang haram, terlepas dari apa yang tertulis dalam kitab suci.

–==¤==–

Kontemplasi di sekitar pantai selatan.
Oleh Lambang (LambangMH.wordpress.com).

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Informasi, Kehidupan, Renungan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Halal dan Haram

  1. @lambang
    Ya…. kesalehan pribadi, dan ritus keketatan moralitas individu sekarang yang sering muncul dalam diskusi agama, sementara aspek sosialis dari sebuah keyakinan saat ini makin menjauh.
    Kalo menurut Marx gampang aja… Para orang saleh akan terjebak pada kesadaran palsu,jadi ribut dengan hal2 yg g ada urusannya dengan perut , misale bahaya JIL, Ahmadiyah, isu komunis dsb.
    Pendeta Jerman Bonhoeffer sampe jengkel dengan fenomena ini, ia berkata bahwa ada 2 Jesus. Satu Jesus yg hidup dalam kalangan borjuis, yaitu yang bangkit dari kematian, mengampuni dosa manusia dst….., tapi ini gak nyantol kepada buruh2 miskin di pabrik2 Jerman saat itu, yg lebih sreg dengan Yesus yg kere, gaul dengan mereka yg termajinalkan…

  2. Filar Biru says:

    Ini Tulisan hebat…bro

    memang benar terlalu banyak yang harus kita benahi sebagai hamba Allah. hu…peri juga hati ini melihat situasi seperti ini.

    SALAM

  3. lovepassword says:

    Habis semedi di pantai Selatan, ilmunya makin ampuh , Mas Lambang

  4. Yang-Kung says:

    “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah satu saudaraKu yang paling hina ini,kamu telah melakukannya untuk Aku “.

    salam rahayu.

  5. ANDIERO says:

    SESUNGGUHNYA RASULULLAH TELAH JELAS MENGAJARKAN KITA SEMUA TENTANG ARTI ISLM SEBENARNYA DAN TERMASUK BATASAN HALAL DAN HARAM JUGA TENTUNYA. HANYA SAJA KITA SEBAGAI UMAT YANG JAUH DARI RASULULLAH SAW SERING TERJEBAK DALAM HAL-HAL YANG SEPELE.

    • Lambang says:

      Kalau batasannya sudah cukup jelas, tentunya tidak perlu fatwa tentang beberapa hal. Jangan-jangan para ahli itu justru membuat hal-hal yang samar menjadi jelas atau malah semakin mbulet.

      Duh, sulitnya bermain tafsiran dan berandai-andai dalam ranah ketuhanan.

      • batjoe says:

        betul….betul…
        soalnya mas lambang suka ngerokok dan MUI ngaramin untuk ngrokok padahal banyak orang MUI yang ngerokoknya sembunyi2 di toilet huahahahahaha

      • batjoe says:

        jalanin nanti ketemu juga artinya baik itu haram maupun halal…

        nikmatin hidup dan jalanin seperti sedia kala..

        wong raja-raja jawa aja masih banyak aja selirnya kok kita ndak bisa..

        bisakan mas???? (ngarep gitu banyak selir) hehehe

      • Lambang says:

        Bener mas Batjoe. Saya kalau ngrokok juga suka ngumpet. Takut asapnya mengganggu orang lain.

        Kalau sekedar ngikutin kata kitab, jangan-jangan wanita yang berenang harus pakai baju penyelam yang tidak ketat. Semacam daster dari karet lah.🙂 Soal berenang jelas ngga ada di kitab, wong dulu disana itu sulit air.

      • m4stono says:

        lho emang baru tahu yah sekarang ada baju renang khusus yg berjilbab😀 tapi kok kesannya dipaksakan gitu jadinya dan agak lucu, mbok ya dipisah aja kolam khusus wanita kan malah kepenak:mrgreen:

        eh jadi teringat dulu ada sekelompok mahasiswi yg bereneng dipantai pake baju longgar komplit dan tewas tenggelam, lha temennya yg diwawancarai hanya pasrah itu sudah takdir bukan karena pakaiannya tidak cocok buat berenang………….mungkin bener kali yak memang udah takdir, sama dengan pendapat kalo miskin itu sudah takdir dari sononya…hihihhii:mrgreen:

  6. Yang-Kung says:

    ada pepatah “Barang siapa meludah kearah datangnya angin akan terbalik ke muka sendiri ”
    Dalam hidup bermasyarakat jadilah seorang yang bijak,jangan mudah mencela orang lain “aja dumeh…,aja gumunan…Tansah eling lan waspada…Bekti marang Gusti Allah….Gusti kang murbeng murdadi.

    Salam rahayu lan karaharjan.

  7. anak smp says:

    ya sipria tua ntu makannya halal dunk, wong nggak liat ada tunawismanya… heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s