Hukuman yang nikmat

Kemarin kawan saya yang bekerja di kilang milik salah satu BUMN sempat berkisah, “Mas Lamb, dulu pernah ada manajer di kantor pusat Jakarta yang sempat salah jalan. Dia itu orangnya pandai dan kinerjanya bagus. Sayangnya dia lalu korupsi. Sayangnya lagi, korupsinya terlacak dan dia harus menjalani proses klarifikasi internal.”

“Oh, sayang ya, padahal dengan bekerja normal saja, sukses sudah di depan mata”, sahut saya.

“Mau tahu mas, apa hukuman yang dia terima?”, lanjut kawan tadi.

“Oiya, dia pasti dipecat dan akhirnya dihukum berapa tahun?”

“Salah mas. Dia ngga dipecat, tapi ditempatkan di ruangan tersendiri, harus hadir setiap hari, non-job, tetapi gaji jalan terus”, jawab dia.

“Wah asik dong, bisa ngeblog, fesbukan atau browsing seharian.”

“Bener mas, tapi dia orangnya gaptek, jadi dia merasa tersiksa dan akhirnya mengajukan pensiun dini.”

“Sayang ya. Coba kalau saya yang dapat hukuman seperti itu, pasti saya seneng banget. Hobi tersalurkan dan dapat gaji lagi. Itu hukuman yang nikmat banget buat saya”, jawab saya.

Setelah diskusi itu saya sempat merenung sejenak sambil berandai-andai. Oh, alangkah indahnya hidup ini seandainya Tuhan hanya memberikan hukuman yang bersifat mendidik seperti itu. Bukan dengan extreme reward and punishment berupa imbalan 72 bidadari atau ancaman api yang menyala-nyala dan membakar dengan dahsyat.

–==¤==–

Dikemas oleh Lambang (LambangMH.wordpress.com)

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Kehidupan, Renungan, Spiritual and tagged , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Hukuman yang nikmat

  1. m4stono says:

    huahahahaha pertamaxxxxxxx:mrgreen:
    kan bosnya dah tahu kalo dia itu gaptek jadi ya hukuman begitu yg paling baik, kalo hukuman itu diterapkan ke sampeyan ya ndak jadi dihukum malah itu ganjaran/pahala to

    aku juga berharap mbesuk juga dapat bidadari 70000 wudo kabeh, tapi moga2 kalo masuk neraka ya ndak panas2 amat ya seperti diruangan tanpa AC aja panasnya:mrgreen:

    • Lambang says:

      Huahaha… (mèlu mbuto)

      Bener Kang. Hukuman itu mestinya melihat latar belakang kejadian. Contohnya soal pelecehan seksual itu. Lha wong ada barang dipamer-pamerin, trus ada yang nyolek, koq yang salah malah yang nyolek. Tapi kalau ada pria yang pamer barang, dia malah ditangkep. Ndarani wong edan.

      Halah, saya koq jadi inget nabi Adam dipamerin apel tapi ngga boleh dimakan.🙂

  2. sikapsamin says:

    lamaaaaa…tak berkunjung,
    eeehh…
    yg punya rumah banyak termenung…
    semogaaa tidak disertai senyum…

    aku yo pingin termenung…
    (apa ‘hukuman’ ada halal/haramnya juga ya?!)

    aku termenung dalam bingung,
    jangan2 ‘bingung’ juga ada halal/haramnya?!

    pasang helm aahhh…daripada gundulku ketimpuk sendal

  3. Lambang says:

    Hai mas Samin, pakabar…

    Ada lho bingung yang dilarang (tapi belum tentu haram). Naik lift 50 lantai tapi bingung mau berhenti di lantai berapa. Akhirnya nomor lantai dipencet semua.🙂

  4. G3mbel says:

    gmna kabarnya mas lambang ?🙂 , lama tenan tak jumpa

    hukuman itu kan nikmat bagi mas Lambang yg demen ngenet meskipun sekarang jarang updet tulisan baru :mrgreen: , tapi bagi koruptor itu nyatanya bagai satu siksaan hingga akhirnya dia ngajuin pensiun dini.

    tapi tetep aja kalo cuma itu hukuman bagi seorang koruptor kayaknya masih terlalu ringan dan gak mungkin jera atau menyesal.

    • Lambang says:

      Wah hiya nih mas Gemb, lama ngga jumpa. Tadi saya mampir ke rumahnya koq kelihatannya jarang disapu juga.🙂
      ditunggu artikel barunya yang membahas falsafah dan definisi kata itu.:mrgreen:

  5. Ibeng says:

    Kalo’ smua koruptor cuma dapat hukuman kaya’ gitu !
    Berlomba-lombalah tuk korupsi, Buat yang punya kesempatan.
    Habislah jatah pendidikan and beras tuk si kecil and si miskin.

  6. lovepassword says:

    Iya kalo saya di kamar seminggu asal ada internetnya ya masih mendingan.. Hi Hi Hi

  7. sikapsamin says:

    Malah konon ada ‘kamar tahanan’ yg fasilitasnya spt kamar hotel bintang-5?!…nikmat tennnaaann

    Konon pula gara2 ulah manusia spt ini, akhirnya para iblis merasa minder terus meletakan jabatan/mengundurkan diri dari tugas2 menggoda manusia…dunia mm sdh uueedddiiian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s