Pemimpin, Pasrah dan Nerimo

Sejak kecil dulu, simbah selalu berpesan agar dalam mengarungi kehidupan ini kita selalu pasrah dan nerimo. Pasrah artinya menyerahkan semuanya pada kehendak Tuhan, Allah atau Gusti Allah. Nerimo maksudnya tidak boleh mengeluh atas apapun yang terjadi pada diri kita, baik tentang masalah pekerjaan, perlakuan orang lain, interaksi dengan keluarga dan lingkungan, kesehatan dan lain-lain. Semuanya cukup dilakoni dengan sabar dan selalu mengedepankan sikap yang bijaksana, simpati dan empati.

Sikap pasrah dan nerimo ini sangat berkembang di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Ajaran kejawen memang selalu mengajarkan agar manusia itu selalu pasrah dan nerimo, selalu eling dan waspodo, dan selalu menyadari jati-dirinya.  Ini konsep ajaran yang sangat bagus dan bermanfaat jika diletakkan pada posisi yang tepat.

Konsep ajaran ini mulai berkembang sejak jaman kerajaan dahulu kala, dimana seorang raja dianalogikan sebagai Tuhan. Sabda panditaning ratu, perkataan raja adalah kebenaran dan wajib dijalankan. Rakyat tidak boleh protes, harus tunduk dan patuh kepada rajanya. Sebagian hak rakyat dihilangkan dan mereka hanya boleh pasrah dan nerimo. Lupakan semua bukti sejarah tentang berbagai intrik dan konflik internal yang ada di lingkungan kerajaan pada waktu itu. Pokoknya raja tidak mungkin salah, dan rakyat harus pasrah dan nerimo.

Agar sikap pasrah dan nerimo ini berlanjut, maka harus digabungkan dengan tempat curhat sejati, yaitu Gusti Allah yang memberikan kehidupan ini. Pasrahkan saja semua kejadian kepada Tuhan, maka kita akan hidup bahagia. Kalau ada kejadian yang kurang baik, curhatlah habis-habisan kepada Tuhan yang memberikan kehidupan ini. Tidak ada sikap pasrah dan nerimo yang tidak dikaitkan dengan Tuhan, karena hanya kepadaNya-lah semua pikiran harus diarahkan. Soal diterima atau tidak curhat kita, itu tidak perlu dibahas. Permohonan tidak selalu dikabulkan. Perlu instrospeksi diri berkelanjutan, kalau perlu sampai akhir hayat dikandung badan.

Jika kita berada dalam posisi sebagai pemimpin atau seorang pengambil keputusan, jelas sikap pasrah dan nerimo ini tidak bisa diterapkan seratus persen. Ada saat-saat dimana seorang pemimpin harus tegas dan mengorbankan kepentingan sebagian kecil rakyatnya demi kepentingan yang lebih besar bagi rakyat lainnya. Seorang pemimpin tidak boleh nerimo dengan kenyataan bahwa negaranya banyak dikorupsi dan rakyatnya banyak yang melarat. Dia harus berjuang keras untuk mengentaskan kemiskinan dan membentuk negara yang adil, makmur, aman dan sejahtera. Pemimpin tidak boleh sekedar pasrah dan nerimo. Dia harus bersikap kreatif, pendobrak, enterpreneurship, tegas dan bijaksana.

Oleh karena itu, para pemimpin dan pejabat tidak boleh memiliki sikap pasrah dan nerimo. Mereka harus berdiri di depan dan memberi contoh yang baik bagi rakyat. Pemimpin tidak boleh berjiwa pengecut dengan berbagai alasan yang dicari-cari. Pemimpin harus mampu menyisihkan kehidupan pribadi dan keluarganya demi kepentingan bangsa yang jauh lebih besar.

Lanjutkan menjadi pemimpin sejati, bukan hanya menjadi seorang pemimpi!

Oleh: Lambang Mahardhika (LambangMH.wordpress.com)
Gambar: dari Google Image.

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Kehidupan, Kejawen, Kemanusiaan, Refleksi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

21 Responses to Pemimpin, Pasrah dan Nerimo

  1. S™J says:

    Pasrahkan saja semua kejadian kepada Tuhan, maka kita akan hidup bahagia.

    manstab man :cool

  2. m4stono says:

    Pasrahkan saja semua kejadian kepada Tuhan, maka kita akan hidup bahagia.

    sebelum kita pasrah dgn tuhan ada baiknya kita berdialog dan becandaan dulu dgn Beliau yaaa dengan modal telanjang dan bawa2 tas kresek senyum2 sendiri di jalan:mrgreen:

  3. sikapsamin says:

    Lho?!? Saya kira nunggu kupatan jé. Telat…

    Kalo gitu ?!$&@€£¥@&$!?…saya memodifikasi judulnya saja :

    ” Pasrah dan Nerimo versi ‘PemimpiN’ ”

    mangsuté pasrah dan nerimo versi Pemimpi-Narsis…

  4. m4stono says:

    sempat juga kepikiran bahkan sering kalau para raja2 jawa dulu memang sengaja membikin rakyatnya utk bersikap nrimo ing pandum dan pasrah kepada kondisi dan keadaannya termasuk pasrah pada rajanya….

    tapi saya kira tidak di jawa thok, saya kira diseluruh dunia juga menghendaki rakyatnya utk nrimo tidak ngeyelan pada jaman dulu….tapi yg saya kagumi dari raja2 jawa dulu terlepas dari segala mitosnya telah membuat berbagai karya sastra dan seni sebagai sarana utk njangkah kemasa depan seperti sastra gending dan buto rambut geni karya sultan agung, buto cakil karya sultan hanyakrawati, serat wedhatama karya mangkunegaran IV dll… tumben komen serius dan maka dari itu maka presiden SBY tiru2 bikin lagu biar dikira pujangga kali yak:mrgreen: bagusan presiden bikin album ndangdut koplo:mrgreen:

    • Lambang says:

      Jadi sepertinya para raja dulu, termasuk raja Jawa, memang benar-benar menikmati kehidupannya. Upeti dikumpulkan, selir diperbanyak, membuat karya sastra yang hebat-hebat, dan rakyat tenang dan tenteram, yang penting semua rakyat ngga ada yang kelaparan.

      Saya sih sebetulnya mau aja seperti itu. Pak presiden mau punya selir banyak juga boleh, mau bikin album dangdut atau hardcore juga boleh, yang penting rakyatnya dibuat tenang, tenteram dan bisa makan semua. Ekstrimis-ekstrimis berkedok agama dibabat aja semua, toh ngga ada jaminan bahwa mereka akan masuk surga duluan.🙂

      • m4stono says:

        yah namnaya aja jaman kerajaan ya wajarlah kalau rajanya hidup mewah2an dan saya kira ini juga terjadi dimanapun, bahkan menurut kisahnya jaman india kuno, dulu khrisna punya istri/selir 16.000 tapi beliau tetap dianggap sebagai avatar atau orang suci, tapi itu sih wajar2 saja pada jamannya asalkan juga outputnya harus oke juga, kalo outputnya cuman tidur2an titip ngabsen kek anggota hewan yg terhormat ya bakalan di kudeta:mrgreen:

        kalo dulu kerajaan mataram yg masih di kotagede sang raja perhiasannya emas, kalo rakyat ya mentok2 peraklah maka kerajinan khas kotagede jogja adalah perak bakar sebagai penerus dari perajin2 jaman dulu, sebab sultan/raja itu statuys sosialnya tertinggi jadi rakyat biasa gak boleh melebihi sang raja….

        kalo misalnya pake sistem kholifah katakanlah umar bin khatab sebagai kholifah terbaikkatanya yg rela membopong sekarung gandum sendiri kepada rakyatnya yg kelaparan dan rela tidur di masjid hanya didampingi anak2 yatim diterapkan jaman sekarang ya repot, mosok SBY membopong sendiri sekarung beras ke papua atau tidur di mushola:mrgreen: ….

        jadi kesimpulannya mencari pemimpin yg sejaligus pemimpi yg visioner dan sekaligus yg pasrah nerimo legowo apabila kalah pemilu kok angel tenan yo, maklum ngakunya sih agamis berketuhanan yg maha esa tak taunya berkeuangan yg maha kuasa:mrgreen: ditambah bernafsu laknat yg jeg jegan, memang keknya dunia ini harus dirombak total, minimal populaisnya dikurangin separo biar agak lega dikit bisa nafas:mrgreen: mugo2 dudu aku korbane:mrgreen:

      • Lambang says:

        Saya pernah baca di koran katanya para anggota hewan yang terhormat itu sebagian besar tadinya pengangguran berdasi. Mangkanya saya ya maklum kalau isi kepalanya masih rada beku karena selama nganggur mestinya ya jarang dipakai.

        Gimana kalau selain dibuatkan kolam renang dan Spa di Gedung MPR, dibuatin juga ring tinju, biar kalau mau antem-anteman ada tempatnya, sekaligus untuk mengencerkan isi kepala yang membeku tadi.

        Oiya, satu lagi ditambah ruang pengampunan dosa seperti yang di pilem-pilem itu. Jadi kalau habis sidang yang kira-kira merugikan rakyat, cukup masuk kamar itu, nanti kalau salah kan Tuhan bisa negor kalau Tuhannya kebetulan lagi ngga ada meeting dengan para malaikat. :mrgreen:

    • S™J says:

      semua itu kan pelajaran buat rakyat. maling dan pelawak bisa naik tahta kan karena secara sadar atau tidak (mayoritas) rakyat sendiri yg menghendaki. mungkin skenarionya memang gitu supaya terjadi aufklarung.

      …dulu khrisna punya istri/selir 16.000…

      itu kalo beranak semua lalu berketurunan lagi kan lama2 semua orang india keturunan avatar the legend of aang. makanya sekarang rakyat yg mestinya pegang kuasa… wong semua keturunan raja2:mrgreen:😎

      • m4stono says:

        kalau pelawak naik tahta itu seperti kere munggah bale, tapi berhubung pelawak banyak yg kaya maka ya menjadi juragan munggah sofa, sebab bale sekarang ini bukan lagi menjadi tempat duduk favorit, masih enakan sofa yg bisa membuat orang tertidur dlm hitungan detik kek anggota DPR:mrgreen:

  5. astaghfirullahal’azim’!tidak baik sodaraku,mencacimaki seorang pemimpin.sebaiknya kita sama2 berdoa,agar negara kita bisa aman damai gemah ripah loh jinawi,!tidak mudah merubah sebuah negara yang sudah terok moralnya.semuanya membutuhkan waktu. lawong kita saja mimpin keluarga,belum tentu betol.,untok memajukan negara itu bukan di tangan pemimpin saja’kita sebagai warga negara indonesia,harus sama2 membantu,mendukung,baru indonesia bisa maju..dan jangan lupa,tentunya dengan berdoa,sabar lan ntrimo,!

    • sikapsamin says:

      @mas Rochim bin Buseri,
      Salam kenal…

      ijinkan saya coba bikin puisi
      kalau ada salah…mohon dikoreksi
      __________________________________
      beratus tahun kami dijajah
      beratus tahun kami dijarah
      bahkan terfitnah ditanah terfitrah

      air-mata kami…kering sudah
      keringat kami…habis terkuras sudah

      yang tersisa tinggalah…
      denyut-denyut aliran darah
      yang siap membuncah…tercurah

      mempertahankan tanah tumpah-darah
      tanah terfitrah…
      sesuai ketetapan al illah

      apakah kami-kami salah…

      janganlah mengkhianati sejarah…
      karena itu berarti mengkhianati al illah

      bhinneka tunggal esa
      bhinneka tunggal sikep
      bakuh-kukuh-utuh…NKRI

      Nuswantara Kertagama Raharja Indah

      Salam…JASMERAH

  6. Lambang says:

    Terima kasih atas komennya.

    Mengenai “mencacimaki seorang pemimpin”, apa bisa disebutkan pada paragraph ke berapa cacimaki itu tercantum dalam artikel saya? Tampaknya ada yang terlewatkan, mungkin membacanya agak tergesa-gesa.

    Mohon diperjelas juga tentang kalimat “kita sebagai warga negara indonesia, harus sama2 membantu, mendukung, baru indonesia bisa maju”. Siapa yang perlu didukung dan bantuan apa yang diharapkan dari rakyat.

    Sudah lama bangsa kita terlena oleh kata-kata manis, janji-janji palsu, diajak bermimpi tentang masa depan yang indah-indah, dan diajari nerimo. Itu yang salah… selama bangsa kita masih nerimo, maka jangan harap bisa maju.

    Disedot emasnya oleh Freeport, nerimo. Disedot gas dan minyak buminya oleh Total dan Chevron, nerimo. Pulaunya dirampas oleh Malaysia, nerimo. Harga BBM dan listrik dinaikkan, nerimo. Bantuan nerimo seperti inikah yang diharapkan dari rakyat? Oooo…. salah besar. Para pemimpin tetap harus dikritik dan diprotes agar mereka tahu bahwa ada kebijakan yang salah. Cara memprotesnya harus yang beradab, bukan dengan demo atau bakar-bakaran atau teriak-teriak memanggil Tuhan. Salah satu cara protes yang beradab ya melalui blog semacam ini, atau melalui Facebook. Kalau ada usulan cara lain yang lebih efektif silahkan dibahas.

    Salam.

  7. G3mbel says:

    sikap nrimo itu rawan di salah artikan sih mas, malah kebanyakan bukan nrimo tapi malah fatalistis.

    bisa jadi malah nrimo itu wujud nyatanya malah terlihat berusaha sekuat tenaga dengan segala kemampuan yang ada, kasarnya bisa di bilang ” berjuang sampai titik darah penghabisan ”😛

    ketika pemahaman seseorang itu bisa melampaui perbuatan sudah tentu mampu membedakan mana yg bergerak mana yang diam.

    nrimo itu erat kaitan nya sama unsur gerak dan diam mas mata kuliah gerak yg dulu kita sama-sama bahas itu :mrgreen:

    oleh karena pertimbangan-pertimbangan tertentu ada baiknya konsep nrimo itu jangan diajarkan secara serampangan tanpa mempertimbangkan keadaan.

    tapi lain cerita kalo konsep nrimo sengaja diajarkan untuk tujuan politis seperti yang gambarkan oleh mas Lambang sebab jika hal itu terus terjadi maka besar kemungkinan ada kasus pembodohan yang terselubung. meskipun pake dalih agama atau tuhan, tetep saja pembodohan ya pembodohan

  8. rockingdown says:

    Assalamualaikum,
    Silaturahmi ke blog ini.
    Silakan dikunjungi blog saya.

  9. gw share ke wall gw nieh Boss… hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s