Mendoakan Leluhur

Di Jawa ini sudah menjadi tradisi penduduk dari semua agama dan aliran kepercayaan untuk mendoakan para leluhur secara berkala pada hari-hari tertentu. Di agama Islam, disebutkan ajaran yang menghimbau untuk mendoakan ayah bin pulan binti pulan dan ibu bin pulan binti pulan. Tidak ada himbauan agar mendoakan juga kakek, nenek, buyut, cicit, canggah, gantung siwur dan leluhur di atasnya. Selain doa kepada almarhum ayah dan ibu, ada juga doa Qunut untuk mendoakan umat secara umum,  dan dibatasi hanya kepada kaum muslim dan mukmin, artinya hanya untuk orang Islam saja. Selain doa Qunut ada juga doa Arwah, yang berisi pembacaan surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Al-Fatihah dan sebagian dari surah Al-Baqarah yang ditujukan kepada satu atau beberapa arwah tertentu sesuai dengan nama-nama yang dibacakan.

Tadi sore saya baru saja ngobrol-ngobrol dengan sesepuh yang juga seorang Grand Master Reiki. Beliau baru mendapatkan pesan dari temannya teman yang tinggal di Kroasia. Teman Kroasia itu beragama Kristen dan beliau menuturkan bahwa manusia yang masih hidup jangan lupa agar memohonkan ampunan Tuhan bagi para leluhurnya. Permohonan ini selain akan membantu memudahkan perjalanan para leluhur ke tujuan berikutnya, juga akan memberikan enerji positif bagi sang pemohon karena telah berbuat baik bagi leluhurnya.

Sesepuh Reiki yang beragama Katolik tadi juga bercerita bahwa mendoakan leluhur itu sudah dikenal sejak ratusan atau mungkin ribuan tahun yang lalu, dan bukan monopoli keturunan Jawa saja. Di ajaran Katolik dikenal adanya doa Rosario Arwah (atau doa Novena Arwah) yang ditujukan untuk memohonkan ampunan bagi seluruh arwah, khususnya umat Kristen. Di ajaran Hindu dan Buddha juga ada ajaran seperti itu. CMMIW.

Dari uraian tersebut di atas, ada beberapa pemikiran yang kemudian muncul. Yang pertama tentang doa yang dibatasi (atau berlaku)  hanya untuk pemeluk agama tertentu. Bagaimana dengan seorang anak yang telah pindah ke agama lain? Doa ajaran dari agama yang mana yang digunakan untuk mendoakan almarhum ayah dan ibunya? Apakah dari ajaran agama yang dianutnya atau dari ajaran agama orang tuanya? Bagimana pula jika agama ayahnya beda dengan agama ibunya dan beda dengan agama si anak itu sendiri?

Pemikiran yang kedua tentang orang-orang yang tidak memiliki anak atau anaknya sudah tidak menghiraukan keberadaan orang tuanya lagi. Pada saat orang tersebut sudah meninggal, dan ayah ibu serta saudaranya juga sudah meninggal semua, maka jalur keturunannya telah terputus dan tidak ada lagi anak sholeh yang bisa mendoakan mereka. Para relasi, pegawai, keponakan, teman se kelurahan dan teman lain biasanya hanya berdoa maksimal sampai hari ke empat puluh. Mungkin ada tambahan sedikit pada hari ke seratus dan seribu. Setelah itu sang arwah harus berjuang sendiri menemukan jalan untuk mencapai tujuan selanjutnya. Sungguh malang nasib sang arwah. Sudah semasa hidupnya tidak bisa memiliki anak atau memiliki anak yang mengabaikan dirinya, setelah meninggalpun juga harus mencari jalan sendirian tanpa bantuan doa tambahan dari siapapun. Ini bukan takdir tetapi kesalahan genetika yang bercampur dengan pengaruh lingkungan dan kesalahan memilih jalan hidup di masa lalu.

Mungkin Anda tidak akan mengalami kejadian se-ekstrim itu, tetapi saya yakin ada ribuan bahkan mungkin jutaan orang yang mengalami kejadian seperti itu. Tentu hal ini menyadarkan kita agar selain mendoakan leluhur pada garis keturunan kita,  sedapat mungkin kita juga mendoakan arwah orang lain di dunia ini baik yang dikenal maupun yang sama sekali tidak dikenal. Dharapkan doa ini akan meningkatkan kesadaran spiritual dan akan membuat bumi menjadi lebih damai.

Pada saat berziarah dan melewati makam orang lain yang tidak terawat, retak atau ditumbuhi ilalang dan semak liar, pernahkah terbersit keinginan Anda untuk mendoakan arwah yang ada di makam tersebut termasuk arwah leluhurnya?

Semoga demikian adanya.

Dikemas oleh: Lambang Mahardhika (LambangMH.wordpress.com)
Gambar: dari sini.
Permalink: https://lambangmh.wordpress.com/2010/10/09/mendoakan-leluhur/
Related Article: Mendoakan Orang Lain

About Lambang MH

Pengamat kehidupan, pengamat kemanusiaan, pengamat spiritual, pengamat teknologi dan pengamat segala macam yang bisa diamati.
This entry was posted in Alam Semesta, Islam, Kehidupan, Pencerahan, Renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

69 Responses to Mendoakan Leluhur

  1. m4stono says:

    PERTAMAXX:mrgreen:

    wah kalo ini agak nyangkut2 klenik di trit forum sebelah padahal saya juga salah satu aktivisnya jujur saja ini bukan aliran saya dalam arti sering meminta tolong dgn leluhur, kalo mendoakan ya secukupnya…..kalo saya lebih berpendapat bahwa org yg mati itu sudah “sinempa ing angin” yg artinya sudah terputus hubungan dgn yg masih hidup…..

    tapi apakah bisa yg sudah meninggal menemui yg hidup? ya tentu saja bisa tapi kalau hanya kondisi sangat mendesak, tidak bisa setiap saat kita mintai bantuan apalagi utk praktek perdukunan toh juga mosok para leluhur mau ngajarin kita utk tidak mandiri to?

    lalu siapakah yg suka nyaru menjadi arwah leluhur? kalo jawaban mudahnya ya jin kafir kalau jawaban yg agak rumit ya “hasil rekaman” dari aktivitas leluhur dahulu yg terekam oleh alam semesta yg kemudian berinteraksi dgn alam bawah sadar kita yang bisa jadi kita anggap sebagai arwah leluhur betulan…..

    kalo berurusan dgn yg gaib2 memang rumit dan pelik, bisa jadi yg kita aku2 itu justru cerminan dari nafsu kita bukan sesuatu yg kita tuju ngomong dawa2 ben dikira pinter, asline gur isone teori thok:mrgreen:

  2. Lambang says:

    Woiya Kang, targetnya memang bukan untuk minta tolong, tetapi berbuat kebaikan termasuk kepada yang sudah meninggal dan para leluhurnya. Yah mirip dengan kalau kita menolong orang yang sama sekali tidak kita kenal. Sepintas kan ngga ada manfaatnya bagi kita. Lagian kan ngga pantes kalau kita itung-itungan dagang pahala dengan Tuhan.🙂

    Tapi kalau saya terawang dari sisi enerji *halah kemaki*, semua perbuatan baik atau perbuatan jahat kita itu akan berakumulasi dan suatu saat akan berbalik pada diri kita. Na, supaya ngga ada efek balikan yang bisa berbahaya itu, maka marilah kita minggirkan sedikit egoisme karena tiap hari berdoa hanya kepada diri sendiri dan keluarga, dan kita coba untuk mendoakan orang lain termasuk mendoakan arwah siapapun yang sudah meninggal, karena ruh yang masih dalam status “keleleran keronto-keronto” sangat memerlukan doa dari yang masih hidup.

    Ngga ada repotnya juga kalau mencoba, paling hanya lima menit. Sama seperti ngga ada salahnya mencoba membuat Orgonite itu.:mrgreen:

    • m4stono says:

      ya kalau mendoakan sih harus mas walaupun sekarang2 ini jarang tapi ada juga kan yg mengharapkan imbalan utk mengakses ilmu atau kelebihan beliau2 kek org yg kemarin2 kita rasani itu lho…hihi

      ya saya kira memang kalo arwah yg keranta ranta itu biasanya disebabkan oleh dirinya sendiri pas hidup, misalnya mati dgn tidak tenang kroncalan karena masih ada dendam, maka alam pun merspon ketidak tenangannya dan menjadi energi yg mirip2 dgn arwah si yg mati itu….

      kalo menurut mbah albert lambang einstein, ketika org itu meninggal maka energi yg tersisa akan menyatu dgn tanah dan sekitarnya tempat dia dikubur, maka dari itu tanah kuburan menjadi keramat…

      jadi intinya ketika org itu mati maka ruhnya akan menempati tubuh baru berupa jasad halus, yg mana tubuh baru itu adalah perwujudan perbuatannya didunia, kalau jelek ya jadi buto pocong dsb dan gentayangan didunia, kalau cukup baik ya ke langit dan ketemu bidadari2:mrgreen: kalo bagi para bocor aluser ya kembali ke ilusi persepsi dan imajinasi masing2:mrgreen:

    • Lambang says:

      Kalau yang itu bener Kang. Banyak yang ziarah berbekal pamrih. Biar hidupnya mulyo, biar waras dan lain-lain.

      Yang masih jadi pertanyaan saya, kalau orang itu hidupnya santai, ngga pernah berbuat jahat, ngga pernah dendam, ngga pernah iri dan lain-lain, tapi ngga punya anak, lha kan kasihan ngga ada yang mendoakan dia untuk membantu jalan menuju halte berikutnya. Kan ngga bisa menyalahkan perbuatan masa lalunya karena terkesan normal dan wajar. Kecuali sering nonton 3gp Miyabi.:mrgreen:

      • m4stono says:

        wah saya kira doa yg masih idup gak penting2 amat gan, sebab gak semua org punya anak atau pengikut….yg penting hepi2 aja….hihi:mrgreen:

      • Lambang says:

        Iya Gan. Lagi visualisasi dewasa berfoya-foya, tua berbahagia dan setelah mati masuk sorga naik Bouraq.:mrgreen:

    • sikapsamin says:

      …karena ruh yang masih dalam status “keleleran keronto-ronto” sangat memerlukan doa dari yang masih hidup…
      __________________________________
      lha iya…perasaan saya ini belum jadi ruh, tapi kok “keleleran keronto-ronto”…terus mengharapkan doa dari siapaaa…ya?
      Beginilah nasib blogger kelas PKL, ‘hrs ikhlas’ menerima TAK-DIR (mangsute TAK-DIRèwès) oleh blogger kelas atas.

      Kalau begitu saya bikin Orgonite digenggam dg kedua telapak-tangan, dan berdoa : “Semoga TAK-DIR yang menimpaku segera kembali kesumbernya”…

      *hihihi…dendam dot com…mbulayuuu*

      • Lambang says:

        Hihi.. kelas PKL koq pakai MacBook…🙂

        Blogger kelas atas tu apa maksudnya isnaini atau priyadi itu? Ya jelas ngga direwes wong mereka ngga membahas nasionalisme, leluhur atau Tuhan. Yang dibahas software, template atau cara cari uang di internet…:mrgreen:

      • sikapsamin says:

        Uuassem’ik…balik maring MacBook.
        Kok jadi boomerang ya?

        Nasionalisme?
        Jadi inget Reformasi-1998. Nggak lama muncul istilah Repotnasi… Lha sekarang banyak yang makan Nasiaking…
        Ini hasil produk software jenis apa, terus yg mencipta siapa, mas?

        @mas Ngabehi,
        Soal mendoakan arwah yg sdh meninggal, saya ya begitu mudheng. Jelasnya ya cuma ikut saran2 ‘para pakar’.
        Tapi inget nonton berita-TV, di Thailand pacsa tsunami-2004 yl, pada kesempatan pertama masyarakat melakukan doa massal bagi arwah para korban tsunami…
        Soal mas Ngabehi sering mimpi didatangi arwah2, mungkin bukan karena sering melakukan doa mas.
        Menurut ‘terawangan’ saya, arwah2 tsb senang gravatar mas Ngabehi.

        *lho…seneng guyonan gak yo? Mati aku…mbulayu aaahhh*

  3. ngabehi says:

    Kulonuwun kang Lambang.Baca tulisan ini kok saya jadi inget pak modin di kampung saya.Dulu saya suka cekikikan kalau pak modin sedang ngekrar-ake doa.Contohnya begini;”dumateng para leluwur ugi para arwah sedaya kemawon, ingkang kampir ing prapatan, ingkang kerimatan mboten kerimatan, lan ugi ingkang mapan wonten keblat sekawan,lsp-ipun, sedaya menika wau mugi2 tansah dipun paringi pangapunten dening Gusti Ingkang Moho Agung”.Lha saya baru nyadari, ternyata doanya pak modin yang sekilas lucu menggelikan itu, sebetulnya amat mulia sekali.

    • Lambang says:

      Monggo mas Ngabehi.
      Iya mas, kita itu kadang saking sibuknya ngurusi diri sendiri dan keluarga, sampai lupa ngurusi ruh orang lain yang keleleran keronto-ronto itu. Jangan-jangan yang keleleran itu masih satu gantung siwur dengan kita.🙂

  4. ngabehi says:

    Saya punya pengalaman lucu kang, terlepas itu hanya ilusi, tersugesti atau apalah, yang jelas itu terjadi pada diri saya.Dulu kalau pas saya lagi nyantai terus inget temen atau orang lain yang sudah meninggal, saya suka berkirim alafatihah.Lha hasilnya, saya suka bermimpi didatangi arwah2 orang yang sudah meninggal, dalam mimpi itu lain-lain yang mereka sampaikan. Ada yang berkeluh kesah(curhat), ada yang sambat sebut, ada yang sekedar pamer kalu hidupnya enak dsb.Lucunya lagi makin kita sering kirim doa, yang nemuin juga makin nambah. Wah kalau terus2an kok makin lama mengganggu privacy juga ya he he he.

  5. ngabehi says:

    @sikapsamin
    Soal mas Ngabehi sering mimpi didatangi arwah2, mungkin bukan karena sering melakukan doa mas.
    Menurut ‘terawangan’ saya, arwah2 tsb senang gravatar mas Ngabehi
    ========================================
    ahaiii, menurut saya kok bukan masalah itu mas Samin, saya malah jadi narsis, jangan2 orang kaya saya ini, yang notabene sering dicap cuma wong abangan, doanya malah selalu manjur ha ha ha, lha buktinya orang yang sudah mati saja pada ngantri minta didoain ha ha.Herannya kok belum ada artis atau politikus yang datang minta di doain ya….(promosi):mrgreen:

    • Lambang says:

      Ya itulah mas, repotnya jadi selebritis di kalangan para arwah… hehe..🙂

    • sikapsamin says:

      @mas Ngabehi,

      Wah…ayem aku,
      Maklum mas, idola saya itu para punokawan terutama Bagong, dan tokoh ‘pandir’ Nasruddin, jadi saya ikut gak-karuan begini ini.
      Soal ingin didatangi artis atau politikus, saya doakan dalam 35-hari(selapan) terhitung mulai nanti malam ini, kayaknya bakal keturutan…

      *hihihi…kemlinthi dot com*

    • Lambang says:

      Mas Samin kalau menjaga situs Sangiran ya harus sering-sering kirim doa ke leluhurnya yang ada di situ. Sapa tu namanya, Phitecantropus Erectus apa ya…😀

      *ben ayeme ilang*

      • sikapsamin says:

        Lho…mas Lambang, saya patuh dhawuhe simbah.
        Berdoa apapun itu, tidak usah pakai hitungan 7X, 40X dst, sedapat mungkin tiap isapan dan hembusan napas, adalah doa. Sampai akhirnya tidak lagi merasa berdoa atau tidak…

        Btw…hati2 lho kalau menyinggung ungkapan2 yg menggunakan kata ‘Erectus’, apalagi menyangkut Sangiran, nanti kena ‘walat’…nggak bisa erectus…bhlai tenan…hihihi

      • Lambang says:

        Wah hiyo, blaik tenan.
        Lha bisa thela-thelo ra karuan…🙂

        Yo wis nitip ngapunten untuk simbah “Homo Erectus”.
        *duh, simbah bikin nama koq ya pakai homo segala*

      • sikapsamin says:

        Soal nama ‘homo erectus, phitecantropus lsp’…mingturut literatur kan dari bahasa Yunani.
        Kalo aslinya ya…TANPO-ARAN atau tanpa-nama…

  6. ahmed shahi kusuma says:

    @Lambang
    Yen konco smpyan penginjil gereja Pantekosta, melarang acara beginian,….
    kalo koncon sampyan wahabi yo ora doyan mocone fatihah gawe leluhur (la padahal Ibn Taimiyah mbahne wahabi iku memperbolehkan!!! hihihihi…)
    Repot juga memang kalo agama copot kitab suci yg dibaca abad 21, mengabaikan fakta bahwa agama adalah tradisi yg ribuan taun da ada!

  7. Gendrayana says:

    mendoakan leluhur ada beberapa pemaknaan yg saya tahu selain memohonken ampunan. ada yg mengirim doa sebagai rasa syukur karena berkat para pendahulu itulah seseorang bisa lahir di dunia. ada juga lantaran faktor genetika tertentu dari leluhur itulah orang bisa pintar bikin prakarya membuat orgonite hidup dengan sejumlah kelebihan. atau mungkin bersyukur terlahir dari keluarga yg punya tradisi mendidik anak-anak dgn penuh kasih sayang… saya pernah dengar itu orang meminta leluhurnya di makam lalu ditemui dan komentarnya semacam begini: “kamu kok malah minta ke saya? bermohonlah kepada Tuhan. buat kami cukup mintakan ampunan…” kira-kira gitu.. tapi ya gak tau apakah itu yg ditemui leluhur yg asli atau oplosan palsu atau imaginasinya sendiri…😎

    • Lambang says:

      Untung leluhurnya masih nyuruh minta ke Tuhan. Kalau ketemu leluhur yang atheis kan repot. Ngga mau pakai kembang tapi maunya aroma therapy.:mrgreen:

      • Gendrayana says:

        kalo ateis ya jawabannya mungkin “tidak ada alam kematian, tidak ada tuhan, ini bukan aku…” lha trus sopo😀

  8. m4stono says:

    dulu pernah punya pengalaman ditemuin simbah putri yg nangis2 di mimpi, setelah di cek ternyata kuburannya gak terurus oleh keluarga yg deket2 situ, padahal saya jarang2 mendoakan simbah🙄 hiks

    memang sih yg sudah mati bisa melihat dan berhub dgn yg masih hidup, tapi kan tidak semua dan tidak sering2 juga, cilakanya kalo yg datang itu gendruwo yg mirip2 dan ngaku2 simbah kita ujung2nya minta rokok dan sajen….nah lo mosok udah mati masih aja nggragas:mrgreen:

    • sikapsamin says:

      …nah lo mosok udah mati masih aja nggragas…
      __________________________________
      hihihi…bingung to?
      kalau menurut imajinasiku, nggragas itu kan sifat, sedangkan sifat adalah salah satu cabang dari energi. Nha…akhirnya ketemu rumus mbah Einstein to?!
      Jadi energi itu abadi…jaréné

    • Gendrayana says:

      ngalaming lelembut… hiiiiii

    • Lambang says:

      @KangTon: Konon untuk membedakan itu ruh asli atau jin yang ngaku-ngaku, cukup dibacakan syahadat jin.

      @Mas Samin: Mungkin entar ada energy drink yang bermerek “Nggragas Drink”, khusus untuk orang-orang yang pingin gemuk dan meningkatkan sifat ngabis-abisin makanan.🙂

      @Mas Gen: Alam AKU sopo INGSUN.
      *Suryomentaraman Fans Club*😀

      • sikapsamin says:

        Hihihi…”Nggragas Drink”…

        Sangat innopatip, sangat innopatip…
        Keknya perlu segera di’patent’kan, terus buka “GENDRUWO-CAFE”…

        Josss tenan…

      • mbah yo says:

        kulonuwun…
        nderek mampir sederek2…nyuwun perso nggih
        saya ikut gabung boleh to mas…ngangsu kawruh dateng ingkang pakar. lhah kulo bingung je, membedakan roh ama jin trus dibacain syahadat jin. mbok nyuwun perso kayak apa syahadat jin, biar saya g kepeleset.
        matur suwun sederek2

    • Sumégó says:

      Lha kok ujungnya bisnis lagi…

    • Lambang says:

      Bagusnya memang begitu mas. Ngobrol ra nggenah terus ujung-ujungnya ada inspirasi bisnis…😀

      • Sumégó says:

        Betul juga…tuh, hayo Mas Sikapsamin ilmu ekonominya ditularke to…hhehhe #nyekel sabak plus merang*

      • Lambang says:

        Kalau mas Samin itu udah mapan tujuh turunan. Tinggal thenguk-thenguk tiap hari setoran jalan terus…🙂

      • Sumégó says:

        ngobrolin “kematian” memang werno-werno, sy sempet dibuat “gendhadhapan”…mikirin hal tersebut…sempet 2 kali ngalamin sesuatu yg mungkin berhubungan dgn hal tersebut tp yg pertama sy ndak inget karena orang tua sy yg cerita “sy ni nyowo balen” jd ndak pati dipikirin…lha nda inget..

      • Lambang says:

        Biasanya orang yang “hidup lagi” itu kemampuan spiritualnya sangat tinggi. Bisa meguru nih sama mas Sumego…🙂

      • Sumégó says:

        Pilih jd murid Njenengan aja Mas Lambang…#%#mekso kudu gelem%$

      • Lambang says:

        Wuah kalau belajar sama saya malah katut jadi bocor alus dan bisa diberi stempel musyrikin dan laknatullah.🙂

      • Sumégó says:

        Kan cuma stempel Mas…dicuci pake aseton ilang kok…hehehe

      • Lambang says:

        Wah hiya ya. Lha koq seperti membersihkan cipratan Orgonite ya…🙂

  9. eMina says:

    piye kabare mas lambang?
    sy jarang ngedoain leluhur…

  10. m4stono says:

    jadi teringat kalau kita mendoakan nabi muhammad katanya akan mendapat syafaat…….lha nyatanya yg suka sholawatan pake teriak teriak juga yg pernah ditemuin nabi muhammad paling2 satu banding seribu…. jangan2 database solawat nabi di alam sana sampai error dgn tingkah polah umatnya yg suka teriak2, jadi data2 umat yg dijadwal utk ditemuin jadi kacau ngawur ndot com:mrgreen:

    • Lambang says:

      Kalau ngikuti cerita syahadat dan syafa’at itu ya ada yang aneh juga bagi saya. Yang pertama fakta bahwa Nabi sendiri ngga yakin masuk surga dan minta didoakan oleh umatnya. Yang kedua, Nabi minta imbalan sholawat untuk mendapatkan syafa’atnya. Bukankah Nabi mengajarkan agar kita lebih banyak memberi daripada meminta?😎
      *kafiiirun – musyrikin – murtadin*

      Tapi yah kembali lagi ke pendapat yang menyatakan bahwa agama tidak boleh dinalar dengan akal. Ini memang pendapat yang sangat paradoks. Kalau memang Tuhan tidak mengijinkan manusia menggunakan akalnya untuk menilai agama, kenapa manusia dilahirkan dengan memiliki akal? Bantahan untuk pertanyaan ini juga sudah ada. Tinggal cari di Google dan beriman pada jawaban yang mana.😉

      Mudah-mudahan nantinya banyak ilmuwan yang bisa lolos masuk surga. Minimal sebagai penyeimbang jumlah penduduk surga yang tidak mau menggunakan akalnya.🙂

      • sikapsamin says:

        …Mudah-mudahan nantinya banyak ilmuwan yang bisa lolos masuk surga. …
        _______________________________
        kalo nggak salah ‘terawang’, data hasil fit & proper, memang sdh banyak ilmuwan yang sebenarnya lolos masuk surga. Hanya pelaksanaannya terpaksa ditunda, menunggu fit & proper calon2 bidadari utk menambah stock di surga, jadi para ilmuwan diimbau utk bersabar…dan sementara dibagi gambar2 poster para selebriti dulu…

      • Lambang says:

        Kelihatannya ada laboratorium pembibitan baru di Surga Indah II gan. Mungkin banyak yang lolos timbangan, jadinya stock menipis.🙂

  11. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku :

    http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  12. Sumégó says:

    Kok tumben sepi ya Mas Lambang…apa ladi pada sibuk mendoakan para leluhurnya ya…?? ato lg persiapan WeekEnd…ya

  13. ahmed shahi kusuma says:

    Mendoakan leluhur adalah menunjukkan rasa terima kasih kita akan kebajikan yg mereka tanamkan pada kita. Di luar mereka banyak alpa terhadap kita. lalu bagaimana cara kita berterimakasih pada mereka? dikirim parsel?

    • Lha udah bener itu mas. Mendoakan leluhur sebagai ucapan terima kasih. Yang jadi masalah adalah leluhur yang tidak didoakan oleh keturunannya, atau yang tidak mempunyai keturunan. Makanya akan lebih baik kalau kita juga mendoakan semua leluhur, apapun SARA-nya, bukan hanya mendoakan leluhur kita saja.🙂

  14. Putune simbah says:

    Setujuuu..

  15. Of course, what a great site and informative posts, I will add backlink – bookmark this site? Regards,
    Reader.

  16. tomy says:

    doa ketika nyebar kembang di perempatan :
    Duh Gusti saya tidak sekedar menyebar kembang, namun menyebar kebaikan kepada seluruh titah Paduka yang meleawti perempatan ini. semoga kebaikan, keselamatan dan kebahagiaan menyertai seluruh titah Paduka

    itu salah satu contoh kesadaran kesemestaan Jawa, tak hanya berdoa untuk leluhur atau sesama manusia namun seluruh titah yang ada.. Mantap!!!

  17. Sastro Atmodjo says:

    l like bang LM…

    ======================
    :: Cxixixixi…. :))
    ======================

  18. hallo BOSS…

    ======================
    :: Hallo BRO Boedoet…. :))
    ======================

  19. sikapsamin says:

    Dalam ‘agama’ Blogging…kiranya perlu ditradisikan Mendo’akan Sahabat (terutama yang suka berantem komen) sesama Blogger, semoga masih ingat dan bisa pulang keBlognya masing2…dalam keadaan bugar kewarasan…

  20. mbah yo says:

    sugeng kenal mas Lambang, mas samin, Mas Ngabehi lsp pun
    lah niki informasi sing tak golek2i je…Subhanallah, kulo diparingi kesempatan mengembangkan wawasan kejawen. Joss tenan…setuju mas2, pokoke kalo kita doain para leluhur kinasih tanpa pamrih aja. bener2 minta ama Allah agar diampuni dosa dan diberi tempat yg baik. Imam thabrani*nek g salah ya* bilang kalo dewe2 meniko ndongakke sing apik karo sopo wae, maksude sing tasih sugeng utawa pun kondur, pahalane nggih balik teng dewe2 juga mas. pokoke dewe positif thingking mawon tanpo embel2 njaluk sing neko2 mas. wong yen dewe ikhlas lan sabar energi kosmik dalam tubuh kuwi nambah je…wuis kemlinthi tenan…ngapunten gih mas2

  21. Mukamad yg bukan leluhur kita tiap hari 5X didoakan, giliran orangtua kandung kita lantaran lain agama eh doa kita gak nyampe. Begitupula doa dari orang lain karena bukan anak kandung juga gak nyampe. Malang nian jadi orangnya Mukamad tukang perang ke mana2 bawa pedang.

    • joko says:

      orang gereja pantekosta taqiyah pake nama nasionalis indo padahal ga’ pantekosta sama wahabi sama saja

  22. Iwan says:

    Maaf leluhur,saya tidak ada waktu buat ngedoain.
    Waktu nya habis buat anak cucu.
    Panjang jodohnya,murah rizqinya,panjang umurnya.. Amiin…

  23. Danar PJ says:

    iya kang lambang…

  24. Laksa says:

    Sepurone dulur ikut nimbrung, menanggapi redaksi dulur2 bahwasane Rasulullah Muhammad minta di shalawati dan tidak yakin masuk surga…merupakan salah penafsiran dulur mergo shalawat ikut mbalek nang wong sing moco, Rasulullah Muhammad gak butuh dishalawati wis selamet, nang Hadist nyeritakno bahwa Alloh swt (Gusti sing Maha Kuoso) tidak akan menciptakan langit dan bumi kalau tidak karena Muhammad dadi awake dewe iki nunut / nggandol urip nang dunyo gawe bekal urip ngadepi mati , gak kenek sikso kubur, ngono yo ngono tapi ojo ngono, dulinan yo dulinan (dunia) maksudte lek gak ngerti lan gak ndelok dewe ojo dinyatakno, lek perkoro wong mati utawo ditekani arwah iku memange njaluk dungo sing orep soale gak diterimo nang alam kubure dadi dibalekno nang dunyo, ruh e arep mbalek nang jasad nang kuburan wis ajur lan wis gak oleh mlebu jasad, lek agomo gak isok digawe akal-akalan, diterawang atau diakali, sak piro kuate lan pintere menungso, onok gempa bumi, angin puting beliung, gunung meletus sopo sing nggawe yaiku salah satune akibate kelakuane menungso dewe di warning/diperingati karo alloh Swt, iki gawe sing rumangsane agomone Islam dulur, ojo wero awake dewe ae kuatire opo jare awake dewe artine sing kuoso yo tuhane yo awake dewe, lak dadine manunggaling kawula gusti mentoke ketok alam jabarut (alam keindahan sing ombo cuma gak onok opo2 ijen awake dewe tok), padahal malaikat, kematian, siksa kubur, yo diketokno lek Sing Kuoso Sejati Alloh Swt menghendaki lan meridhoi tapi kudu nuwu sewu dhisek marang rasule, mugi2 ono manfaate, sepurone…..kurang lebihe podo2 belajar nyedek marang Gusti alloh swt

  25. Karna Hasim says:

    Semoga semua makhluk berbahagia…. doa yang tidak membedakan agama, untuk yang tidak beragama sekalipun tetap didoakan Semoga berbahagia…….

  26. Anonymouse says:

    Maaf sebelumnya, sebetulnya dalam islam itu yg betul Pulan atau Fulan???
    Sebab setahu saya, dalam huruf hijayah saya hanya menemukan huruf Fa’.
    Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s